Cari Blog Ini

Guna Ari-Ari Bana Kalak Pakpak (Makna Hari-Hari Dalam Kalender Pakpak)

Written By Juwita on Sunday, August 23, 2009 | 3:53 AM

Guna Ari-Ari Bana Kalak Pakpak (Makna Hari-Hari Dalam Kalender Pakpak)

Suku Pakpak memiliki aturan waktu dan kalender tersendiri. Beda dengan kalender pada umumnya dimana setiap tanggal hanya menunjukkan nilai aturan waktu, bagi Suku Pakpak/Kalak Pakpak hari disamping dipandang sebagai nilai waktu setiap hari memiliki makna tersenderi. Telah di atur dan diyakini kelebihan dan kekurangan setiap hari-hari tertentu. Hal ini menjadi pedoman dalam melaksanakan sebuah pekerjaan. Sebelum bertindak melaksanakan sebuah ulaan, biasanya terlebih dahulu dengan melihat "ketika"/hari yang cocok. Berikut adalah hari-hari Pakpak dan tanggal beserta makna hari setiap tanggalnya.

3:53 AM | 0 comments | Read More

Musim Ardangen

Written By Juwita on Friday, August 21, 2009 | 1:09 AM

Ini bulan Agustus. Di kabupaten Pakpak Bharat pada bulan ini biasanya curah hujan tinggi. Telah menjadi budaya, semenjak dahulu pada bulan ini dan sebulan sebelum atau setelahnya digunakan masyarakat sebagai Musim Ardangen (musim menanam padi di darat).

"Mardang" adalah budaya dalam masyarakat Pakpak yang masih dibudayakan sampai saat ini, yaitu kegiatan
menanam padi di ladang (darat). Setelah lahan siap tanam, pemilik lahan kemudian "Merkua" (mengundang warga lain agar bersedia membantu) dan penanaman dilakukan secara gotong royong dengan warga lain yang diminta bantuan (disebut Kinua).

Dulu bercocok tanam dilakukan dengan sistem Nomaden (berpindah-pindah sesuai kesuburan tanah), tapi saat ini sistem ini tidak ada lagi karena lahan yang semakin sempit dan telah diterapkannya sistem pemupukan. Ciri khas bercocok tanamnya dengan membuat lobang pada lahan dengan alat kayu yang ujungnya dibuat runcing (Tutak). Kemudian bibit padi ditanam pada lobang tersebut. Pekerja yang bertugas membuat lobang tanaman disebut "Pertutak", sedangkan orang yang menanam (memasukkan padi ke dalam lobang yang dibuat) disebut "Pengennah" Saat mardang, ciri khas makanan sebagai lauk konsumsi pekerja yaitu "Gambas Tinopong", yaitu ikan asin goreng yang di tepung.

Pelaksanaan menanam padi ini dilakukan secara gotong royong dan bergantian sampai semua masyarakat selesai melaksanakan "Mardang". Sampai saat ini budaya ini masih terpelihara sebagai sumber mata pencarian masyarakat, disamping itu dilakukan juga becocok tanam di sawah, tanaman muda/palawija dan berkebun kopi.


1:09 AM | 0 comments | Read More

Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW dan Penyambutan Bulan Suci Ramadhan Tingkat Kabupaten Pakpak Bharat Berlangsung Meriah

Written By Juwita on Thursday, August 20, 2009 | 3:00 AM

Hari ini 20 Agustus 2009 bertepatan dengan tanggal 28 Syaban 1430 H, Kabupaten Pakpak Bharat memperingati Isra Mi'raj nabi Muhammad SAW sekaligus penyambutan bulan suci ramadhan. Pelaksanaannya berlangsung di gedung serba guna Salak.

Perayaan kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Panitia mengundang semua jemaah dari seluruh desa yang ada di Kabupaten Pakpak Bharat dan semua PNS di lingkup Pemkab Pakpak Bharat. Sehingga prosesinya cukup meriah dengan jumlah undangan yang hadir membludak.

Mengambil tema Melalui Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW dan penyambutan bulan suci Ramadhan 1430 H kita tingkatkan ukhuwah islamiah menuju masyarakat Pakpak Bharat yang Nduma. Tampil sebagai penceramah bapak Drs. H. Nasrun Zakaria yang sengaja di hadirkan panitia dari Medan.

Dalam kesempatan itu hadir pejabat dan unsur muspida kabupaten Pakpak Bharat seperti Bupati, Wakil Bupati, Sekda, Kapolres Pakpak Bharat, Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten Pakpak Bharat, Para Kepala Dinas dan para undangan lainnya utusan dari semua jemaah se Kabupaten Pakpak Bharat.

Dalam sambutannya, Bupati Pakpak Bharat bapak H.Makmur Berasa, SH menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat tidak akan pernah berhenti membangun di segala sektor termasuk sektor kerohonanian/keagamaan. Namun Bupati menekankan usaha pemerintah harus di dukung oleh masyarakat. Masyarakat di ingatkan tidak cukup hanya berdoa tanpa berusaha. Kerja keras adalah keharusan disamping taat menjalankan ibadah keagamaan agar tercapai yang di cita-citakan yaitu masyarakat yang Nduma.

3:00 AM | 0 comments | Read More

Ikatan Pemuda Pemudi Kecamatan STU Julu (IKPPS)

Written By Juwita on Sunday, August 16, 2009 | 9:16 AM

Muda mudi memiliki potensi besar yang berguna jika di berdayakan. Jika pemuda pemudi bersatu dalam suatu wadah organisasi dengan aturan yang jelas maka tujuan positif memberdayakan mudi mudi akan tercapai dengan mudah.

Untuk itu, pada hari Minggu, 16 Agustus 2009 dibentuk Ikatan Pemuda Pemudi Kecamatan STU Julu (IKPPS) sekaligus pengukuhan pengurus.

Pelaksanaan kegiatan ini bertempat di Desa Singgabur. Dihadiri oleh muda mudi perwakilan dari seluruh desa se Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu. Peresmian dan pengukuhan langsung oleh Bapak Wakil Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu. Acara dimeriahkan oleh hiburan muda mudi, berlangsung dengan penuh semangat dan cukup meriah.
9:16 AM | 0 comments | Read More

Pasar/Onan Sebagai Pusat Perbelanjaan di Kabupaten Pakpak Bharat

Written By Juwita on Friday, August 14, 2009 | 7:01 AM

Pasar atau dalam bahasa lokal Pakpak dikenal dengan Onan di Kabupaten Pakpak Bharat sampai saat ini yang ada hanya pasar tradisional. Tidak seperti di kota lain dimana kegiatan pasar berlangsung setiap hari, di kabupaten pakpak bharat pelaksanaannya hanya satu kali dalam satu minggu. Hal ini sudah cukup memenuhi kebutuhan masyarakat.

Jadi jika anda ingin mencari plaza, bioskop, mall atau super market sampai saat ini belum tersedia di kabupaten Pakpak Bharat.

Pengelolaan pasar tradisional menjadi kewenangan pemerintah kabupaten Pakpak Bharat dikelola oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan seksi Pasar. Sementara sampai saat ini fasilitas yang disediakan hanya kios-kios kecil berukuran 4 x 3 m dan balerong.

Pasar/onan tradisional menjadi pusat jual beli antara penjual dan pembeli. Produknya sebatas kebutuhan pokok sehari-hari dan tempat masyarakat menjual hasil taninya kepada penampung (tokeh). Penjual sebagian besar datang dari luar daerah terutama dari Sidikalang kabupaten Dairi. Produk yang djual adalah bahan pakaian, bahan makanan dan barang-barang lain yang belum ada di produksi di kabupaten Pakpak Bharat.

Keadaan sekarang, pasar tradisional yang ada di kabupaten Pakpak Bharat hanya empat pasar di empat kecamatan, yaitu onan Salak di Kecamtan Salak, Onan Singgabur di kecamatan STU Julu, Onan Sibande di kecamatan STU Jehe dan Onan Sukaramai di kecamatan Kerajaan.

1. Pasar Salak
Berada di ibukota kabupaten, Kota Salak. Di banding pasar/onan lain, pasar ini adalah paling besar dan ramai. Penyelenggaraannya dua kali seminggu yaitu setiap hari kamis dan senin. Selain hari kamis dan senin, lokasi pasar salak kembali sepi, hanya ada beberapa warung, tukang pangkas dan kedai-kedai kecil yang beroperasi setiap hari. Masyarakat yang menggunakan pasar ini dari kecamatan salak, kecamatan pergetteng-getteng sengkut, kecamatan tinada, kecamatan siempat rube dan dari kecamatan lain yang ingin berbelanja ke kota Salak.

2. Pasar Singgabur
Berada di desa Singgabur kecamatan STU Julu, beroperasi sekali seminggu setiap hari Rabu.

3. Pasar Sibande
Berada di Sibande ibu kota kecamatan STU Jehe. Beroperasi setap hari Rabu.

4. Pasar Sukaramai
Berada di Sukaramai ibu kota kecamatan Kerajaan. Beroperasi setiap hari Jum'at.

Dari artikel ini, pembaca tentu bisa menyimpulkan keadaan pasar di kabupaten Pakpak Bharat. Bagi yang memiliki minat dan modal, terbuka lebar peluang untuk membuka pusat perbelanjaan yang lebih baik di kabupaten Pakpak Bharat khususnya di kota Salak.

Tentang urusan perijinan di Kabupaten Pakpak Bharat terkenal dengan kemudahannya. Tidak ada yang berusaha mempersulit urusan pendatang yang ingin menanamkan modalnya di daerah ini, baik pemerintah maupun masyarakat.
7:01 AM | 0 comments | Read More