Cari Blog Ini

Aneka Kuliner Pakpak (Makanan Tradisional Pakpak)

Written By Juwita on Tuesday, July 26, 2011 | 9:51 PM

Aneka makanan tersaji biasanya manakala orang Pakpak melangsungkan acara adat. Setiap sajian tersebut memiliki makna filosofis. Berikut ini contohnya.

Pelleng (Nasi Kuning)
Ini makanan khas, yang oleh orang Pakpak dipercaya memiliki kekuatan supranatural. Santapan ini lazimnya dihidangkan dalam acara menyongsong kegiatan yang dianggap berisiko besar. Perang misalnya. Juga dalam perhelatan untuk menggapai cita-cita atau mewujudkan harapan. Misalnya upacara menanda tahun, merkottas, meneppuh babah, atau mbengket bages.

P'll'ng
Bahan untuk membuat pelleng adalah: beras, kunyit, cabe, asam, garam, kelapa, dan daging ayam. Cara membuat: beras ditanak menjadi nasi dan dibiarkan hingga lembek; masukkan kunyit, cabe, dan bumbu lain yang sudah digiling halus, asam, garam dan santan secukupnya; kemudian diaduk sampai rata, maka jadilah pelleng. Daging ayam digulai terpisah. Cara menyajikannya: pelleng ditata berbentuk tempurung terbalik di atas piring porselen, kemudian di atasnya ditaburi gulai ayam, dan diperindah dengan cabe merah mentah. Selanjutnya, siap sudah untuk disantap. Menyantapnya pada pagi hari saat matahari sedang naik menuju zenith.


Nakan Merasa atau Nakan Pagit
Bahannya berupa beras yang dicampur dengan bungke (buah dari tumbuhan yang rasanya pahit, inggir-inggir [Toba]), singgaren (tumbuhan yang wangi), rimbang, dan terong. Campuran ini lantas dimasak bersama nasi. Suguhan ini khususnya untuk perempuan hamil dalam acara yang dikenal sebagai memerre nakan merasa atau nakan pagit (menyuguhkan makanan berasa pahit).

Suguhan nakan merasa atau nakan pagit dimaksudkan agar perempuan hamil mendapat kekuatan sehingga terhindar dari segala macam penyakit. Jalan pikirannya: darah si ibu dan bayinya nanti akan terasa pahit sehingga tak disukai virus dan bakteri. Makanan ini disantap saat kandungan berusia 5 sampai 7 bulan. Menyantapnya pada pagi hari saat matahari sedang naik menuju zenith.

Nditak (Tepung Beras)
Beras ditumbuk halus dan diayak, lalu dicampur dengan gula merah serta kelapa. Lalu dikepal-kepal dengan tangan. Selesai. Itu yang disebut nditak. Penganan ini dihidangkan saat upacara mengikir atau mengelentik (kikir gigi) anak perempuan menjelang remaja (ampe-ampe bunga). Juga dalam acara muat nakan peradupen yaitu penyerahan mas kawin sebelum upacara perkawinan berlangsung. Dalam hajat ini nditak disediakan keluarga calon pengantin perempuan. Dalam meneppuh babah (menuntaspuaskan pinta mulut), acara yang dilaksanakan seusai acara adat lainnya (perkawinan, panen, upacara tahunan), nditak juga menjadi sajian.

Selain yang sudah disebut masih ada sejumlah makanan atau minuman khas Pakpak yang disuguhkan dalam acara adat. Misalnya nakan gersing yaitu nasi yang dimasak dengan kunyit, dan disajikan dengan meletakkan telor ayam rebus di atasnya; ginaru ncor yaitu beras yang dimasak menjadi bubur dan dicampur dengan cuka makan; pola tangkasen yaitu air enau yang diasamkan (tuak), pola tenggi yaitu air enau yang masih baru atau nira; tenggoli yaitu gula dari enau, tebu, dan madu lebah.

Penulis : Jansen Sinamo
9:51 PM | 0 comments | Read More

Sampai Saat Ini Moratorium CPNS belum jelas

Written By Juwita on Sunday, July 24, 2011 | 1:04 AM

Kebijakan moratorium calon pegawai negeri sipil (CPNS) belum bisa ditindaklanjuti. Sebab, masih dilakukan sosialisasi rumusan dan pendataan kebutuhan jumlah PNS di berbagai daerah. 
Hal tersebut diungkapkan Deputi Sumber Daya Manusia (SDM) Bidang Aparatur, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan), Ramli Naibaho, tadi malam. Dia mengatakan, moratorium masih bergantung dari hasil rumusan jumlah kebutuhan PNS di daerah. Hasil dari rumusan tersebut nantinya akan dievaluasi dan dianalisis validasinya awal tahun depan.

"Karena itu, tidak perlu lagi ada gonjang-ganjing berwacana terkait moratorium ataupun persoalan pensiun dini bagi PNS. Presiden sudah memberikan arahan agar Menpan dan Mendagri merumuskan jumlah kebutuhan pegawai yang tepat untuk daerah. Karena itu kita buat sosialisasi secara regional agar Januari atau Februari mendatang sudah bisa divalidasi,” ujarnya.

Dia menjelaskan, kondisi aparatur birokrasi yang terjadi saat ini adalah ketidakseimbangan rasio antara belanja pegawai dengan belanja publik baik di APBD maupun APBN. Begitu juga dengan rasio antar jumlah PNS dengan penduduk dan luas wilayah. “Ada daerah yang jumlah anggaran belanja pegawainya melebihi 50% yang idealnya di bawah 30%,” ungkapnya.

Selain itu, lanjutnya, terjadi pula ketidakseimbangan antara kualitas atau kompetensi PNS dengan kebutuhan jabatan yang sesuai dengan karakter daerah. Lalu, distribusi pegawai antar daerah yang tidak proporsional. Komposisi pegawai antara tenaga teknis dengan tenaga administrasi/tata usaha antara jabatan struktural dengan jabatan fungsional tertentu dan umum serta jenjang pendidikan yang ideal. 

Source : Waspada Online Saturday, 23 July 2011 01:12
1:04 AM | 0 comments | Read More

Moratorium Penerimaan CPNS Sumatera Utara Menunggu Keputusan Menpan

Written By Juwita on Saturday, July 23, 2011 | 1:04 AM

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) masih menunggu surat edaran dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), terkait moratorium calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Hal tersebut diungkapkan Kabid Pengadaan dan Pembinaan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sumatera Utara, Kaiman Turnip, di ruang kerjanya, hari ini. "Kita tunggu surat Menpan untuk itu. Karena belum tahu, pastinya itu dia bisa. Kalau katanya moratorium, kita tidak masalah," ujarnya.

Dia menuturkan, Pemprov Sumut hingga kini masih menunggu surat edaran dari Menpan mengenai moratorium CPNS yang sudah ditetapkan tahun ini tersebut. Menurutnya, jika Menpan menyetujui moratorium CPNS ini, Sumut tidak akan ada masalah. Sebab, penerimaan CPNS di Sumut sebenarnya sudah bagus dengan pertumbuhan nol persen (zero growth).

Saat ini, lanjutnya, pengajuan CPNS di Sumut justru di bawah 0 persen. Sebab, dari sekitar 400 hingga 500 PNS yang diprediksi setiap tahunnya, pengajuan CPNS tidak mencapai jumlah tersebut. "Tahun 2011 ini, yang diusulkan untuk penerimaan CPNS sebanyak 316 formasi. Sementara yang pensiun diprediksi 400-500 orang," bebernya.

Meski pertumbuhan PNS di provinsi baik, bagaimana dengan di kabupaten/kota? Kaiman enggan berkomentar. "Kalau kabupaten kota saya tidak berhak menjawab," ujarnya. Untuk diketahui, berdasarkan data Agustus 2010, jumlah PNS di Pemprov Sumut tercatat sebanyak, 12.383 orang.

Disebutkannya, ke depan, akan ada formulasi untuk penataan PNS. Untuk itu, akan ada sosialisasi pedoman penghitungan jumlah PNS untuk daerah akan diselenggarakan Kemenpan. Sosialisasi ini melibatkan sembilan provinsi, yakni Sumut, Jambi, Sumsel, Bangka Belitung, Riau, Kepri, Sumbar, Aceh, dan Bengkulu dengan narasumber Deputi SDM SDM dan Aparatur Kemenpan, Ramli Naibaho.

Source : Waspada Online Thursday, 21 July 2011 19:50
1:04 AM | 0 comments | Read More

Seperti apa kondisi PNS di Sumut?

Written By Juwita on Wednesday, July 20, 2011 | 11:32 PM

MEDAN - Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho, meminta mapping kepada Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sumut mengenai kondisi pegawai negeri sipil (PNS) di daerah ini. Mapping ini terkait moratorium PNS yang tengah dikaji kementerian terkait.

Gatot menuturkan, sejauh ini pihaknya belum mengambil kebijakan apapun terkait wacana moratorium tersebut karena masih dalam kajian. Dia hanya minta mapping kondisi terkini PNS di Pemprov Sumut. Dikatakannya, dirinya sudah mempertanyakan langsung proses moratorium kepada Dirjen Otonomi Daerah, Djohermansyah Djohan.

Baca selengkapnya »
11:32 PM | 0 comments | Read More

Mentri : 2011 CPNS Distop. Termasuk di Kabupaten Pakpak Bharat..?

MEDAN - Moratorium penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) akhirnya dipastikan berjalan tahun ini. Kepastian ini disampaikan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men PAN-RB), EE Mangindaan.

"Yang pasti satu tahun dulu (moratoriumnya), tapi harus ditata kembali kelembagaannya," ujar Mangindaan di Jakarta, hari ini. Mangindaan melanjutkan, moratorium ini diterapkan karena saat ini belum ada kejelasan Saat berapa kebutuhan personil dari sebuah Kementerian Lembaga.

"Dinasnya berapa, penyuluh pertanian berapa orang. Ini tidak jelas," urainya.
Baca selengkapnya »
10:04 AM | 0 comments | Read More