Cari Blog Ini

Kota Salak, Ibukota Kabupaten Pakpak Bharat

Written By Juwita on Thursday, June 9, 2011 | 10:40 AM

Salak adalah ibu kota Kabupaten Pakpak Bharat. Kota Salak jauh berbeda dengan kota-kota besar lain di Indonesia. Sebagai kabupaten baru memang wajar kota ini belum begitu jauh menunjukkan adanya kemajuan.

Jangan harap menginap di hotel berbintang di kota ini, atau jika ingin berbelanja di pusat perbelanjaan seperti di mal-mal mewah atau ingin menyewa sebuah apartemen mewah. Satu-satunya Hotel yang ada masih tergolong kelas melati yaitu Hotel Lolona, dan satu-satunya pusat perbelanjaan adalah pasar (onan) Salak yang beroperasi hanya sekali dalam seminggu yaitu setiap hari Kamis.

Kota salak masih tergolong kecil, kota yang sederhana yang dihuni dengan jumlah penduduk dan data lain bisa dilihat disini.

Inilah kota Salak sebagai citra pembangunan di Kabupaten Pakpak Bharat. Sejauh mana kesungguhan membangun di Kabupaten Pakpak Bharat yang telah berumur 8 tahun bisa diukur dari keberadaan kota ini sebagai ibu kota kabupaten.

Memang bagi orang yang baru pertama kali berkunjung ke Salak mungkin akan ada perasaan terkejut, tidak menyangka keadaan yang ada jauh dari yang dibayangkan. Namun jika dibandingkan dengan sebelum mekarnya Kabupaten Pakpak Bharat tahun 2003 lalu, kota Salak telah mengalami kemajuan "luar biasa" terutama pembangunan fisik seperti jalan dan sarana pendidikan dan pertambahan jumlah penduduk.
 Pusat Pasar Salak, satu-satunya Pusat perbelanjaan di Ibu Kota Pakpak Bharat yang beroperasi sekali seminggu
10:40 AM | 0 comments | Read More

7 (Tujuh) Suku Kanibal Paling Berbahaya di Dunia

Written By Juwita on Sunday, June 5, 2011 | 11:47 PM

Berikut ini adalah informasi unik dari 7 suku kanibal paling berbahaya di dunia yang sampai saat ini keberadaanya masih eksis.

The Carib


Nama suku inilah yang menjadi sebutan untuk orang yang memakan orang lain. Ini diketahui merupakan suku pertama di dunia yang melakukan praktek kanibalisme. Oleh para pelaut biasa disebut "The Carib people of the Lesser Antilles".

Nama ini diberikan oleh colombus dalam catatannya dengan menyebut nama "caniba" (yang merupakan kata lain dari kariba yang artinya "orang yang memakan orang").

Para suku karibia ini biasanya melakukan kanibalisme kepada musuhnya, namun semenjak masuknya agama kristen kesana, perlahan-lahan budaya itu mulai hilang.

The Aztec


Suku aztec tidak diragukan lagi sebagai suku yang paling brutal sebelum ditemukannya benua amerika oleh colombus. Mereka melakukan ribuan pengorbanan menggunakan manusia tiap tahunnya. Korban biasanya dicabut jantungnya yang masih dalam keadaan berdetak selagi hidup. Lalu tubuhnya dijadikan masakan untuk dimakan beramai-ramai.

The Native Americans


Pada masa awal penaklukan benua amerika, banyak sejarahwan bercerita bahwa suku-suku Indian di Amerika melakukan praktek kanibalisme. Walaupun sekarang masih jadi perdebatan namun banyak yang mengaku memiliki bukti praktek kanibalesme oleh suku-suku Indian.
Contohnya suku Indian karankawa di Texas, pada tahun 1768 seorang pendeta yang berasal dari Spanyol menyaksikan dan merekam ritual yang dilakukan karankawa kepada musuhnya yang disandera. Mereka mengelilingi korban tersebut dan secara bergantian memotong kulit / daging korbannya lalu memakan nya di depan mata korbannya.

The africans


Benua ini mungkin merupakan benua yang masih melakukan praktek kanibalisme sampai saat ini. Walaupun secara kasat mata tidak pernah terlihat, banyak saksi mata melaporkan adanya aktivitas perdagangan organ tubuh manusia disana.

Disertai bukti banyak warga pendatang yang hilang saat berlibur / melintas disana. Biasanya penculikan dilakukan oleh geng2 kriminal. Disebutkan juga, pada saat perang kongo ke-2 dan perang sipil di liberia dan sierra leone sering terjadi aksi kanibalisme disana.

Fiji


Budaya kanibalisme juga diketahui telah menyebar di kawasan polinesia dan melanisia.sebagai contoh ,FIJI diketahui sebagi pulau para kanibalisme.seorang kepala suku fiji mengakui telah memakan 875 orang dan sangat membanggakannya.

The Korowai


Suku korowai di papua,indonesia diketahui sebagai suku yang masih tersisa di dunia dan melakukan kanibalisme hingga saat ini. Mereka biasanya memakan anggota sukunya yang dicurigai sebagai penyihir. Biasanya mereka memakan otaknya selagi masih dalam keadaan hangat. Kediaman mereka biasanya berada diatas pohon yang tinggi berguna untuk melindungi dari musuh-musuhnya.

The Maori


Suku maori di new zealand merupakan suku kanibal yang pernah terdokumentasikan dengan sangat baik. Kanibalisme sudah menjadi bagian dari kebudayaan maori dan mereka tidak pernah berhenti memakan musuhnya. Ketika kapal inggris, The Boyd, berlabuh dan para awaknya membunuh anak dari kepala suku maori, para pejuang suku maori membalas dendam dengan membunuh dan memakan 66 awak kapal tersebut. Kejadian ini yang akhirnya terkenal sebagai "body massacre". 

Yang jelas Suku Pakpak tidak ada bukan...? Karena Suku Pakpak bukanlah Suku Kanibal.
11:47 PM | 0 comments | Read More

Pemilu, Cukup Tunjukkan KTP

Written By Juwita on Saturday, May 7, 2011 | 10:00 PM



Departemen Dalam Negeri (Depdagri) melakukan langkah maju terkait sistem informasi dan administrasi kependudukan (SIAK). September nanti dimulai penggunaan nomor induk kependudukan bagi warga yang mengurus kartu tanda penduduk (KTP).Untuk merealisasikan penggunaan SIAK, pekan lalu Depdagri mengumpulkan perwakilan pemerintah kabupaten dan kota seluruh Indonesia ke Jakarta. Tindakan Depdagri itu merupakan langkah strategis sosialisasi pelaksanaan peraturan pemerintah (PP) Nomor 37/2007 tentang Pelaksanaan UU Administrasi Kependudukan.
"Ini baru tahap sosialisasi. Nanti, kalau masih belum ada kemajuan, akan diterapkan sanksi. Jadi, sekarang diimbau dulu. Saya yakin, masing-masing daerah akan berbenah," ujar Sekretaris Jenderal Depdagri Diah Anggraeni usai membuka acara sosialisasi tentang PP 37/ 2007 di Hotel Kaisar, Kalibata, Jakarta.Menurut Diah, peraturan tentang pencatatan penduduk harus berpihak kepada kepentingan masyarakat. "Misalnya, untuk pendataan program akta kelahiran gratis, itu nyata dan konkret," ujarnya. Selain itu, daerah diminta tidak menggantungkan diri pada subsidi pusat. "Bantuan pendataan penduduk dari pusat itu bersifat stimulan. Jadi, jangan ada anggapan bahwa daerah harus menunggu dahulu, baru bekerja," katanya. Dalam beberapa proyek pembangunan, kata Diah, memang perlu standardisasi. "Yang sederhana, misalnya, pembuatan nomor induk penduduk atau KTP baru berbasis system administrasi kependudukan. Pusat memberikan klasifikasi untuk menghindari pemalsuan," kata Diah.Namun, tidak setiap program harus menunggu stimulan dari pusat. "Justru harus kreatif, nanti APBD juga ada sharing. persentasenya nanti diatur dengan peraturan tersendiri," tutur Diah. Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Depdagri (Dirjen Adminduk) Abdul Rasyid Saleh mengatakan, masyarakat harus proaktif mengisi formulir biodata penduduk. "Jangan khawatir dan ragu-ragu untuk mengisi," katanya. Kegiatan pemerintah itu merupakan bagian dari pemutakhiran dan penyiapan database kependudukan berupa sistem informasi dan administrasi kependudukan (SIAK).Dengan mengisi formulir tersebut, dimulailah pencatatan penduduk berdasar nomor induk kependudukan (NIK) yang mempunyai landasan hukum Undang-Undang (UU) Nomor 23/ 2006 tentang Administrasi Kependudukan. Kemudian, diperkuat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 37/2007 tentang Pelaksanaan UU Administrasi Kependudukan. Berkas tersebut mengatur NIK atau yang populer dikenal sebagai single identity number. Pemerintah bakal menerbitkan nomor tunggal yang berlaku seumur hidup dan tidak berubah setelah pencatatan biodata penduduk. "Semua diproses secara otomatis dengan SIAK," kata Rasyid. Menurut dia, selama ini, ketika membuat kartu tanda penduduk (KTP); blangko isian yang tersedia belum lengkap. Berbeda dengan formulir isian biodata penduduk warga negara Indonesia yang memuat 31 elemen. "Ke depan, diharapkan tak ada lagi celah dalam pencatatan semua peristiwa kependudukan," ujarnya. Walau PP tersebut ditandatangani presiden akhir Juni lalu, ternyata pendataan dan pemutakhiran data itu sudah berlangsung begitu UU Administrasi Kependudukan berlaku. Dirjen Adminduk pekan lalu mengirimkan surat kepada gubernur seluruh Indonesia. Surat itu mewajibkan bupati dan wali kota untuk melaporkan hasil pemutakhiran data kepada menteri dalam negeri lewat gubernur secara rutin tiap tiga bulan. Dia meminta pemerintah kabupaten dan kota yang mempunyai database kependudukan segera melakukan migrasi ke format SIAK.Dia mengatakan, penyiapan database tersebut bukan pekerjaan ringan, tapi juga tidak mustahil. "Beri kami waktu karena ini memang bukan sihir," ujarnya. Target kegiatan itu adalah tersedianya data pemilih untuk Pemilu 2009. Menurut dia, itu belum bisa 100 persen, tapi paling tidak 60-70 persen sudah siap. Dengan NIK yang berisi data lengkap pula, pemilu nanti tak perlu lagi kartu pemilih. "Cukup menunjukkan KTP, masyarakat bisa langsung mencoblos pemilu. Sebab, tingkat kepercayaan terhadap KTP sudah tinggi," katanya.Dia berani menjamin tak akan ada seorang warga yang mempunyai KTP lebih dari satu dengan NIK yang berbeda. Soalnya, ada proses otentifikasi yang berjenjang, mulai kelurahan hingga pusat. Dan, ada sanksi tegas kepada yang coba-coba memiliki KTP lebih dari satu. Menurut dia, sanksinya adalah penjara paling lama dua tahun dan denda hingga Rp 25 juta. PP baru itu juga mengatur, setiap penduduk akan memiliki nomor induk kependudukan (NIK) yang akan menjadi identitas tunggal, termasuk dalam pembuatan paspor, rekening di bank, dan surat izin mengemudi (SIM). "NIK akan ditetapkan secara nasional oleh Mendagri, tetapi tetap diterbitkan instansi pelaksana di kabupaten/kota," katanya.


Sumber: http://adminduk.depdagri.go.id
10:00 PM | 0 comments | Read More

Sumatera Utara Miliki 2.938 Desa Tertinggal

Written By Juwita on Friday, April 22, 2011 | 8:07 AM

Sumatera Utara dewasa ini memiliki 2.938 desa tertinggal dan 261 desa di antaranya berada di daerah terpencil yang tersebar di sejumlah kabupaten.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa Sumut Rusli Abdullah dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Sumut di Medan, Selasa, mengatakan, desa tertinggal yang bukan di daerah terpencil sebanyak 2.677 desa.

Dari jumlah tersebut, persentase desa tertinggal di Sumut mencapai 57 persen dari total 5.123 desa yang ada di provinsi itu.

"Hanya 2.185 desa yang dikategorikan maju," katanya.

Menurut Rusli, cukup banyak faktor yang menyebabkan ketertinggalan desa-desa tersebut, khususnya yang berada di daerah terpencil.

Ia mencontohkan kelemahan dalam sumber daya manusia (SDM) serta masih sedikitnya layanan pembangunan yang diterima desa-desa tersebut.

Untuk mengatasi hal itu, pihaknya menyiapkan tiga program prioritas yang dinilai prorakyat, yakni pengentasan kemiskinan berbasis keluarga, pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat, dan pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Program pengentasan kemiskinan berbasis keluarga dilakukan dengan memberikan berbagai bantuan kebutuhan pokok masyarakat seperti penyediaan beras untuk rakyat miskin (Raskin).

Ada pun program pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat dilakukan dengan pemaksimalan program yang telah dicanangkan pemerintah untuk membantu kemampuan masyarakat meningkatkan kesejahteraan.

Ia mencontohkan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri, Proyek Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP), PNPM Perikanan, dan PNPM Pariwisata.

Sedangkan program pemberdayaan UMKM dilakukan dengan pemberian dana pinjaman bergulir untuk sejumlah pelaku usaha dan masyarakat yang hampir miskin.  (T.I023/B/R014/R014)e
(http://www.sumutprov.go.id)
8:07 AM | 0 comments | Read More

Kandungan Emas Di Delleng Simpon Pakpak Bharat

Written By Juwita on Sunday, April 3, 2011 | 4:24 AM

delleng simpon pakpak bharat
Penelitian Institut Teknologi Bandung atas sampel pasir sungai dan batu gunung Delleng Simpon di perbatasan Kabupaten Pakpak Bharat dan Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, menunjukkan kandung emas di kawasan itu sangat sedikit.

"Hasil penelitian yang kami terima dari laboratorium ITB menyatakan kandungan emas di area perbatasan itu sangat sedikit atau hanya 0,007 ppm saja," ujar Kepala Kantor Pertambangan dan Energi Kabupaten Humbang Hasundutan Minrod Sigalingging di Doloksanggul, Minggu, 3 April 2011.

Sebelumnya, berdasarkan analisis megaskopis (penelitian batu yang dilakukan terhadap sampel genggaman atau singkapan dengan menggunakan bantuan lensa pembesar) pihaknya juga yakin tidak ada butiran emas di lokasi itu.

"Dengan analisis kandungan emas hanya 0,007 ppm, kemungkinan butiran emas di daerah itu hampir tidak ada. Sebab, hanya bisa dilihat melalui kaca pembesar, itu pun belum tentu terlihat," katanya.

Isu tentang dugaan adanya kandungan emas di kawasan hutan di perbatasan kedua daerah sebelumnya cukup menarik perhatian. Dengan hasil penelitian laboratorium ITB, warga di kedua daerah mengaku lega karena telah mendapatkan informasi resmi.

"Memang kami tidak begitu yakin ada emas di daerah ini. Hasil laborotorium ITB mungkin bisa menghentikan isu yang tersebar luas dan terus berkembang selama ini," kata Sihombing, seorang warga dari Kecamatan Parlilitan.(Sumber: eksposnews.com: 03/04/11)
4:24 AM | 0 comments | Read More