Cari Blog Ini

Showing posts with label Ragam. Show all posts
Showing posts with label Ragam. Show all posts

Polisi Tahan Petani, Petani Pakpak Bharat Demo Bupati

Written By Juwita on Wednesday, October 26, 2011 | 10:18 PM

Puluhan petani yang tergabung dalam Serikat Petani In­donesia (SPI) mendatangi kantor Bupati Pakpak Bharat untuk bertemu dengan bupati Remigo Yolando Berutu, Senin (24/10).

Di halaman kantor bupati, para petani yang datang membawa anak-anak dan berbagai jenis tanaman meminta agar salah seorang rekan mereka yang ditahan agar secepatnya dibebaskan. “Saya mohon kepada bupati supaya suami saya dapat dibebaskan sece­pat­nya. Karena untuk meme­nuhi kebutuhan hidup kami sekeluarga tergantung pada­nya. Sudah dua minggu dia ditahan, kami terancam makan dan anak-anak kami tidak sekolah lagi,” pinta Ny Manik yang suaminya ditahan di Polres Pakpak Bharat sembari mengeluarkan air mata.  Selai itu, Ny Manik meminta supaya suaminya segera dikeluarkan hari ini.
Ilustrasi/google image
“Kami tidak berpendidikan dan tidak mengerti hukum. Kami hanya tahu mencangkul saja. Kalau tidak suami saya tidak dibebaskan, saya tidak akan pulang,” ujarnya.

Menanggapi keluhan para petani, Sekda Pakpak Bharat Holler Sinamo menjelaskan agar para petani bersabar dan aspirasi tersebut akan ditindaklanjuti.
“Supaya para petani bersabar dan kami akan mencari solusi,” janji Holler Sinamo.

Tidak puas dengan jawaban Sekda Pakpak Bharat, para petani mendatangi kantor DPRD yang telaknya tidak jauh dari kantor bupati. Di kantor dewan, mereka disambut Ketua DPRD Agusti­nus Manik untuk selanjutnya meminta 10 perwakilan petani untuk membahas persoalan tersebut. 

Cibro, mewakili petani meminta kepada wakil rakyat itu untuk menjembatani masa­lah tersebut ke Polres Pakpak Bharat. Menurut Cibro, Manik ditahan polisi menanam berbagai tanan-tanaman di atas lahan yang secara turun-temurun dikelola masyarakat. Tiba-tiba lahan tersebut diklaim sebagai kawasan hutan lindung. “Pada hal lahan itu hampir 500 tahun dikelola masyarakat dan merupakan tanah ulayat mereka. Di tanah ini ada bukti-bukti se­jarah marga kami. Mengapa kami mengelola tanah ulayat dianggap melanggar humum?” tanya Cibro.

Dihadapan perwakilan petani, Agustinus berjanji akan secepatnya menjembatani as­pirasi para petani. “Kami semua yang hadir di sini sepakat akan secepatnya mencari solusi,” ujar Agustinus yang didampingi wakil ketua, ketua komisi dan beberapa anggota dewan lainnya. (http://medan.jurnas.com)
10:18 PM | 0 comments | Read More

Ini Dia Perangkap Pakpak (Togong-togong)

Written By Juwita on Monday, August 22, 2011 | 1:56 AM




Contoh Sambil - Togong-togong Pakpak
Sekilas Tentang Togong-togong
Dalam kebudayaan Pakpak, Togong-togong adalah alat perangkap atau jebakan atau jerat. Dalam hal ini perangkap yang dimaksud adalah cara untuk menangkap hewan liar sebagai sumber makanan, karena ada juga togong-togong untuk menjebak musuh misalnya pada saat perang.

Togong-togong telah dikenal sejak jaman nenek moyang Pakpak, belum bisa dipastikan kapan keterampilan ini ditemukan nenek moyang Pakpak. Tapi diperkirakan togong-togong ini diciptakan pada jaman berburu dan mengumpulkan makanan, sebagai alat utama memenuhi kebutuhan hidup dengan berburu. Jadi togong-togong ini adalah satu cara melakukan perburuan untuk menagkap hewan-hewan tertentu yang di inginkan.

Pembuatan togong-togong dilakukan dengan keterampilan khusus, sedemikian rupa dan sederhana tapi mampu menjerat mangsa tak berkutik saat sasaran masuk kedalam togong-togong.

Sampai saat ini, togong-togong dalam masyarakat Pakpak di tempat-tempat tertentu masih tetap dibudayakan, walaupun penggunaannya hanya tergolong kecil karena kemajuan system sosial ekonomi pertanian dan peternakan ditambah jumlah hewan buruan yang semakin sedikit dan berkurangnya lahan hutan.

Jenis Togong-togong Pakpak
Jenis togong-togong yang diciptakan dalam kebudayaan Pakpak beranekaragam tergantung dengan sasaran penggunaan togong-togong tersebut digunakan untuk menangkap hewan buruan yang bagaimana. Apakah burung, hewan besar seperti balkih, renggarung atau bedu, jenis ikan, ular, babi hutan dan sebagainya. Setidaknya jenis togong-togong yang diciptakan masyarakat Pakpak antara lain :
  1. Togong-togong untuk jenis burung : Sambil, Cahar, Cahar Lae, Jebbak, Banto, Jerrat, Mengaci, Tanggal-tanggal;

  2. Untuk jenis hewan berkaki empat : Geddung, Sambil, Aring;

  3. Untuk jenis ikan : Bubu, Kail, Sulangat, Durung.

Mungkin masih ada yang lain yang anda tahu, silahkan ditambahkan pada form komentar dibawah.
1:56 AM | 0 comments | Read More

Opera Pakpak “Corik Mulak Mi Sembung” : Pentingnya Memelihara Budaya Pakpak

Written By Juwita on Saturday, July 2, 2011 | 12:06 AM

Paket acara khusus malam pesona budaya daerah Kabupaten Pakpak Bharat yang mempersembahkan opera Pakpak dengan judul Corik Mulak Mi Sembung berlangsung sukses dan meriah. Acara ini berlangsung di Sasono Langen Budoyo Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.

Undangan dihadiri penonton dari berbagai kalangan yang mencapai jumlah ribuan orang. Diantaranya masyarakat Pakpak Bharat, masyarakat Pakpak se-Jabotabek, tokoh masyarakat Pakpak Bharat, dan masyarakat umum. Selain itu acara juga dihadiri tamu-tamu pejabat kenegaraan seperti Mentri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Helmy Faishal Zaini, Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dan Duta Besar luar negeri dari Cina, Thailand, Afganistan, Filipina, Korea dll serta Bupati dari beberapa daerah. Sebagai panitia adalah masyarakat Pakpak Bharat PNS Pakpak Bharat yang langsung dipandu Bupati Pakpak Bharat bapak Remigo Yolando Berutu.
Baca selengkapnya »
12:06 AM | 0 comments | Read More

Facebook Membantu Tugas DPRD..?

Written By Juwita on Tuesday, June 21, 2011 | 11:20 PM

Disadari atau tidak semenjak terbentuknya Kabupaten Pakpak Bharat telah melahirkan gema “Kepakpakan” di masyarakat Pakpak di seluruh dunia. Banyak terdengar pembicaraan membahas Pakpak di media cetak dan elektronik. Terlebih-lebih di media internet pada jaringan sosial seperti twitter dan facebook banyak terbentuk grup-grup dan halaman komunitas Pakpak seperti Pakpak Bharat Blog, Pakpak Tribe, Lawak Pakpak, Umpama Pakpak, Penggemar Pelleng Cina Mbara dan masih banyak yang lain. Kabupaten Pakpak memang heterogen, namun hal ini perlu menjadi perhatian karena Kabupaten Pakpak memang terbentuk atas dasar budaya kesukuan Pakpak.
Berbagai tema tentang Suku Pakpak dibicarakan di internet ini mulai dari kritik, saran, sampai guyonan-guyonan dengan bahasa Pakpak yang khas. Semua itu pada dasarnya menunjukkan perhatian terhadap identitas suku Pakpak.

Pemerhati komunitas suku Pakpak di internet ini tidak hanya dari suku Pakpak. Tapi juga dari suku-suku lain yang memiliki kepentingan tertentu dengan suku Pakpak khususnya kepentingan yang timbul dengan berdirinya Kabupaten Pakpak Bharat. Dari komunitas suku Pakpak di internet ini banyak informasi yang bisa diperoleh dengan cepat dan lengkap sehingga semakin hari penggemarnya terus bertambah.

Fasilitas internet menjadi satu media media Bagi kalak Pakpak untuk berkomunikasi dengan sesama berdiskusi dan membicarakan nasib sendiri. Dengan terbentuknya satu wilayah administrasi Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat menjadi satu wadah masyarakat Pakpak dalam menunjukkan eksistensi Pakpak sebagai satu suku yang berdiri sendiri dan diakui di Negara Republik Indonesia. Cita-cita Kabupaten Pakpak Bharat adalah masyarakat yang nduma. Untuk mencapai cita-cita ini tak cukup digerakkan oleh pemerintah, tapi diharapkan peran serta masyarakat. Perlu masukan-masukan dari masyarakat Pakpak, dan melalui media internet khususnya situs jejaring sosial facebook ternyata bisa menjadi satu media untuk melibatkan masyarakat bebicara tentang Pakpak.

Pembicaraan tentang Pakpak pada komunitas di internet tidak diakui secara resmi, namun jika ditampung ini menjadi satu masukan yang berarti bagi pemerintah sebagai penggerak roda pembangunan. Dari internet bisa diketahui bagaimana penilaian masyarakat tentang keberadaan Kabupaten Pakpak Bharat, masyarakat baik yang tinggal di kabupaten Pakpak Bharat atau dari luar bebas menyuarakan aspirasinya, bebas mengkritik, memberikan masukan, pendapat, dan sebagainya. Walau dilakukan pada forum yang tidak resmi tapi suara-suara tersebut adalah gambaran penilaian masyarakat terhadap jalannya pembangunan di Kabupaten Pakpak Bharat.

Jadi jika dimaknai, bukan hanya DPRD yang menjadi wakil rakyat menyuarakan aspirasi kepada pemerintah, tetapi bisa dilakukan langsung melaui media internet dengan segala macam fasilitasnya. Bahkan suara di internet lebih murni karena tanpa perantara langsung dari masyarakat yang berkumpul pada satu komunitas online, lebih hemat karena tanpa anggaran yang tidak harus ditampung pada APBD dengan segala macam gaji dan fasilitas, dan tentu lebih bersih karena tidak ada jalan “kerjasama negatif” antara wakil rakyat dengan pemerintah yang dicurigai bisa mengarah KKN.

Yang perlu dilakukan adalah mengidentifikasi suara-suara yang benar, karena banyak juga suara-suara yang tidak berdasar di media ini.
Dan semoga media internet bisa memberikan sumbangan yang berarti bagi kemajuan Kabupaten Pakpak Bharat.
11:20 PM | 0 comments | Read More

7 (Tujuh) Suku Kanibal Paling Berbahaya di Dunia

Written By Juwita on Sunday, June 5, 2011 | 11:47 PM

Berikut ini adalah informasi unik dari 7 suku kanibal paling berbahaya di dunia yang sampai saat ini keberadaanya masih eksis.

The Carib


Nama suku inilah yang menjadi sebutan untuk orang yang memakan orang lain. Ini diketahui merupakan suku pertama di dunia yang melakukan praktek kanibalisme. Oleh para pelaut biasa disebut "The Carib people of the Lesser Antilles".

Nama ini diberikan oleh colombus dalam catatannya dengan menyebut nama "caniba" (yang merupakan kata lain dari kariba yang artinya "orang yang memakan orang").

Para suku karibia ini biasanya melakukan kanibalisme kepada musuhnya, namun semenjak masuknya agama kristen kesana, perlahan-lahan budaya itu mulai hilang.

The Aztec


Suku aztec tidak diragukan lagi sebagai suku yang paling brutal sebelum ditemukannya benua amerika oleh colombus. Mereka melakukan ribuan pengorbanan menggunakan manusia tiap tahunnya. Korban biasanya dicabut jantungnya yang masih dalam keadaan berdetak selagi hidup. Lalu tubuhnya dijadikan masakan untuk dimakan beramai-ramai.

The Native Americans


Pada masa awal penaklukan benua amerika, banyak sejarahwan bercerita bahwa suku-suku Indian di Amerika melakukan praktek kanibalisme. Walaupun sekarang masih jadi perdebatan namun banyak yang mengaku memiliki bukti praktek kanibalesme oleh suku-suku Indian.
Contohnya suku Indian karankawa di Texas, pada tahun 1768 seorang pendeta yang berasal dari Spanyol menyaksikan dan merekam ritual yang dilakukan karankawa kepada musuhnya yang disandera. Mereka mengelilingi korban tersebut dan secara bergantian memotong kulit / daging korbannya lalu memakan nya di depan mata korbannya.

The africans


Benua ini mungkin merupakan benua yang masih melakukan praktek kanibalisme sampai saat ini. Walaupun secara kasat mata tidak pernah terlihat, banyak saksi mata melaporkan adanya aktivitas perdagangan organ tubuh manusia disana.

Disertai bukti banyak warga pendatang yang hilang saat berlibur / melintas disana. Biasanya penculikan dilakukan oleh geng2 kriminal. Disebutkan juga, pada saat perang kongo ke-2 dan perang sipil di liberia dan sierra leone sering terjadi aksi kanibalisme disana.

Fiji


Budaya kanibalisme juga diketahui telah menyebar di kawasan polinesia dan melanisia.sebagai contoh ,FIJI diketahui sebagi pulau para kanibalisme.seorang kepala suku fiji mengakui telah memakan 875 orang dan sangat membanggakannya.

The Korowai


Suku korowai di papua,indonesia diketahui sebagai suku yang masih tersisa di dunia dan melakukan kanibalisme hingga saat ini. Mereka biasanya memakan anggota sukunya yang dicurigai sebagai penyihir. Biasanya mereka memakan otaknya selagi masih dalam keadaan hangat. Kediaman mereka biasanya berada diatas pohon yang tinggi berguna untuk melindungi dari musuh-musuhnya.

The Maori


Suku maori di new zealand merupakan suku kanibal yang pernah terdokumentasikan dengan sangat baik. Kanibalisme sudah menjadi bagian dari kebudayaan maori dan mereka tidak pernah berhenti memakan musuhnya. Ketika kapal inggris, The Boyd, berlabuh dan para awaknya membunuh anak dari kepala suku maori, para pejuang suku maori membalas dendam dengan membunuh dan memakan 66 awak kapal tersebut. Kejadian ini yang akhirnya terkenal sebagai "body massacre". 

Yang jelas Suku Pakpak tidak ada bukan...? Karena Suku Pakpak bukanlah Suku Kanibal.
11:47 PM | 0 comments | Read More