Cari Blog Ini

Showing posts with label Peristiwa. Show all posts
Showing posts with label Peristiwa. Show all posts

Polisi Tahan Petani, Petani Pakpak Bharat Demo Bupati

Written By Juwita on Wednesday, October 26, 2011 | 10:18 PM

Puluhan petani yang tergabung dalam Serikat Petani In­donesia (SPI) mendatangi kantor Bupati Pakpak Bharat untuk bertemu dengan bupati Remigo Yolando Berutu, Senin (24/10).

Di halaman kantor bupati, para petani yang datang membawa anak-anak dan berbagai jenis tanaman meminta agar salah seorang rekan mereka yang ditahan agar secepatnya dibebaskan. “Saya mohon kepada bupati supaya suami saya dapat dibebaskan sece­pat­nya. Karena untuk meme­nuhi kebutuhan hidup kami sekeluarga tergantung pada­nya. Sudah dua minggu dia ditahan, kami terancam makan dan anak-anak kami tidak sekolah lagi,” pinta Ny Manik yang suaminya ditahan di Polres Pakpak Bharat sembari mengeluarkan air mata.  Selai itu, Ny Manik meminta supaya suaminya segera dikeluarkan hari ini.
Ilustrasi/google image
“Kami tidak berpendidikan dan tidak mengerti hukum. Kami hanya tahu mencangkul saja. Kalau tidak suami saya tidak dibebaskan, saya tidak akan pulang,” ujarnya.

Menanggapi keluhan para petani, Sekda Pakpak Bharat Holler Sinamo menjelaskan agar para petani bersabar dan aspirasi tersebut akan ditindaklanjuti.
“Supaya para petani bersabar dan kami akan mencari solusi,” janji Holler Sinamo.

Tidak puas dengan jawaban Sekda Pakpak Bharat, para petani mendatangi kantor DPRD yang telaknya tidak jauh dari kantor bupati. Di kantor dewan, mereka disambut Ketua DPRD Agusti­nus Manik untuk selanjutnya meminta 10 perwakilan petani untuk membahas persoalan tersebut. 

Cibro, mewakili petani meminta kepada wakil rakyat itu untuk menjembatani masa­lah tersebut ke Polres Pakpak Bharat. Menurut Cibro, Manik ditahan polisi menanam berbagai tanan-tanaman di atas lahan yang secara turun-temurun dikelola masyarakat. Tiba-tiba lahan tersebut diklaim sebagai kawasan hutan lindung. “Pada hal lahan itu hampir 500 tahun dikelola masyarakat dan merupakan tanah ulayat mereka. Di tanah ini ada bukti-bukti se­jarah marga kami. Mengapa kami mengelola tanah ulayat dianggap melanggar humum?” tanya Cibro.

Dihadapan perwakilan petani, Agustinus berjanji akan secepatnya menjembatani as­pirasi para petani. “Kami semua yang hadir di sini sepakat akan secepatnya mencari solusi,” ujar Agustinus yang didampingi wakil ketua, ketua komisi dan beberapa anggota dewan lainnya. (http://medan.jurnas.com)
10:18 PM | 0 comments | Read More

Truk Berisi BBM Terbalik, Seorang Polisi Pakpak Bharat Tewas

Written By Juwita on Sunday, October 2, 2011 | 12:51 AM

Truk berisi bahan bakar minyak (BBM) hilang kendali dan terbalik setelah menabrak tiga mobil serta dua unit alat berat yang sedang parkir di sisi jalan negara, tepatnya di Desa Paligan, Kecamatan Sumbul Kabupaten Dairi, Jumat (30/9) sekitar pukul 16.30 WIB. Setelah terbalik bensin tumpah dan terbakar serta menyambar dua rumah penduduk. Seorang polisi Brigadir M Rifai Arganata tewas saat akan dilarikan ke rumah sakit.

Keterangan sejumlah saksi mata di lokasi kejadian, peristiwa itu berawal saat mobil tangki yang dikemudikan Suratmo, datang dari arah Karo menuju Sidikalang. Tiba di lokasi kejadian truk oleng dan menabrak bahagian belakang mobil L 300 bernomor plat polisi BK 8878 CJ mengangkut ternak yang juga menuju ke arah Sidikalang.
sumut pos

Truk semakin tak terkendali dan menabrak mobil minibus Kijang Kapsul bernomor plat polisi BK 1292 XF yang ditumpangi Brigadir M Rifai, anggota Polres Pakpak Bharat, yang datang dari arah berlawanan. Posisi Brigadir M Rifai Arganta sendiri saat terjadi kecelakaan duduk di jok belakang.

Aklibat tabrakan dengan Kijang truk pengangkut bahan bakar terbalik dan terseret sejauh 200 meter dan kembali menabrak mobil minibus Suzuki AVP yang parkir di sisi jalan dan langsung terbakar dan menyambar dua rumah penduduk.

Bahan bakar yang sebelumnya berada di dalam tangki tumpah di sepanjang jalan menurun. Tumpahan minyak dan percikan api ini membuat truk terbakar. Tidak berhenti sampi disitu percikan api dan tumpahan minyak kembali menyambar dua unit alat berat yang parkir sekitar 5 meter dari lokasi terbakarnya truk. Akibat peristiwa itu sempat menimbulkan kemacetan.

Kapolsek Sumbul, AKP Boris Saragih mengatakan, polisi masih melakukan penyelidikan. “Untuk mempermudah penyelidikan kita juga sudah membuat police line di rumah penduduk yang terbakar,” kata Boris. (wan-sumut pos)
12:51 AM | 0 comments | Read More

Ini Dia Taksiran Biaya Rehabilitasi di Pakpak Bharat Akibat Gempa Singkil

Written By Juwita on Monday, September 12, 2011 | 6:55 AM

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pakpak Bharat memperkirakan biaya rehabilitasi dan rekonstruksi sejumlah bangunan kantor dan rumah penduduk yang rusak akibat gempa mencapai Rp60 miliar. ”Untuk rehabilitasi dan rekonstruksi sejumlah bangunan maupun sarana dan fasilitas umum yang rusak di Pakpak Bharat,dibutuhkan biaya sedikitnya Rp60 miliar,”kata Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pakpak Bharat Kastro Manik, kemarin.

Bangunan dan fasilitas umum yang rusak, antara lain 29 unit gedung di kompleks perkantoran Pemkab Pakpak Bharat,43 unit gedung sekolah dan rumah sakit umum.Kemudian, 361 unit rumah penduduk yang rusak berat,rusak sedang dan rusak ringan, dua unit bangunan puskesmas, rumah dinas bupati dan wakil bupati, Kantor Camat Pagindar, Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil serta Masjid Raya dan Gereja Kristen Protestan Pakpak Dairi (GKPPD) di Kecamatan Salak.
Pemkab Pakpak Bharat akan mengajukan permohonan kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) agar dapat menopang sebagian biaya program rehabilitasi dan rekonstruksi sejumlah sarana gedung pemerintah dan fasilitas umum, termasuk rumah penduduk yang rusak akibat diguncang gempa. Selama pascagempa,lanjut Kastro, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) Kabupaten Pakpak Bharat telah mendirikan beberapa posko, melakukan evakuasi dan penanganan terhadap para pengungsi serta menjamin kebutuhan logistik terhadap para korban gempa.

Bantuan logistik kepada para korban gempa diberikan selama masa tanggap darurat yang direncanakan berakhir 13 September. ”Untuk kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi, kami masih membutuhkan perhatian dan anggaran dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat,”tuturnya. Sebagaimana diketahui, gempa yang mengguncang sebagian besar wilayah Pakpak Bharat 6 September 2011, berpusat di sekitar Timur Laut Singkil Baru,Kabupaten Singkil, Provinsi Aceh dengan kekuatan 6,7 Skala Richter (SR).

Gempa juga merusak ribuan rumah,kantor pemerintah dan fasilitas publik lainnya di Kabupaten Dairi,serta Humbang Hasundutan (Humbahas). Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Sumut Ahmad Hidayat mengatakan,proses penanganan terhadap korban gempa di tiga kabupaten itu hingga saat ini berjalan baik. ”Masa tanggap darurat cukup satu minggu dan dilanjutkan dengan masa recovery. Pada masa ini yang terpenting adalah bagaimana agar fasilitas yang rusak, baik sarana pendidikan maupun rumah penduduk yang tergolong berat dapat ditangani segera,” katanya.

Terkait dengan pembiayaan terhadap fasilitas yang rusak berat dan berbiaya besar serta tidak mampu ditanggulangi pemerintah daerah setempat, menurut Hidayat, hal ini tentu harus ditangani pemerintahan pusat dan pemerintah provinsi.

Dana Tanggap Darurat Gempa di Aceh dan Sumut Rp1,2 M
Menteri Koordinator (Menko) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) R Agung Laksono mengatakan, telah menyiapkan dana tanggap darurat sebesar Rp1,2 miliar untuk Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Sumut. “Untuk tahap awal kita siapkan Rp1,2 miliar.Aceh dan Sumut masing-masing mendapatkan Rp600 juta,”katanya di Medan akhir pekan lalu.

Untuk rehabilitasi dan rekonstruksi kerusakan rumah penduduk akan disiapkan dana stimulasi seperti bencana yang terjadi di Semarang, Jawa Tengah (Jateng).“Jumlahnya belum bisa ditentukan.Tapi, untuk rumah yang rusaknya ringan akan diberikan Rp1 juta, rusak sedang Rp10 juta dan rusak berat Rp15 juta,”bebernya. Dari laporan awal yang diterimanya, ada ratusan lebih rumah yang rusak ringan dan puluhan yang rusak sedang dan berat, baik di Aceh maupun di Sumut. Selain itu,ada enam orang luka-luka dan dua meninggal. “Kita akan lakukan verifikasi dahulu sehingga setelah tahap darurat akan dilakukan rehabilitasi dan rekonstruksi, terutama fasilitas umum, seperti sekolah, masjid, gereja dan puskesmas,”sebutnya.

Mantan Ketua DPR ini menilai aparatur pemerintah dan masyarakat daerah yang terkena dampak gempa sudah siap dalam memberikan penanggulangan bencana. ”Saya sudah cek di lokasi untuk memastikan apakah sudah ditanggulangi atau belum, ternyata mereka (pemprov/pemkab/ pemkot di Sumut dan Aceh) sudah cukup mampu menanggulangi bencana alam itu sesuai standard.Mereka tidak panik. Kalau pimpinannya tidak panik, bawahannya pasti juga ikut menenangkan,”ujarnya.

Meski kepanikan itu dinilai wajar dan manusiawi, tetapi sikap tenang memberikan efek yang positif bagi masyarakat yang menjadi korban gempa. Agung juga mengungkapkan, pemerintah pusat menyiapkan dana sebesar Rp4,5 triliun untuk menanggulangi dan memperbaiki kerusakan akibat bencana alam pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2012.

Sebelum dana bantuan diserahkan ke daerah, pemerintah akan menerapkan sejumlah prosedur, seperti verifikasi tingkat kerusakan kepada pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota yang terkena bencana. ”Penilaian terhadap kebutuhan daerah yang mengalami musibah agar dana bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Di samping juga untuk menutup kemungkinan penyalahgunaan dana bencana alam itu.Pejabat yang mencuri uang negara dari bencana, nilai moralnya paling rendah,”tegasnya. (Seputar Indonesia)
6:55 AM | 0 comments | Read More

Tanggap Darurat Bencana di Pakpak Bharat Hanya Satu Pekan

Written By Juwita on Sunday, September 11, 2011 | 7:51 AM

Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara (Sumut) menetapkan waktu hanya satu pekan untuk masa tanggap darurat bencana. Seiring dengan berakhirnya masa tanggap darurat, 13 September mendatang, maka penanganan lanjutan akan dilakukan sesuai dengan kebutuhan.

Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolando Berutu mengatakan, pihaknya memperkirakan waktu satu pekan untuk masa tanggap darurat sudah relatif mencukupi.

"Namun sekiranya dibutuhkan perpanjangan waktu, maka akan diperpanjang," kata Berutu di hadapan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono yang melakukan peninjauan ke Pakpak Bharat, Jumat (9/9/2011).
Sebagian plafon Gedung DPRD Kabupaten Pakpak Bharat ambruk


Pasca gempa yang terjadi pada 6 September lalu, kata Berutu, pihaknya sudah melakukan serangkaian langkah-langkah untuk melakukan penanganan bencana. Pada masa tanggap darurat, prioritas utama memberikan pertolongan secara medis serta mendistribusikan bantuan.

Selain itu, juga telah dibentuk tim penanganan tanggap darurat dan pendirian posko-posko yang dipusatkan di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pakpak Bharat. Tim ini, katanya lagi, melakukan evakuasi dan pengungsian, serta memberikan bantuan pada korban bencana, inventarisasi jumlah korban dan kerusakan, serta menjamin kebutuhan logistik bagi korban selama masa tanggap darurat.

"Penanganan tanggap darurat ini masih dapat dilakukan Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat, walaupun begitu, kami tetap melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi. Sedangkan untuk kebutuhan rehabiliasi dan rekonstruksi kami masih membutuhkan perhatian dan anggaran dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat," kata Berutu.

Gempa berkekuatan 6,7 SR terjadi pada Selasa (6/9) lalu pada pukul 00.55 WIB. Pusat gempa berada sekitar 59 KM Timur Laut, Singkil Baru, Aceh Singkil, Aceh, namun guncangannya dirasakan di sebagian besar daerah di Sumut. Pakpak Bharat termasuk wilayah yang paling parah kerusakannya akibat bencana tersebut. (Detiknews.com)
7:51 AM | 0 comments | Read More

Ratusan Bangunan Dilaporkan Rusak Akibat Gempa di Pakpak Bharat

Written By Juwita on Wednesday, September 7, 2011 | 7:35 AM

Pendataan kerusakan fasilitas umum dan fasilitas sosial akibat gempa masih terus berlangsung di Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara (Sumut). Ratusan bangunan dan fasilitas umum rusak akibat gempa 6,7 SR itu. Di antara fasilitas yang rusak, terdapat 24 gedung sekolah yang terkena efek gempa, namun sebagian besar masuk kategori rusak ringan.

Data yang diperoleh dari Posko Penanggulangan Bencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pakpak Bharat menunjukkan, gedung sekolah yang rusak ringan ada 23 unit. Sementara yang tergolong rusak berat hanya satu unit.
Dinding Mesjid Raya Salak retak akibat gempa
"Gedung sekolah yang rusak itu, antara lain gedung SMPN 2 Nanjombal, SD Negeri Lae Merempat, dan SD Negeri Panggegean yang berada di Sitellu Tali Urang Jehe," kata Kepala Bagian Humas Sekretariat Daerah (Setda) Pakpak Bharat, Kastro Manik kepada wartawan Rabu (7/9/2011) malam di Salak, ibukota Pakpak Bharat, sekitar 196 kilometer dari Medan ibukota Sumut.

Sementara kerusakan lainnya, kata Manik, yakni masjid 10 unit termasuk masjid Raya Salak yang berada di Salak, ibukota Pakpak Bharat, kemudian 10 unit gereja, dan delapan kantor camat. Selain itu 27 gedung perkantoran milik Pemkab Pakpak Bharat juga rusak.

Gedung Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) ada 10 unit yang rusak, namun kerusakannya tergolong ringan. Fasilitas kesehatan lainnya yang mengalami kerusakan adalah gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Salak. Kemudian kerusakan juga terjadi pada fasilitas Mandi Cuci dan Kakus (MCK) yang jumlahnya mencapai 16 unit, dan 240 unit rumah penduduk, termasuk 40 yang tergolong rusak berat.

Terkait kondisi kerusakan ini, yang nilai kerugiannya untuk sementara diperkirakan Rp 43,3 miliar tersebut, Pemkab Pakpak Bharat sudah menyampaikan laporan kepada pemerintah provinsi maupun instansi terkait lainnya.

"Sudah diinformasikan kerusakan dan kerugian kepada Bapak Gubernur dan instansi yang terkait," kata Manik sembari menyatakan pihaknya juga sudah memberikan sosialisasi bencana agar warga masyarakat senantiasa waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana gempa susulan untuk menghindari terjadinya korban jiwa. (Detiknews.com)
Lihat photo-photo kerusakan di Pakpak Bharat akibat gempa Aceh disini
7:35 AM | 0 comments | Read More

Guru Harus Netral Dalam Pilkada Kabupaten Pakpak Bharat 2010-2015

Written By Juwita on Monday, April 19, 2010 | 1:59 AM


"Jangan korbankan ikatan keluarga, karier dan, demokrasi gara-gara. Mendukung salah satu calon Bupati/Wabup Pakpak Bharat 2010/2015. Anda itu aparatur abdi negara, abdi masyarakat, bukan abdi Cabup. Lihat institusi TNI/Polri, dicabut haknya tidak ikut memilih. Masih mending PNS, masih dilibatkan pada Pemilu Kada 2010.

Perlu dipahami, ketentuan Pemilu telah ditetapkan oleh pemerintah. Jurdil, Umum, Bebas dan Rahasia, untuk itu tentukan pilihan berdasarkan nurani, bukan, atas tekanan maupun iming iming itu pembodohan. Berdemokrasi adalah hak individu, merupakan azas yang tidak boleh diperwakilkan. Pesta demokrasi telah 65 tahun, kita rasakan di Republik yang kita cintai ini.

Dengan demikian, melalui aksi pencerahan perdana cipta Pemilu Kada Damai Pakpak Bharat, guru yang dijuluki Pahlawan Tanpa Tanda Jasa harus netral. Jangan salahkan saya, bila bertindak agak represif terhadap oknum yang tetap tidak mengindahkan ketentuan diatas, siap siap menerima sanksi. Hal itu juga berlaku kepada para Camat, Kades, Honorer serta aparatur lainnya di jajaran Pemkab Pakpak Bharat.

Saya merasa risih dan terusik, akan informasi yang menyatakan adanya segelintir oknum PNS dijajaran pendidikan tidak indevendent. Ditengarai oknum tersebut berperan ganda, turut nimbrung untuk memenangkan salah satu Cabup/Cawabup. Anehnya, padahal kriteria Pemilu Kada telah dipahami para calon sebelumnya, tetapi.......... Nah, untuk itu Kadis Pendidikan, Pengawas harus proaktif dan lebih peka. Dunia pendidikan merupakan masa depan Pakpak Bharat” kata Bupati Pakpak Bharat H. Makmur Berasa,SH didampingi Kadisdik Tuppak Banurea,SH Melanjutkan paparan Kadisdik di awal pembukaan sosialisasi Pilkada damai di lingkungan pendidikan. Bertopikkan guru harus netral.

Kegiatan itu dihadiri ratusan Guru/Kasek. Dari 52 desa, yang ada di 8 kecamatan se-Kabupaten Pakpak Bharat. Kepada mereka secara lisan Bupati memerintahkan, supaya materi kegiatan disosialisasikan kepada guru lainnya. Demikian pesan Bupati seraya menutup kegiatan (Kamis 15/4/2010) di Aula Pemkab Sindeka Salak.
(Pers)



1:59 AM | 0 comments | Read More

Pemkab Pakpak Bharat Sosialisasikan Waspada Teroris

Written By Juwita on Thursday, September 10, 2009 | 3:04 AM

Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat,melaksanakan Sosialisasi Kewaspadaan Dini Masyarakat terhadap teroris,dan melihat karena Kabupaten Pakpak Bharat yang berbatasan dengan wilayah NAD,namun sangat tergolong Aman,namun,dihimbau agar masyarakat agar tidak terkecoh akan tipu daya teroris yang diduga saat ini berlindung di bawah ketiak Agama,dan perlu dipahami,jihad ala terorisme,relevansinya sangat bertentangan dengan Al-Quran.




Untuk itu dihimbau kepada Masyarakat yang terdiri dari berbagai unsur,supaya memahami wawasan kebangsaan,dan cinta tanah Air,dimana ke dua hal itu adalah juga sebahagian dari Iman.paparan itu terungkap pada Acara Sosialisai diatas pada kamis kemaren 10/09,yang bertempat di Gedung Aula Pemkab Pakpak Bharat Panorama Indah Dlleng Sindeka.



Pada acara dimaksud,Komunitas Intelizen Daerah(Kominda) yang dipegang oleh Wabup Pakpak Bharat,Remigo y.Berutu,menghimbau agar terus menjalin komunikasi,Koordinasi dan kerja sama sebagai antisipasi Dini,dan dipimpin langsung oleh Dandim 0206/D,Letkol Inf Abdul Rahman,S.Sos.Kapolres Pakpak Bharat,AKBP Suriadi Bahar,SH.MHum.dan tampak hadir saat itu,Ka,Kesbang Linmas,Drs,Hasannudin,Ka,PMD,Drs Sobat Maha, Ka.Catpil,Drs Laktani Solin,Kakandepag,Drs.H.Lecce Berutu,Camat,Kades dan Perangkatnya,tokoh Agama,Pemuda dan Masyarakat,dan undangan lainya.



Dalam kesempatan itu Dandim Letkol Inf Abd Rahman S.Sos.menyarankan bila ada mencurigakan segera lapor ke TNI/ Polri,dan TNI/Polri siap bertindak tegasnya seraya menyatakan ditengah masyarakat ada Babinsa dan Polmas sebagai ujung tombak yang didukung perangkat Desa,dan hal itu juga di Amini Kapolres Pakpak Bharat,AKBP.Suriadi Bahar,SH.MHum sembari menegaskan kepada pihak terkait agar selektif memberikan identitas diri Kemasyarakat.
3:04 AM | 0 comments | Read More

Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW dan Penyambutan Bulan Suci Ramadhan Tingkat Kabupaten Pakpak Bharat Berlangsung Meriah

Written By Juwita on Thursday, August 20, 2009 | 3:00 AM

Hari ini 20 Agustus 2009 bertepatan dengan tanggal 28 Syaban 1430 H, Kabupaten Pakpak Bharat memperingati Isra Mi'raj nabi Muhammad SAW sekaligus penyambutan bulan suci ramadhan. Pelaksanaannya berlangsung di gedung serba guna Salak.

Perayaan kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Panitia mengundang semua jemaah dari seluruh desa yang ada di Kabupaten Pakpak Bharat dan semua PNS di lingkup Pemkab Pakpak Bharat. Sehingga prosesinya cukup meriah dengan jumlah undangan yang hadir membludak.

Mengambil tema Melalui Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW dan penyambutan bulan suci Ramadhan 1430 H kita tingkatkan ukhuwah islamiah menuju masyarakat Pakpak Bharat yang Nduma. Tampil sebagai penceramah bapak Drs. H. Nasrun Zakaria yang sengaja di hadirkan panitia dari Medan.

Dalam kesempatan itu hadir pejabat dan unsur muspida kabupaten Pakpak Bharat seperti Bupati, Wakil Bupati, Sekda, Kapolres Pakpak Bharat, Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten Pakpak Bharat, Para Kepala Dinas dan para undangan lainnya utusan dari semua jemaah se Kabupaten Pakpak Bharat.

Dalam sambutannya, Bupati Pakpak Bharat bapak H.Makmur Berasa, SH menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat tidak akan pernah berhenti membangun di segala sektor termasuk sektor kerohonanian/keagamaan. Namun Bupati menekankan usaha pemerintah harus di dukung oleh masyarakat. Masyarakat di ingatkan tidak cukup hanya berdoa tanpa berusaha. Kerja keras adalah keharusan disamping taat menjalankan ibadah keagamaan agar tercapai yang di cita-citakan yaitu masyarakat yang Nduma.

3:00 AM | 0 comments | Read More

PLTA Berbiaya Rp.500 M Akan Di Bangun Di Kabupaten Pakpak Bharat

Written By Juwita on Monday, August 3, 2009 | 5:01 AM

Investasi Besar mulai masuk ke Kabupaten Pakpak Bharat. Saat ini seorang insvestor dari medan, yaitu direktur PT Pakpak Bharat Bumi Energi, H.Indra utama mulai mengucurkan modal senilai Rp 500 miliard, lebih besar dua kali dari APBD Pakpak Bharat untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang berkapasitas 21 Mega wat (Mw).

Proyek ini diyakini akan melahirkan dan menggerakkan Proyek-proyek lainya dan akan menghidupkan Roda Perekonomian sehingga Kabupaten yang merupakan Pemekaran dari Kabupaten induk/Dairi ini diyakini akan mengalami kemajuan yang sangat pesat.

Jika PLTA tersebut telah beroperasi maka sektor sektor Pembangunan lainnya dan peningkatan taraf hidup masyarakat bakal meningkat,hal ini akan membawa kemajuan Kabupaten Pakpak Bharat, dan diharapkan lebih maju dari Kabupaten Induk/Dairi. Hal ini bisa tercapai jika masyarakat dapat menerima dan mendukung kehadiran investor yang masuk ke daerahnya untuk menanamkan modalnya dan melakukan pembangunan proyek yang berdampak multiplifer effect tersebut.

Prospek itu dikemukakan direktur PT Pakpak Bumi Energi, H Indra utama yang didampingi Direktur Bakkara Bumi Energi Don Mahyudin kepada pers, bahwa minggu kemarin ke dua Perusahaan itu secara bersama-sama mulai menanamkan modal senilai Rp.500 M. Untuk membangun PLTA di Kabupaten Pakpak Bharat.

PLTA yang menghasilkan tenaga 21 Mw ini di bangun di Kecamatan Pergetteng-getteng Sengkut memanfaatkan Sungai Lae ordi (Lae Une).

Kedua direktur Perusahaan yang bergerak dibidang Pembangunan Pembangkit Listrik tersebut telah menghadiri dialog percepatan pembangunan Pakpak Bharat yang diselenggarakan bersama warga setempat bersama Pihak Pemkab yang bertempat dilokasi Lae Une, Kecupak, pada minggu yang lalu, dimana dialog dengan materi pokok pembangunan PLTA. Selain itu H.Indra utama dan Don Mahyudin juga menghadirkan narasumber Bupati Pakpak Bharat, H. Makmur Berasa,SH, Mansehat Manik dari kesatuan marga sulang silima, Mertua Manik dari unsur pemuda, dan Manahan Manik dari unsur masyarakat kecupak 1, Punten Manik dari unsur Sukut Nitalun, Marudin Manik dari unsur Putra Pakpak Bharat dari Perantauan.

Penulis: Belmon Tumangger (Wartawan Harian Gaya Medan)
5:01 AM | 0 comments | Read More

Selamat HUT Ke-VI Kabupaten Pakpak Bharat

Written By Juwita on Tuesday, July 28, 2009 | 1:47 AM

28 Juli 2009.

Tepat 6 tahun lahirnya Kabupaten Pakpak Bharat.
Perayaannya dengan sederhana dilaksanakan di Lapangan Napasengkut kota Salak. Perayaan kali ini memang tidak semeriah tahun lalu. Hanya dilaksanakan dengan resepsi makan "Pelleng" dan lomba kesenian daerah. Dalam undangan
terlihat tokoh-tokoh pemrakarsa pembentukan Kabupaten Pakpak Bharat dan muspida dari Kabupaten Dairi sebagai Kabupaten induk.

Yang terpenting memang makna dibalik perayaan hari jadi Kabupaten Pakpak Bharat sebagai satu media evaluasi keberhasilan pembangunan. Apakah ada kemajuan dalam satu tahun terakhir, atau malah terjadi kemunduran..?

Perayaan HUT Ke-6 Kabupaten Pakpak Bharat kali ini mengambil tema "Dengan semangat hari jadi Kabupaten Pakpak Bharat mari kita tingkatkan etos kerja aparatur pemerintah dan masyarakat" dan sub tema "Persada ukurta, gegohi mengula, pedaoh perubaten, asa ndor kita rebbak nduma".

Semoga, perayaan yang sederhana ini membawa dampak positif untuk kemajuan Kabupaten Pakpak Bharat kedepan.

Mari bersama menyumbangkan sesuatu yang sanggup kita sumbangkan untuk kemajuan Kabupaten Pakpak Bharat.

Njuah-njuah..!!

1:47 AM | 0 comments | Read More

Lomba Tangkas Koperasi Propinsi Sumatera Utara Tingkat SLTA Tahun 2009 Berjalan Mulus di Pakpak Bharat

Written By Juwita on Wednesday, July 15, 2009 | 4:14 AM

Atas nama Bupati Pakpak Bharat. Wabup Ir. Remigo Y. Berutu, MBA membuka lomba Tangkas Terampil Koperasi Tk.SLTA. Wilayah III Provinsi Sumut Tahun perlombaan 2009, Terdiri dari 5 Kabupaten/ Kota yang ditempatkan di Kabupaten Pakpak Bharat. Kegiatan yang difasilitasi oleh Dinas Perindagkop setempat itu diselenggarakan di Aula Pemkab, Komplek Panorama Indah Sindika Salak Rabu (15/7) berjalan mulus.

Dihadapan Siswa/I kreatif dengan 5 regu, sebanyak 15 orang dilengkapi tenaga pendamping dari masing-masing peserta. Dari Kabupaten Simalungun, Kotamadya P.Siantar, Kabanjahe, Dairi dan Pakpak Bharat yang memperebutkan piala/trophy.

Wabub Ir. Remigo Y.Berutu, MBA mengaku bangga atas dipilihnya Pakpak Bharat menjadi pusat kegiatan Lomba Tangkas Koperasi di Wilayah III Provsu.
Dengan demikian lanjut Wabup, ditengah terpaan krisis global sebagai bekal, mengatasi roda perekonomian, perlu dihidupkan kembali per-koperasian di "Bumi Persada", ini tampil soko-guru apalagi Koperasi eksistensinya telah diakui, sesuai UU perkoperasian No.25 Tahun 1992 dan, UU 1945, tegasnya seraya berharap melaui lomba Tangkas Terampil Koperasi , geliat pembangunan disektor Koperasi kedepan kian berkembang. Untuk itu , sambung Remigo Berutu kepada para peserta agar benar-benar dan, berpacu mengikuti lomba ketangkasan yang dilaksanakan Panitia. Selamat berjuang, ujarnya memberi support pada anak didik SMA dan SMK yang sudah terseleksi. Pada kesempatan itu Beliau juga mengharapkan penilai dan juri harus kompetible dan jujur.

Tim (pembawa) acara lomba tangkas terampil Koperasi menghujani puluhan pertanyaan kepada peserta yang terdiri dai 5 regu dengan materi terfokus pada Koperasi, keluarga Berencana, Pertanian dan Pengetahuan Umum bidang Pendidikan/pelatihan dalam konteks perkoperasian dan UKM provinsi Sumatera Utara.

Dari hasil penilaian juri/panitia, SMA Negeri II Dairi tampil sebagai juara I dengan nilai 1.300 dari Regu - D atas nama, Richardo, Basri Siringoringo dan Sri Tumangger, Pedamping Mr.C. Bako. Juara ke II SMU Negeri I STU Julu (nilai 950), Juara ke III SMK Negeri P. Siantar (nilai 700). Dan juara harapan I SMK Negeri Simalungun (nilai 700), juara harapan II SMK Negeri I Kabanjahe (nilai 700).

(Pers)

4:14 AM | 0 comments | Read More

KABUPATEN PAKPAK BHARAT. SELAMAT HUT KE-5. Makin pihirna mango "tulan bocah" i.?

Written By Juwita on Monday, June 30, 2008 | 10:34 AM

KADO UNTUK MASYARAKAT PAKPAK: HANYA CERMIN & CAMBUK

28 Juli 2008.
Usia kabupaten Pakpak Bharat menginjak 5 tahun. Ibarat bocah memang belum sempurna. Berjalan masih tertatih, jatuh dan jatuh lagi.
Wajar tahap usia belajar. Memang harus dilalui. Namun di usia mudanya, telah dapat dibaca potensi kuat yang akan dimilikinya kedepan.

Kabupaten Pakpak Bharat sebagai 'bocah'. Di usianya yang ke-5 masih jauh dari kesempurnaan.
Belum saatnya kita tersenyum. Karena selayaknya, di usia yang ke 5 ini, kado yang kita terima yang paling bagus hanyalah "Cermin dan Cambuk."

Dalam artian, visi mensejahtrakan rakyat masih terapung-apung di "Lae Une".
Masih butuh jago renang yang benar-benar memiliki skill dan SDM untuk meraihnya.

Bagi anda-anda penenton dipinggir "Lae Une" yang merasa turut memiliki. Tanya diri anda.

Apa yang bisa anda berikan?

Jangan hanya bisa "Penonton Perlangi", dengan komentar2 yang memanaskan telinga, propoganda, bahkan jadi provokator ditanah sendiri.

Berikanlah "galah" berupa ide-ide atau "kail" untuk "Perlangi".

Mudah-mudahan, apa yang "terapung-apung" dan yang "tenggelam" bisa kita raih, dan memang harus kita raih walau itu tidak mudah. Kita pasti bisa jika bersama, dan kita memang harus bersama sebagai saudara senasib, karena Pakpak Bharat milik kita bersama..milik anak-anak kita kelak hingga cucu, cicit, buyut,...,..!

Dengan bersama, pasti kedepan, kado yang kita terima lebih baik lagi. Minimal "Ikan Jurung I Lae Une Nai."

Njuah-njuah banta karina.

Selamat HUT Kab. Pakpak Bharat ke-5

Bage ate mo rejeki, bage tennah mo sodip.

.


10:34 AM | 0 comments | Read More