Cari Blog Ini

Showing posts with label Profil Wilayah. Show all posts
Showing posts with label Profil Wilayah. Show all posts

Warga Dambakan Penuntasan Jalan Pakpak Bharat-Humbahas

Written By Juwita on Monday, October 10, 2011 | 11:40 PM

Penuntasan akses transportasi menghubungkan Delleng Sempon Desa Ulu Merah Kabupaten Pakpak Bharat-Parlilitan Kabupaten Humbahas (Humbang Hasundutan) sangat didambakan warga.

Seorang pria mengaku marga Berutu penduduk Desa Ulu Merah, Sabtu (9/10) menjelaskan, kini memang dirasa ada perkembangan. Infrastruktur di desa dimaksud sudah dibangun berkonstruksi hotmix sepanjang 1,5 kilometer.

Hanya saja, fasilitas umum belum berfungsi optimal sebab arus kendaraan dari kedua daerah otonom belum aktif. Artinya, dari sisi ekonomi belum memberi nilai tambah. Untuk sesama penduduk, lumayanlah.

Begitupun, dia mengapresiasi atensi pemerintah dimana sentuhan itu adalah lampu hijau bagi kelanjutan pekerjaan. Agar proyek tidak sia-sia, dipintakan pekerjaan menembuskan hubungan darat kedua wilayah segera direalisasikan.
pakpak
Jalan Hotmix di Ulumerah, kondisi baik tetapi belum membawa manfaat
Anggota DPRD Sumut daerah pemilihan Kabupaten Dairi, Karo dan Pakpak Bharat, Richard Eddy Lingga SE menjelaskan, ruas dimaksud dikategorikan jalan propinsi. Alokasi APBD (anggaran pendapatan dan belanja daerah) tahun 2010 bagi fisik itu adalah Rp 3.150.000.000.

Diakui, dana itu masih jauh dari kurang. Dibutuhkan sekitar Rp 8 milliar lagi agar konstruksi rampung hingga perbatasan Kabupaten Humbahas dan waktu dekat ini dalam pembahasan APBD Sumut Tahun Anggaran 2011 saya dan teman-teman DPRD Sumut mewakili Dapem X (Karo,Dairi dan Pakpak Bharat) berjuang untuk dapat di tampung anggarannya agar dapat menuntaskan pembangunan jalan sampai batas Humbahas.

Menurutnya, tindak lanjut pembangunan terkendala pada status lahan. Rute hingga ke daerah tetangga termasuk dalam kualifikasi hutan lindung. Jadi, tidak boleh sembarang labrak dimana berpotensi berhadapan dengan pelanggaran hukum. Belum lama ini, Komisi B DPRD Sumut telah menyampaikan usulan dan rekomendasi pinjam pakai ditandatangani Gubsu Syamsul Arifin kepada Menteri Kehutanan.

Perlu Dimatangkan
Setelah dicermati, substansi Amdal (analisa mengenai dampak lingkungan) perlu dimatangkan. Dokumen itu sendiri, kini ditangani Bappedalda.

Dia optimis, atas dukungan Bupati Phak Bharat Ir Remigo Yolando Berutu MBA dan Bupati Humbahas Drs Maddin Sihombing MM persoalan itu akan terselesaikan. Tahun 2011, jalur itu diyakini terbuka.

Terpisah, Remigo menegaskan, ketersediaan jalan propinsi adalah salah satu solusi mengatasi kemiskinan. Dari sisi waktu, jalur itu akan menghasilkan efisiensi perjalanan selama 6 jam jurusan Medan-Parlilitan disbanding Sidikalang. Relevansinya, tarif ongkos pasti turun. Dampak positif terhadap penduduk, assimilasi dan interaksi sinergis dengan peningkatan perekonomian dan pola fikir.

Dibenarkan, status hutan membuat jalur itu belum bisa dibuka. Komunikasi dengan berbagai elemen baik dewan, Pemerintah Sumut dijalin intens.

Dia optimis, Menteri Kehutanan akan menerbitkan payung hukum sebagai syarat utama. Pemerintah daerah berkomitmen mempertahankan kelestarian hutan di sekitar rute tersebut, sehingga tidak menjadi peluang praktik illegal logging bagi cukong.

Kondisi sekarang, hanya satu pintu keluar masuk dari dan ke ibukota kabupaten, yaitu Sukarame. Padahal, wilayah ini berdampingan dengan Humbahas, Aceh Singkil dan Dairi. Ia menekankan, jalur alternatif mesti diadakan melepas imej terisolir. (medansatu.com-Partono)
11:40 PM | 0 comments | Read More

Hati-Hati, Pakpak Bharat Termasuk 13 Daerah Rawan Angin Puting Beliung di Sumut

Written By Juwita on Wednesday, August 3, 2011 | 12:31 AM

Sepertinya masyarakat Pakpak Bharat perlu untuk selalu wasapada mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan akibat fenomena alam yang mungkin akan terjadi, kapan pun dituntut kewaspadaan masyarakat Pakpak Bharat. Seperti pada posting sebelumnya yang menyatakan bahwa Pakpak Bharat masuk Daerah Rawan Longsor 15% Di Sumut, maka informasi kali ini menyatakan bahwa Pakpak Bharat juga masuk daerah rawan angin puting beliung diantara 13 daerah lainnya di sumatera utara.

ilustrasi/google.com
Cuaca di Kota Medan belakangan ini acap kali tidak menentu, pada siang hari cuaca cerah dan cenderung panas bahkan mencapai suhu 34 derajat celsius. Sedangkan pada malam hari, hujan terkadang turun dengan intensitas ringan hingga sedang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) wilayah I Medan menyatakan, kota ketiga terbesar di Indonesia ini berpotensi dilanda puting beliung.

Puting beliung adalah angin yang berputar dengan kecepatan lebih dari 60-90 km/jam yang berlangsung 5-10 menit, akibat perbedaan tekanan yang sangat besar dalam area skala sangat lokal yang terjadi di bawah atau di sekitar awan cumulonimbus.

Di langit tampak ada pertumbuhan awan cumulus (awan putih bergerombol yang berlapis-lapis). Diantara awan tersebut ada satu jenis awan yang batas tepinya sangat jelas bewarna abu-abu menjulang tinggi yang secara visual terlihat seperti bunga kol. Awan ini tiba-tiba berubah warna dari berwarna putih menjadi berwarna hitam pekat. Inilah yang disebut awan cumulonimbus.

Durasi pembentukan awan hingga awan punah berlangsung paling lama sekitar satu jam. Gejala awal puting beliung adalah udara terasa panas dan gerah. “Selain Medan, ada 12 daerah lainnya di Sumatera Utara yang berpotensi dilanda puting beliung dan Guntur dalam waktu ke depan,” ujar staf Pelayanan Data dan Informasi BMKG Wilayah I Medan, Kristin Matondang, kepada Waspada Online hari ini.

Selain Medan, sebutnya, daerah yang harus waspada terkena puting beliung, antara lain Tanjung Balai, Kabupaten Labuhan Batu, dan Deli Serdang. Kemudian Kabupaten Serdang Bedagai, Asahan, Batubara, Humbang Hasundutan, Padang Lawas Utara, Toba Samosir, Pakpak Bharat, Dairi, dan Langkat.

BMKG memperkirakan kecepatan angin tersebut dapat mencapai 30 knots atau 54 km per jam. Kondisi itu disebabkan pertumbuhan awan cumulonimbus cukup aktif sehingga potensi angin yang muncul lebih besar. Sedangkan guntur berpotensi terjadi pada saat hujan yang berpeluang turun pada sore hingga malam hari. “Secara umum, kondisi cuaca di Sumut berawan pada sore hari dengan suhu rata-rata 33 derajat celsius. Kondisi awan tersebut dapat berlanjut dengan turun hujan hingga malam hari dengan intensitas ringan hingga sedang,” tandasnya.

Waspada Online : Tuesday, 02 August 2011 23:01
Puting beliung ancam 13 daerah Sumut
12:31 AM | 0 comments | Read More

Hati-hati, Pakpak Bharat Daerah Rawan Longsor 15% Di Sumut

Written By Juwita on Friday, July 29, 2011 | 9:02 PM

Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut), mengidentifikasi 48 lokasi jalan rusak dan berlubang, 50 lokasi rawan longsor, 20 lokasi rawan banjir dan 77 lokasi rawan kemacetan, khususnya menjelang Lebaran tahun ini.

Data ini diungkapkan oleh Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut), Irjen Wisjnu Amat Sastro, dalam rapat dengar pendapat dengan DPRD Sumut, kemarin (25/7). Dijelaskan, 48 lokasi jalan rusak tersebut berada di 20 satuan wilayah Polda Sumut, yakni di Lintas Barat 27 lokasi, Lintas Timur 5 lokasi dan 16 lokasi di daerah lainnya.

Ilustrasi
"Kerusakan jalan terjadi di Desa Bulu Soma, Kecamatan Natal Kilometer 29-30 Kabupaten Mandailing Natal. Jalan Sibolga-Barus Kilometer 30-32, Kecamatan Sorkam, Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kilometer 134 Sipirok/Aek Latong Kabupaten Tapanuli Selatan," kata Kapolda.

Hal ini diamini oleh Jonathan I Tarigan, ahli geologi yang juga Koordinator Dewan Pakar Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sumut - Nanggroe Aceh Darussalam. Menurutnya, bencana longsor dan banjir menjadi ancaman utama di provinsi Sumut. Dari total wilayah Sumut yang luasnya mencapai 71.680 km2, lahan yang berpotensi terjadi longsor mencapai 46.592 km2 atau mencapai 65 persen.

Wilayah rawan longsor ini berada di 19 daerah di Sumut. "Longsor terjadi di ruas jalan Medan-Pakpak Bharat Kilometer 176, Kabupaten Pakpak Barat, Kilometer 134 Sipirok/Aek Latong, Kabupaten Tapsel, Kilometer 248 Tappahan, Samosir, Desa Tano Bato, Kecamatan Panyabungan Selatan, Desa Muara Botung, Kecamatan Kota Nopan Kilometer 54-55 Kabupaten Mandailing Natal dan Kilometer 56 (Tarutung) Simangumban Kabupaten Taput," katanya kepada Waspada Online, hari ini.

Daerah-daerah rawan longsor ini, terangnya, memerlukan perhatian lebih besar dari pemerintah daerah. "Dari 19 daerah itu, yang potensinya sangat tinggi adalah Kabupaten Langkat yang mencapai 30 persen, Tapanuli Tengah 20 persen, serta Mandailing Natal, Nias Selatan dan Pakpak Bharat yang masing-masing 15 persen," kata Jonathan.Dengan kondisi ini, sambung Jonathan, maka pemerintah daerah semestinya melakukan antisipasi untuk memperkecil dampak bencana longsor dan menghindari banyaknya jatuh korban jiwa. Salah satunya, melakukan program Mitigasi Bencana Berbasis Masyarakat (MBBM). Dengan program ini masyarakat diberitahukan mengenai potensi bencana di daerahnya sehingga dapat menyiapkan lebih siaga dan tahu apa yang harus dilakukan bila bencana datang. 
Sumber : Waspada Online Tuesday, 26 July 2011 19:36   
9:02 PM | 0 comments | Read More

Kota Salak, Ibukota Kabupaten Pakpak Bharat

Written By Juwita on Thursday, June 9, 2011 | 10:40 AM

Salak adalah ibu kota Kabupaten Pakpak Bharat. Kota Salak jauh berbeda dengan kota-kota besar lain di Indonesia. Sebagai kabupaten baru memang wajar kota ini belum begitu jauh menunjukkan adanya kemajuan.

Jangan harap menginap di hotel berbintang di kota ini, atau jika ingin berbelanja di pusat perbelanjaan seperti di mal-mal mewah atau ingin menyewa sebuah apartemen mewah. Satu-satunya Hotel yang ada masih tergolong kelas melati yaitu Hotel Lolona, dan satu-satunya pusat perbelanjaan adalah pasar (onan) Salak yang beroperasi hanya sekali dalam seminggu yaitu setiap hari Kamis.

Kota salak masih tergolong kecil, kota yang sederhana yang dihuni dengan jumlah penduduk dan data lain bisa dilihat disini.

Inilah kota Salak sebagai citra pembangunan di Kabupaten Pakpak Bharat. Sejauh mana kesungguhan membangun di Kabupaten Pakpak Bharat yang telah berumur 8 tahun bisa diukur dari keberadaan kota ini sebagai ibu kota kabupaten.

Memang bagi orang yang baru pertama kali berkunjung ke Salak mungkin akan ada perasaan terkejut, tidak menyangka keadaan yang ada jauh dari yang dibayangkan. Namun jika dibandingkan dengan sebelum mekarnya Kabupaten Pakpak Bharat tahun 2003 lalu, kota Salak telah mengalami kemajuan "luar biasa" terutama pembangunan fisik seperti jalan dan sarana pendidikan dan pertambahan jumlah penduduk.
 Pusat Pasar Salak, satu-satunya Pusat perbelanjaan di Ibu Kota Pakpak Bharat yang beroperasi sekali seminggu
10:40 AM | 0 comments | Read More

Sumatera Utara Miliki 2.938 Desa Tertinggal

Written By Juwita on Friday, April 22, 2011 | 8:07 AM

Sumatera Utara dewasa ini memiliki 2.938 desa tertinggal dan 261 desa di antaranya berada di daerah terpencil yang tersebar di sejumlah kabupaten.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa Sumut Rusli Abdullah dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Sumut di Medan, Selasa, mengatakan, desa tertinggal yang bukan di daerah terpencil sebanyak 2.677 desa.

Dari jumlah tersebut, persentase desa tertinggal di Sumut mencapai 57 persen dari total 5.123 desa yang ada di provinsi itu.

"Hanya 2.185 desa yang dikategorikan maju," katanya.

Menurut Rusli, cukup banyak faktor yang menyebabkan ketertinggalan desa-desa tersebut, khususnya yang berada di daerah terpencil.

Ia mencontohkan kelemahan dalam sumber daya manusia (SDM) serta masih sedikitnya layanan pembangunan yang diterima desa-desa tersebut.

Untuk mengatasi hal itu, pihaknya menyiapkan tiga program prioritas yang dinilai prorakyat, yakni pengentasan kemiskinan berbasis keluarga, pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat, dan pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Program pengentasan kemiskinan berbasis keluarga dilakukan dengan memberikan berbagai bantuan kebutuhan pokok masyarakat seperti penyediaan beras untuk rakyat miskin (Raskin).

Ada pun program pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat dilakukan dengan pemaksimalan program yang telah dicanangkan pemerintah untuk membantu kemampuan masyarakat meningkatkan kesejahteraan.

Ia mencontohkan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri, Proyek Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP), PNPM Perikanan, dan PNPM Pariwisata.

Sedangkan program pemberdayaan UMKM dilakukan dengan pemberian dana pinjaman bergulir untuk sejumlah pelaku usaha dan masyarakat yang hampir miskin.  (T.I023/B/R014/R014)e
(http://www.sumutprov.go.id)
8:07 AM | 0 comments | Read More

Pasar/Onan Sebagai Pusat Perbelanjaan di Kabupaten Pakpak Bharat

Written By Juwita on Friday, August 14, 2009 | 7:01 AM

Pasar atau dalam bahasa lokal Pakpak dikenal dengan Onan di Kabupaten Pakpak Bharat sampai saat ini yang ada hanya pasar tradisional. Tidak seperti di kota lain dimana kegiatan pasar berlangsung setiap hari, di kabupaten pakpak bharat pelaksanaannya hanya satu kali dalam satu minggu. Hal ini sudah cukup memenuhi kebutuhan masyarakat.

Jadi jika anda ingin mencari plaza, bioskop, mall atau super market sampai saat ini belum tersedia di kabupaten Pakpak Bharat.

Pengelolaan pasar tradisional menjadi kewenangan pemerintah kabupaten Pakpak Bharat dikelola oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan seksi Pasar. Sementara sampai saat ini fasilitas yang disediakan hanya kios-kios kecil berukuran 4 x 3 m dan balerong.

Pasar/onan tradisional menjadi pusat jual beli antara penjual dan pembeli. Produknya sebatas kebutuhan pokok sehari-hari dan tempat masyarakat menjual hasil taninya kepada penampung (tokeh). Penjual sebagian besar datang dari luar daerah terutama dari Sidikalang kabupaten Dairi. Produk yang djual adalah bahan pakaian, bahan makanan dan barang-barang lain yang belum ada di produksi di kabupaten Pakpak Bharat.

Keadaan sekarang, pasar tradisional yang ada di kabupaten Pakpak Bharat hanya empat pasar di empat kecamatan, yaitu onan Salak di Kecamtan Salak, Onan Singgabur di kecamatan STU Julu, Onan Sibande di kecamatan STU Jehe dan Onan Sukaramai di kecamatan Kerajaan.

1. Pasar Salak
Berada di ibukota kabupaten, Kota Salak. Di banding pasar/onan lain, pasar ini adalah paling besar dan ramai. Penyelenggaraannya dua kali seminggu yaitu setiap hari kamis dan senin. Selain hari kamis dan senin, lokasi pasar salak kembali sepi, hanya ada beberapa warung, tukang pangkas dan kedai-kedai kecil yang beroperasi setiap hari. Masyarakat yang menggunakan pasar ini dari kecamatan salak, kecamatan pergetteng-getteng sengkut, kecamatan tinada, kecamatan siempat rube dan dari kecamatan lain yang ingin berbelanja ke kota Salak.

2. Pasar Singgabur
Berada di desa Singgabur kecamatan STU Julu, beroperasi sekali seminggu setiap hari Rabu.

3. Pasar Sibande
Berada di Sibande ibu kota kecamatan STU Jehe. Beroperasi setap hari Rabu.

4. Pasar Sukaramai
Berada di Sukaramai ibu kota kecamatan Kerajaan. Beroperasi setiap hari Jum'at.

Dari artikel ini, pembaca tentu bisa menyimpulkan keadaan pasar di kabupaten Pakpak Bharat. Bagi yang memiliki minat dan modal, terbuka lebar peluang untuk membuka pusat perbelanjaan yang lebih baik di kabupaten Pakpak Bharat khususnya di kota Salak.

Tentang urusan perijinan di Kabupaten Pakpak Bharat terkenal dengan kemudahannya. Tidak ada yang berusaha mempersulit urusan pendatang yang ingin menanamkan modalnya di daerah ini, baik pemerintah maupun masyarakat.
7:01 AM | 0 comments | Read More

Data Kecamatan dan Desa di Kabupaten Pakpak Bharat

Written By Juwita on Monday, November 17, 2008 | 5:16 AM

Kabupaten Pakpak Bharat saat ini terdiri dari 8 Kecamatan dengan Jumlah Desa 52 Desa, Yaitu sebagai berikut:

1. Kecamatan Salak ibu kota Salak.
Terdiri dari 6 Desa, yaitu:
1. Desa Salak I
2. Desa Salak II
3. Desa Boangmanalu
4. Desa Penanggalan Mbinanga Boang
5. Desa Kuta Tinggi
6. Desa Sibongkaras.

2. Kecamatan Kerajaan ibu kota Sukaramai. Memiliki 10 Desa, yaitu:
1. Desa Sukaramai
2. Desa Kuta Dame
3. Desa Kuta Meriah
4. Desa Kuta Saga
5. Desa Majanggut I
6. Desa Majanggut II
7. Desa Pardomuan
8. Desa Perpulungen
9. Desa Surung Mersada
10. Desa Perduhapen

3. Kecamatan Tinada ibu kota Tinada, terdiri dari 6 Desa, yaitu:

1. Desa Tinada
2. Desa Prongil
3. Desa Silima Kuta
4. Desa Mahala
5. Desa Kuta Babo
6. Desa Buluh Tellang

4. Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe (STTU Jehe). Terdiri dari 10 Desa, yaitu:
1. Desa Tanjung Meriah
2. Desa Tanjung Mulia
3. Desa Kaban Tengah
4. Desa Perolihen
5. Desa Bandar Baru
6. Desa Maholida
7. Desa Simbruna
8. Desa Malum
9. Desa Mbinalum
10. Desa Perjaga

5. Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu (STTU Julu) ibu kota Rumerah. Terdiri dari 5 Desa, yaitu:
1. Desa Rumerah
2. Desa Silima Kuta
3. Desa Pardomuan
4. Desa Cikaok
5. Desa Lae Langge Namuseng

6. Kecamatan Pergetteng-getteng Sengkut ibu kota Kecupak. Terdiri dari 4 Desa, yaitu:
1. Desa Kecupak I
2. Desa Kecupak II
3 .Desa Aornakan
4. Desa Aornakan II
5. Desa Simerpara

7. Kecamatan Siempat Rube ibu kota Jambu Rea. Terdiri dari 6 Desa, yaitu:
1. Desa Siempat Rube I
2. Desa Siempat Rube II
3. Desa Siempat Rube IV
4. Desa Mungkur
5. Desa Kuta Jungak
6. Desa Traju

8. Kecamatan Pagindar ibu kota Sibagindar. Terdiri dari 4 Desa, yaitu:
1. Desa Sibagindar
2. Desa Napatalun Perlambuken
3. Desa Lae Mbentar
4. Desa Pagindar

5:16 AM | 0 comments | Read More

Peta Kabupaten Pakpak Bharat

Written By Juwita on Tuesday, July 22, 2008 | 8:04 PM

Klik Gambar Untuk Zoom

Sumber : Situs Resmi Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat

8:04 PM | 0 comments | Read More

Sindeka Dalam Photo

Written By Juwita on Monday, July 21, 2008 | 3:40 AM

Sedikit tentang Photo-photo lokasi Komplek Perkantoran Panorama Indah Delleng Sindeka Salak. Gambaran bagi anda yang belum pernah berkunjung ke Kota Salak. Semenjak perkantoran pemkab Pakpak Bharat dibangun, lokasi ini menjadi tempat yang sangat menarik, karena berada di ketinggian, bisa leluasa memandang ke kota Salak di bawahnya sampai ke beberapa desa-desa kecil di kejauhan Siempat Rube dan Kecupak.
pemandangan kota pakpak bharat salak
Kantor DPRD Pakpak Bharat

pemandangan kota pakpak bharat salak
Kantor DPRD Pakpak Bharat

pemandangan kota pakpak bharat salak
Kumpulan Kantor Dinas di Delleng Sindeka

pemandangan kota pakpak bharat salak
Kantor Bupati Pakpak Bharat dengan Latar Kota Salak

pemandangan kota pakpak bharat salak
Pemandangan Kota Salak dari Sindeka
3:40 AM | 0 comments | Read More