Cari Blog Ini

Showing posts with label Gempa. Show all posts
Showing posts with label Gempa. Show all posts

Ini Dia Taksiran Biaya Rehabilitasi di Pakpak Bharat Akibat Gempa Singkil

Written By Juwita on Monday, September 12, 2011 | 6:55 AM

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pakpak Bharat memperkirakan biaya rehabilitasi dan rekonstruksi sejumlah bangunan kantor dan rumah penduduk yang rusak akibat gempa mencapai Rp60 miliar. ”Untuk rehabilitasi dan rekonstruksi sejumlah bangunan maupun sarana dan fasilitas umum yang rusak di Pakpak Bharat,dibutuhkan biaya sedikitnya Rp60 miliar,”kata Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pakpak Bharat Kastro Manik, kemarin.

Bangunan dan fasilitas umum yang rusak, antara lain 29 unit gedung di kompleks perkantoran Pemkab Pakpak Bharat,43 unit gedung sekolah dan rumah sakit umum.Kemudian, 361 unit rumah penduduk yang rusak berat,rusak sedang dan rusak ringan, dua unit bangunan puskesmas, rumah dinas bupati dan wakil bupati, Kantor Camat Pagindar, Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil serta Masjid Raya dan Gereja Kristen Protestan Pakpak Dairi (GKPPD) di Kecamatan Salak.
Pemkab Pakpak Bharat akan mengajukan permohonan kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) agar dapat menopang sebagian biaya program rehabilitasi dan rekonstruksi sejumlah sarana gedung pemerintah dan fasilitas umum, termasuk rumah penduduk yang rusak akibat diguncang gempa. Selama pascagempa,lanjut Kastro, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) Kabupaten Pakpak Bharat telah mendirikan beberapa posko, melakukan evakuasi dan penanganan terhadap para pengungsi serta menjamin kebutuhan logistik terhadap para korban gempa.

Bantuan logistik kepada para korban gempa diberikan selama masa tanggap darurat yang direncanakan berakhir 13 September. ”Untuk kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi, kami masih membutuhkan perhatian dan anggaran dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat,”tuturnya. Sebagaimana diketahui, gempa yang mengguncang sebagian besar wilayah Pakpak Bharat 6 September 2011, berpusat di sekitar Timur Laut Singkil Baru,Kabupaten Singkil, Provinsi Aceh dengan kekuatan 6,7 Skala Richter (SR).

Gempa juga merusak ribuan rumah,kantor pemerintah dan fasilitas publik lainnya di Kabupaten Dairi,serta Humbang Hasundutan (Humbahas). Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Sumut Ahmad Hidayat mengatakan,proses penanganan terhadap korban gempa di tiga kabupaten itu hingga saat ini berjalan baik. ”Masa tanggap darurat cukup satu minggu dan dilanjutkan dengan masa recovery. Pada masa ini yang terpenting adalah bagaimana agar fasilitas yang rusak, baik sarana pendidikan maupun rumah penduduk yang tergolong berat dapat ditangani segera,” katanya.

Terkait dengan pembiayaan terhadap fasilitas yang rusak berat dan berbiaya besar serta tidak mampu ditanggulangi pemerintah daerah setempat, menurut Hidayat, hal ini tentu harus ditangani pemerintahan pusat dan pemerintah provinsi.

Dana Tanggap Darurat Gempa di Aceh dan Sumut Rp1,2 M
Menteri Koordinator (Menko) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) R Agung Laksono mengatakan, telah menyiapkan dana tanggap darurat sebesar Rp1,2 miliar untuk Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Sumut. “Untuk tahap awal kita siapkan Rp1,2 miliar.Aceh dan Sumut masing-masing mendapatkan Rp600 juta,”katanya di Medan akhir pekan lalu.

Untuk rehabilitasi dan rekonstruksi kerusakan rumah penduduk akan disiapkan dana stimulasi seperti bencana yang terjadi di Semarang, Jawa Tengah (Jateng).“Jumlahnya belum bisa ditentukan.Tapi, untuk rumah yang rusaknya ringan akan diberikan Rp1 juta, rusak sedang Rp10 juta dan rusak berat Rp15 juta,”bebernya. Dari laporan awal yang diterimanya, ada ratusan lebih rumah yang rusak ringan dan puluhan yang rusak sedang dan berat, baik di Aceh maupun di Sumut. Selain itu,ada enam orang luka-luka dan dua meninggal. “Kita akan lakukan verifikasi dahulu sehingga setelah tahap darurat akan dilakukan rehabilitasi dan rekonstruksi, terutama fasilitas umum, seperti sekolah, masjid, gereja dan puskesmas,”sebutnya.

Mantan Ketua DPR ini menilai aparatur pemerintah dan masyarakat daerah yang terkena dampak gempa sudah siap dalam memberikan penanggulangan bencana. ”Saya sudah cek di lokasi untuk memastikan apakah sudah ditanggulangi atau belum, ternyata mereka (pemprov/pemkab/ pemkot di Sumut dan Aceh) sudah cukup mampu menanggulangi bencana alam itu sesuai standard.Mereka tidak panik. Kalau pimpinannya tidak panik, bawahannya pasti juga ikut menenangkan,”ujarnya.

Meski kepanikan itu dinilai wajar dan manusiawi, tetapi sikap tenang memberikan efek yang positif bagi masyarakat yang menjadi korban gempa. Agung juga mengungkapkan, pemerintah pusat menyiapkan dana sebesar Rp4,5 triliun untuk menanggulangi dan memperbaiki kerusakan akibat bencana alam pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2012.

Sebelum dana bantuan diserahkan ke daerah, pemerintah akan menerapkan sejumlah prosedur, seperti verifikasi tingkat kerusakan kepada pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota yang terkena bencana. ”Penilaian terhadap kebutuhan daerah yang mengalami musibah agar dana bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Di samping juga untuk menutup kemungkinan penyalahgunaan dana bencana alam itu.Pejabat yang mencuri uang negara dari bencana, nilai moralnya paling rendah,”tegasnya. (Seputar Indonesia)
6:55 AM | 0 comments | Read More

Tanggap Darurat Bencana di Pakpak Bharat Hanya Satu Pekan

Written By Juwita on Sunday, September 11, 2011 | 7:51 AM

Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara (Sumut) menetapkan waktu hanya satu pekan untuk masa tanggap darurat bencana. Seiring dengan berakhirnya masa tanggap darurat, 13 September mendatang, maka penanganan lanjutan akan dilakukan sesuai dengan kebutuhan.

Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolando Berutu mengatakan, pihaknya memperkirakan waktu satu pekan untuk masa tanggap darurat sudah relatif mencukupi.

"Namun sekiranya dibutuhkan perpanjangan waktu, maka akan diperpanjang," kata Berutu di hadapan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono yang melakukan peninjauan ke Pakpak Bharat, Jumat (9/9/2011).
Sebagian plafon Gedung DPRD Kabupaten Pakpak Bharat ambruk


Pasca gempa yang terjadi pada 6 September lalu, kata Berutu, pihaknya sudah melakukan serangkaian langkah-langkah untuk melakukan penanganan bencana. Pada masa tanggap darurat, prioritas utama memberikan pertolongan secara medis serta mendistribusikan bantuan.

Selain itu, juga telah dibentuk tim penanganan tanggap darurat dan pendirian posko-posko yang dipusatkan di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pakpak Bharat. Tim ini, katanya lagi, melakukan evakuasi dan pengungsian, serta memberikan bantuan pada korban bencana, inventarisasi jumlah korban dan kerusakan, serta menjamin kebutuhan logistik bagi korban selama masa tanggap darurat.

"Penanganan tanggap darurat ini masih dapat dilakukan Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat, walaupun begitu, kami tetap melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi. Sedangkan untuk kebutuhan rehabiliasi dan rekonstruksi kami masih membutuhkan perhatian dan anggaran dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat," kata Berutu.

Gempa berkekuatan 6,7 SR terjadi pada Selasa (6/9) lalu pada pukul 00.55 WIB. Pusat gempa berada sekitar 59 KM Timur Laut, Singkil Baru, Aceh Singkil, Aceh, namun guncangannya dirasakan di sebagian besar daerah di Sumut. Pakpak Bharat termasuk wilayah yang paling parah kerusakannya akibat bencana tersebut. (Detiknews.com)
7:51 AM | 0 comments | Read More

Ratusan Bangunan Dilaporkan Rusak Akibat Gempa di Pakpak Bharat

Written By Juwita on Wednesday, September 7, 2011 | 7:35 AM

Pendataan kerusakan fasilitas umum dan fasilitas sosial akibat gempa masih terus berlangsung di Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara (Sumut). Ratusan bangunan dan fasilitas umum rusak akibat gempa 6,7 SR itu. Di antara fasilitas yang rusak, terdapat 24 gedung sekolah yang terkena efek gempa, namun sebagian besar masuk kategori rusak ringan.

Data yang diperoleh dari Posko Penanggulangan Bencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pakpak Bharat menunjukkan, gedung sekolah yang rusak ringan ada 23 unit. Sementara yang tergolong rusak berat hanya satu unit.
Dinding Mesjid Raya Salak retak akibat gempa
"Gedung sekolah yang rusak itu, antara lain gedung SMPN 2 Nanjombal, SD Negeri Lae Merempat, dan SD Negeri Panggegean yang berada di Sitellu Tali Urang Jehe," kata Kepala Bagian Humas Sekretariat Daerah (Setda) Pakpak Bharat, Kastro Manik kepada wartawan Rabu (7/9/2011) malam di Salak, ibukota Pakpak Bharat, sekitar 196 kilometer dari Medan ibukota Sumut.

Sementara kerusakan lainnya, kata Manik, yakni masjid 10 unit termasuk masjid Raya Salak yang berada di Salak, ibukota Pakpak Bharat, kemudian 10 unit gereja, dan delapan kantor camat. Selain itu 27 gedung perkantoran milik Pemkab Pakpak Bharat juga rusak.

Gedung Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) ada 10 unit yang rusak, namun kerusakannya tergolong ringan. Fasilitas kesehatan lainnya yang mengalami kerusakan adalah gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Salak. Kemudian kerusakan juga terjadi pada fasilitas Mandi Cuci dan Kakus (MCK) yang jumlahnya mencapai 16 unit, dan 240 unit rumah penduduk, termasuk 40 yang tergolong rusak berat.

Terkait kondisi kerusakan ini, yang nilai kerugiannya untuk sementara diperkirakan Rp 43,3 miliar tersebut, Pemkab Pakpak Bharat sudah menyampaikan laporan kepada pemerintah provinsi maupun instansi terkait lainnya.

"Sudah diinformasikan kerusakan dan kerugian kepada Bapak Gubernur dan instansi yang terkait," kata Manik sembari menyatakan pihaknya juga sudah memberikan sosialisasi bencana agar warga masyarakat senantiasa waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana gempa susulan untuk menghindari terjadinya korban jiwa. (Detiknews.com)
Lihat photo-photo kerusakan di Pakpak Bharat akibat gempa Aceh disini
7:35 AM | 0 comments | Read More