Written By Juwita on Wednesday, June 24, 2009 | 4:57 AM
Suku Pakpak adalah satu suku yang mendiami propinsi Sumatera Utara Indonesia. Wilayah ulayat Suku Pakpak menyebar di Kabupaten Dairi, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, Tapanauli Utara dan Sebagain di wilayah Aceh propinsi Nangroe Aceh Darusalam.
Saat ini, Suku Pakpak masih memegang kuat adat istiadat warisan leluhur. Adat istiadat yang menjadi tradisi sehari-hari masih terpelihara utuh berbarengan dengan Agama.
Adat Pakpak memiliki keunikan dan keunggulan tersendiri. Adat Pakpak terbukti telah mampu mengatur tata kehidupan Suku Pakpak, mampu mengatur hubungan sosial yang saling menguntungkan antara perorangan atau kelompok, mengajarkan budaya gotong royong, musyawarah, tanggung jawab, kerjasama dan kekeluargaan. Sehingga sampai saat ini eksistensi adat Pakpak ini tetap jelas dan terpelihara utuh.
Satu gambaran positif yaitu manajemen kerja adat yang teratur. Dalam melaksanakan suatu "ulaan" (pelaksanaan pekerjaan yang bersifat umum di masyarakat) aturannya telah disusun rapi sedimikan rupa sampai tujuan "ulaan" tersebut tercapai dengan sempurna. Kalau dalam manajemen modern dikenal dengan adanya istilah planning, organizing, actuating, controlling dan evaluating, maka dalam budaya Suku Pakpak hal tersebut juga telah dirangkum sedimikian rupa dengan istilah-istilah tersendiri.
Secara umum, manajemen dalam suatu "ulaan" (pekerjaan adat) dalam budaya Pakpak dikenal dengan adanya istilah-istilah: 1. Sungkun Sempangan 2. Tenggo Raja 3. Ulaan, dan 4. Tulak Perkebbas
Written By Juwita on Tuesday, May 5, 2009 | 5:08 AM
PENDAHULUAN
Etnis Pakpak berada di Kabupaten Dairi, Kabupaten Pakpak Barat dan sebagian bertempat tinggal di Aceh Singkil (Boang) dan Tapanuli Utara/Tengah (Kelasen). Asal etnis Pakpak diperkirakan datang dari India melalui Barus atau Singkil dan menurut penelitian, tempat pertama orang Pakpak adalah Kuta Pinagar (Kecamatan Salak) keturunan dari si KADA dengan isterinya LONA. Kemudian lahir anaknya bernama si HIANG dengan turunannya 7 (tujuh) orang yaitu si HAJI (Banua Harhar) si RAJA PAKO (Sicike-cike, PUBADA (Aceh Singkil), RANGGARJODI (Buku Tinambunan), MBELLO (Silaan Rumerah), Sanggir (Kelasen/Taput) dan BATA (tidak diketahui kemana perginya).
Jumlah etnis Pakpak sekarang ini baik yang bertempat tinggal di Pakpak maupun di luar Pakpak lebih kurang 500.000 orang. Adapun dari masing-masing tersebut diatas adalah sbb:
a. Si Haji dengan keturunannya bermaga Padang, Brutu dan Solin.
b. Si Raja Pako tempat di Sicike-cike dengan keturunannya Marga Ujung Angkat, Bintang Capah, Sinamo, Kudadiri dan Gajah Manik (Si Pitu Marga)
c. Pubada dengan keturunannya Manik, Beringin, Tendang, Bunurea, Gajah, Siberasa.
d. Ranggar djodi
e. Mbello (Perbaju bigo) Menurut kisah telah tenggelam oleh suatu peristiwa.
f. SANGGIR dengan keturunannya Tumangger, Tinambunan, Anakampun, Meka, Mungkur, Pasi, Pinayungen.
STRUKTUR KEMASYARAKATAN
Masyarakat terdiri dari atas Marga-marga (65 marga) yang mendiami masing-masing kawasan hak tanah ulayat yang merupakan satu kesatuan dengan hidupnya dipimpin oleh Pertaki kemudian diatasnya adalah AUR yang dipimpin seorang Raja.
Struktur kemasyarakatan tersebut diletakkan pada SULANG SILIMA yang terdiri dari pada PRISANG-ISANG (Sukut) Pertualang tengah (Saudara-saudara tengah) PEREKUR-EKUR (Siampunan/bungsu) PERBETEKKEN (berru) dan PUNCA NDIADEP (Puang kula-kula). Pembagian status ini mempunyai peranan penting di dalam kemasyarakatan terutama berkaitan dengan status seseorang yang harus termasuk di dalam Sulang Silima tersebut. Pertaki mempunyai peranan yang sangat luas seperti pepatah mengatakan “Bana bilalang Bana birru, Bana ulubang bana guru” mempunyai kelebihan sebagai Panglima Perang, Raja Adat dan sebagai Guru yang menjadi suri teladan serta panutan bagi masyarakatnya.
SEMANGAT KEBANGSAAN DAN PATRIOTISME
Kalau kita telusuri lebih jauh maka etnis Pakpak menunjukkan tebalnya semangat kebangsaan dan kepatriotan. Etnis ini mempunyai sifat suka menerima hal-hal yang baru tanpa merusak nilai-nilai yang ada dan cepat mengantisipasi nilai-nilai luhur.
Di samping itu orang Pakpak mempunyai sifat terlalu cepat menyesuaikan diri, sehingga banyak yang terjadi sampai menukar marganya. Menguasai bahasa daerah lainnya sangat cepat sehingga rata-rata bisa menguasai bahasa-bahasa daerah di Indonesia ini, sehingga bahasanya sendiri ditinggalkan. Hal ini dipengaruhi oleh rasa nasionalisme yang tinggi dalam rangka Negara Kesatuan Republik Indonesia, tetapi hal ini banyak dimanfaatkan oleh kelompok lain, sehingga padamnya jati diri orang Pakpak. Catatan-catatan buku-buku orientalis Barat juga menyebut orang Pakpak sebagai pemakan orang, namun pada hakekatnya yang dimakan adalah musuh-musuh dalam peperangan (mergraha) jadi bukan kaannibal seperti yang dituduhkan orang Barat tersebut.
Sifat kepatriotannya pun tetap terlihat pada waktu Perang Batak melawan Belanda. Daerah Pakpaklah tempat titik darah penghabisan perjuangan perlawanan Sisingamangaraja XII terhadap Belanda. Banyak panglima orang Pakpak, untuk melindunginya dalam melawan Belanda. Bahwa setelah Sisingamangaraja XII meninggal dunia, perjuangan melawan Belanda terus berlanjut dengan membentuk satuan-satuan gerilya yang disebut “Slimin” sampai tercapainya Kemerdekaan Republik Indonesia.
HUKUM ADAT TANAH
Tanah merupakan satu kesatuan dengan kehidupan masyarakat Pakpak atau menunjukkan identitas tentang keberadaan anggota masyarakat tersebut sehingga tanah menentukan hidup matinya masyarakat tersebut. Tanah dikuasai oleh marga sebagai pemilik ulayat tanah tersebut. Adapun bentuk-bentuk tanah sebagai berikut :
a. Tanah tidak diusahai, yaitu “Tanah Karangan Longo-longoon”, “Tanah Kayu Ntua”, “Tanah Talin Tua”, “Tanah Balik Batang” dan Rambah Keddep”.
b. Tanah yang diusahai yaitu “Tahuma Pargadongen”, “Perkenenjenen”, dan “Bungus”.
c. Tanah Perpulungen yaitu embal-embal, Jampalan, dan Jalangen.
d. Tanah Sembahen, yaitu tanah-tanah yang mempunyai sifat magis (keramat) terdiri dari tanah Sembahen Kuta (tidak dapat diperladangi) dan tanah Sembahen Balillon (dapat diperladangi).
e. Tanah Pendebaan yaitu tanah yang diperuntukkan bagai perkuburan.
f. Tanah Persediaan yaitu tanah cadangan dimana tanah ini tetap hak marga, tanah yang dijaga oleh Permangmang (kelompok tertua) dan tidak boleh diganggu.
Menyangkut pergeseran/pengalihan tanah tidak ada dalam hukum adat Pakpak, kecuali tanah Rading Beru (tanah yang diberikan kepada anak perempuan/menantu sepanjang masih dipakai) dan bila tidak dipakai lagi harus dikembalikan kepada kula-kulanya atau yang memberikan tanah rading berru.
Bila ada permasalahan mengenai pertanahan, penyelesaiannya diserahkan kepada Sulang Silima.
PERKAWINAN
Perkawinan dalam masyarakat Pakpak termasuk dalam siklus kehidupan seseorang yang telah diatur tersendiri. Hakekat perkawinan adalah membentuk keluarga untuk mengembang-biakkan keturunan dari kelompok marga, sehingga menjadi penerus kelompoknya. Oleh karena itu bila terjadi perkawinan, maka perkawinan itu melibatkan seluruh keluarga baik dekat maupun jauh. Jadi hakekatnya merupakan ikatan yang tidak ada putusputusnya.
Dalam masyarakat Pakpak dikenal bentuk perkawinan yaitu kawin resmi, kawin mengeke, kawin mengalih, kawin mengerampas, kawin menama dan kawin mencukung. Prosesi perkawinan dimulai dengan “mengeririt”, “mengkata utang” dan diakhiri dengan upacara pernikahan yang disebut merbayo. Didalam aturannya ditentukan bahwa tidak boleh kawin dengan semarga, setiap perkawinan harus diadati, terjadi penyesuaian tutur, perpantangan-perpantangan dan lain-lain.
Perlu pula diketahui bahwa apabila seseorang mengawini seorang wanita, maka ketentuan-ketentuan pemberian (unjuken) dari pihak laki-laki pada pihak perempuan, yang menerima unjuken adalah takal unjuken, upah Turang, Todoan, Togoh-togoh/penampati, upah puhun, upah mendedah, upah Empung dan Remmen-remmen Juluan Tapiin. Sedangkan Oles (kain) yang diserahkan adalah oles Inang ni beru, oles inang peduaken, oles turang ni beru, oles puhun, oles mendedah, oles empung, oles persinabul, oles penelangkeen dan oles persintabiin.
Perlu dicatat bahwa Tokor Berru (pemberian pihak laki-laki) bisa berbentuk mas, kerbau dan lain-lain setiap pemberian harus dibalas pula oleh pihak perempuan dalam bentuk yang telah ditentukan oleh Pengetuai.
KEPERCAYAAN
Pada saat ini masyarakat Pakpak telah memeluk Agama Islam dan Kristen, walaupun sebelumnya sangat kuat terhadap kepercayaan animisme (pelebegu) namun hal ini menunjukkan perobahan yang sangat cepat atas kepercayaan ini, walaupun masih ada kepercayaan-kepercayaan tertentu. Toleransi antara pemeluk Agama tersebut, tinggi karena diikat oleh kekeluargaan.
PAKAIAN
Pakaian sehari-hari pada umumnya saat ini telah disesuaikan dengan perkembangan zaman. Tetapi untuk acara adat mempunyai bentuk tersendiri yaitu :
a. Laki-laki:
Adapun pakaian yang dikenakan dalam acara adat oleh laki-laki adalah Oles, bulang-bulang, golok ucang, borgot, tali abak dan kujur sinane.
b. Perempuan:
Pakaian khas adat bagi wanita adalah: Baju merapi-api, oles, saong, cimata leppa-leppa, rabimunduk dan ucang.
MAKANAN
Adapun makanan khas adat Pakpak adalah sebagai berikut:
a. Pelleng, yaitu suatu makanan khas yang diperuntukkan bagi mereka untuk pergi berperang (mergerraha) atau untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan dalam mencapai suatu tujuan tertentu.
b. Nditak, yaitu sejenis makanan diperuntukkan bagi seseorang supaya “ulangkengngalen” (patah ditengah) dalam suatu usaha.
c. Nakan Pagit yaitu makan yang diberikan kepada seorang wanita yang sedang hamil.
d. Nakan Nggersing yaitu makanan untuk orang yang meminta agar jangan sakit-sakitan atau sesuatu yang dapat memenuhi maksud, dan
e. Nakan Pengambat yaitu makanan yang diberikan oleh familinya kepada orang yang sedang sakit keras.
RUMAH ADAT
Bentuk rumah Pakpak mempunyai ciri tersendiri yaitu atapnya berbentuk melengkung (ndenggal). Hal ini diumpamakan “petarik-tarik mparas igongken ndenggal” artinya berani memikul resiko apabila sesuatu sudah dikerjakan dan berani mempertahankan sesuatu yang telah diperbuat.
Rumat adat mempunyai fungsi sebagai tempat musyawarah mengenai masalah-masalah kemasyarakatan dan merupakan tempat alat-alat kesenian, sedangkan untuk tempat anak muda serta tamu disediakan rumah tersendiri yang disebut “Bale” dan untuk rapat-rapat biasa dan tempat latihan-latihan kesenian, sedangkan untuk musyawarah dalam bentuk besar dipakai “Kerunggun”.
ALAT KESENIAN
Masyarakat Pakpak mempunyai alat kesenian yang dipelihara sejak nenek moyang yang terdiri dari : Gerantung (tidak terdapat didaerah-daerah lain) Gung, Kalondang, Sarune, Sordam, Kucapi, Genggong, Genderang (sembilan buah) dan lain-lain. Alat kesenian ini bisa milik perorangan dan juga milik bersama.
AKSARA DAN BAHASA
Etnis Pakpak sejak dahulu telah mempunyai aksara yang tertulis dalam buku yang disebut “LAPIHEN”. Dalam buku Lapihen ini terhimpun bermacam-macam catatan dalam bentuk mantera-mantera, religius dan lain-lain dalam bahasa daerah Pakpak. Bahasa ini masih tetap dipakai sebagai bahasa sehari-hari.
GOTONG ROYONG
Sifat gotong royong masih terpelihara di dalam masyarakat Pakpak. Hal ini tercermin dalam kehidupan bersama sehari-hari. Hal ini diwujudkan dalam bentuk sebagai berikut:
a. Rimpah-rimpah yaitu suatu bentuk kerja sama dalam bertanam padi dan lainnya, pelaksanaannya diawali dengan cara “merkua” yaitu dengan terlebih dahulu memberitahukan secara satu persatu keluarga masyarakat agar dapat bersama-sama untuk menyelesaikan suatu pekerjaan, misalnya “mardang” (menanam padi).
b. Urup-urupen yaitu suatu kerja sama untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dengan beberapa keluarga sehingga pekerjaan selesai. Misalnya suatu keluarga mengajak satu keluarga lainnya untuk bersama-sama mengerjakan ladangnya.
PENUTUP
Demikianlah selayang pandang tentang masyarakat Pakpak baik zaman dahulu maupun sekarang sebagai pengenalan bagi mereka yang belum kenal sehingga dapat menjadi bahan pengetahuan.
Penulis : Bpk. H Kadim Brutu SH (Alm.), seorang Tokoh dan sesepuh masyarakat Pakpak
Written By Juwita on Sunday, April 19, 2009 | 8:29 PM
Pemilihan umum calon anggota legislatif telah usai, berjalan lancar di kabupaten Pakpak Bharat. Berikut hasil suara yang diperoleh masing-masing calon anggota DPRD Kabupaten Pakpak Bharat hasil perhitungan dan disahkan oleh KPUD Kabupaten Pakpak Bharat.
RINCIAN :
Daerah Pemilihan : Pakpak Bharat I
Terdiri dari :
Kecamatan Salak
Kecamatan Pergetteng-getteng Sengkut
Kecamatan STTU Julu
Kecamata STTU Jehe
Kecamatan Pagindar
NAMA PARTAI, NOMOR DAN NAMA CALON ANGGOTA DPRD KABUPATEN/KOTA
JUMLAH AKHIR/JUMLAH PINDAHAN
A
1
PARTAI HATI NURANI RAKYAT
40
B
1
SONDANG BOANGMANALU
152
2
MIDUN ANGKAT
264
3
RIRIS MARIA BARUTU
15
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
471
A
2
PARTAI KARYA PEDULI BANGSA
42
B
1
MHD. SAID DARWIS BOANGMANALU
514
2
Ir. SAHAT MT. SINAMO
57
3
HELEN FI. SIHOMBING
2
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
615
A
3
PARTAI PENGUSAHA DAN PEKERJA INDONESIA
11
B
1
SAUT BOANGMANALU, STh
86
2
ALY MULLAH MANIK
17
3
RASMAWATI TUMANGGER
9
4
NURJANNAH BOANGMANALU
2
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
125
A
4
PARTAI PEDULI RAKYAT NASIONAL
26
B
1
MANSEHAT MANIK, S.Pd, SE
497
2
JAMIDA BANUREA
20
3
ROMAULI UJUNG
66
4
SAKTIMON BERUTU, ST
24
5
MERTMBIR BOANGMANALU, AM.a.Pd
6
6
MARIANDA BERUTU, SP.d
9
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
648
A
5
PARTAI GERAKAN INDONESIA RAYA
10
B
1
JADI SURIRANG BERUTU, SH
15
2
HERAWATI MAHARAJA
163
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
188
A
6
PARTAI BARISAN NASIONAL
11
B
1
ABD. ZAINAL ARIFIN BERUTU
69
2
ARDIN BANUAREA
300
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
380
A
7
PARTAI KEADILAN DAN PERSATUAN INDONESIA
8
B
1
DARMAWATI SAGALA
116
2
MARULAK SIAHAAN
60
3
SABARRUDIN KESOGIHEN
1
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
185
A
8
PARTAI KEADILAN SEJAHTERA
2
B
1
IRMA HAMIDA SURI BERUTU, SH
30
2
BUDI BERUTU, AM.k
6
3
SYAHNAN KEMAL BERUTU
1
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
39
A
9
PARTAI AMANAT NASIONAL
16
B
1
RINCONG BOANGMANALU
147
2
SAHALA BOANGMANALU
94
3
ASNI MALINI BOANGMANALU, SP.d
18
4
SYAHNUL ANAS EDUARD BANCIN, SE
90
5
TIGOR BOANGMANALU
35
6
LAMSERVIS BOANGMANALU
6
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
406
A
10
PARTAI PERJUANGAN INDONESIA BARU
15
B
1
TIGOR BANUREA
268
2
HOT ASI BERUTU
35
3
WILSON MANIK
34
4
SEREP SIHITE
0
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
352
A
11
PARTAI KEDAULATAN
4
B
1
St. NAKEN BERUTU
60
2
NURLINDA B ERUTU
1
3
JUNITA BR. GINTING
1
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
66
A
12
PARTAI PERSATUAN DAERAH
57
B
1
ANTONI EFENDI BERUTU
369
2
ULUK MANIK
2210
3
LASNE BOANGMANALU
6
4
SUHADI SINAMO
10
5
MAKMUR BERUTU, SP
0
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
652
A
13
PARTAI KEBANGKITAN BANGSA
49
B
1
JUANDA BANUREA
389
2
M. KHOIRUN SIREGAR
8
3
NAOMI R. YUNITA BAKO
49
4
LAMBAS BERUTU
38
5
M. NUH MUNTE
43
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
576
A
14
PARTAI PEMUDA INDONESIA
2
B
1
TUMBUR BERUTU
12
2
LISWANTO BERUTU
9
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
23
A
15
PARTAI NASIONAL INDONESIA MARHAENISME
3
B
1
TIGOR SOLIN
23
2
ARIGATO SOLIN
11
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
37
A
16
PARTAI DEMOKRASI PEMBARUAN
9
B
1
ASLI HASUGIAN, SP
101
2
DOSMA ANAKAMPUN
14
3
NONAR SOITA MANIK, SE
1
4
ERISON BERUTU, SH
5
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
130
A
17
PARTAI KARYA PERJUANGAN
25
B
1
Ir. SAHAT BANCIN
349
2
Drs. LINDUNG BERUTU
14
3
SULASTRI BERUTU, SKM
1
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
389
A
18
PARTAI MATAHARI BANGSA
B
1
RAHDI MAHARAJA
5
2
EVAYANI GINTING
8
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
13
A
19
PARTAI PENEGAK DEMOKRASI INDONESIA
13
B
1
FAHRUDDIN TUMANGGER
131
2
POS MANIK
108
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
252
A
20
PARTAI DEMOKRASI KEBANGSAAN
21
B
1
SONNI BERUTU, STh
601
2
Drs. LABORA MANIK
18
3
DORASI NURHAIDA BERUTU
5
4
FERRI SARIANDI BERUTU
3
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
648
A
21
PARTAI REPUBLIKA NUSANTARA
8
B
1
LOMO JESMAN BANUAREA
165
2
PARNINGOTAN HABEAHAN
33
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
206
A
22
PARTAI PELOPOR
22
B
1
MUDA MAWADI BANUREA
429
2
MELDA IMANUELA, S.Pd
6
3
ESRAULI SIMBOLON
9
4
LITNA BANCIN
10
5
SUKADI HASUGIAN
20
6
OJAK HARAPAN NAIK BANUREA
0
7
RUDIANTO PADANG
5
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
501
A
23
PARTAI GOLONGAN KARYA
30
B
1
ELSON ANGKAT, SS
332
2
ARIFIN BERUTU
313
3
NURLINDA ANGKAT
263
4
ASMAR BANCIN, SPd.I
74
5
Drs. JUANDA MANIK
1
6
PUTRI ELPIANI BERUTU
0
7
JUNJUNGAN SIBARANI
8
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
1021
A
24
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN
7
B
1
AMINULLAH BERUTU
64
2
ABDUL HAIRIL BERUTU
17
3
MARINA BANCIN
6
4
JONTRI BERUTU
18
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
112
A
25
PARTAI DAMAI SEJAHTERA
16
B
1
St. BILSEN BOANGMANALU, BA
254
2
TAMAN BANUREA
95
3
ROHI SINAMO
6
4
St. PAIDOTUA PADANG
18
5
NENNI RAHMIWATI BANUREA
3
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
392
A
26
PARTAI NASIONAL BENTENG KERAKYATAN INDONESIA
41
B
1
EDISON MANIK
630
2
LASTRIDA BINTANG
175
3
DONGAN BERUTU
10
4
SIHOL KESOGIHEN
1
5
SEHAT BOANGMANALU
58
6
RENA BERUTU
18
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
933
A
27
PARTAI BULAN BINTANG
4
B
1
SURIADI BOANGMANALU
0
2
ABD. BAHRIN ANGKAT, S.Pd.I
1
3
IRWAN MANIK, S.Pd.I
0
4
JUNAIDI CIBRO
2
5
NURAIDA BERUTU
1
6
SYARIAH BOANGMANALU,AMd
0
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
8
A
28
PARTAI DEMOKRASI INDONESIA PERJUANGAN
9
B
1
GENDI BANUREA
292
2
PARULIAN BOANGMANALU
154
3
RAYA SINAMO
7
4
JOSEP BERUTU
40
5
POLDER LUMBAN TOBING
4
6
ANNARAPTO BANUREA
0
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
506
A
29
PARTAI BINTANG REFORMASI
15
B
1
IHWAN BANCIN, SH
176
2
ROSMAWATI SAGALA
45
3
NASRUN BANCIN
15
4
KADIR TUMANGGER
10
5
WALIADIN TUMANGGER
15
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
276
A
30
PARTAI PATRIOT
6
B
1
KUALA MANIK
61
2
HERTA ULINA ANAK AMPUN
2
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
69
A
31
PARTAI DEMOKRAT
30
B
1
H. RASIM BERUTU
16
2
MARIO MANIK,, ST
284
3
HOTMAIDA MANIK
6
4
SERRU BERUTU
301
5
MARSALIM BERUTU
2
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
639
A
32
PARTAI KASIH DEMOKRASI INDONESIA
9
B
1
ERAH BANUREA, SH
204
2
LAUN SOLIN
21
3
HERLINA TUMANGGER
1
4
NENCY EXA MAY MARBUN,S.Sos
2
5
CIMCIM HALOMOAN
4
6
PROMIANNA MANURUNG
17
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
258
A
33
PARTAI INDONESIA SEJAHTERA
7
B
1
KARTOLO MUNTE
84
2
ABDUL KADIR ANGKAT, SH
141
3
ROSIDA TUMANGGER
2
4
KARMUDDIN TUMANGGOR
21
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
255
A
34
PARTAI KEBANGKITAN NASIONAL ULAMA
15
B
1
JASMAN BANCIN
149
2
BUHARI BANCIN
88
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
252
A
41
PARTAI MERDEKA
5
B
1
BINDELLA MANIK, SE
123
2
BANDAR MANIK, SE
1
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
129
A
42
PARTAI PERSATUAN NAHDLATUL UMMAH INDONESIA
4
B
1
AGUSTINO RAHMADHANI BERUTU, SH
9
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
13
A
43
PARTAI SERIKAT INDONESIA
4
B
1
TUAH BERBUDI LUHUR BINTANG
16
2
ISMAIL BERUTU
147
3
RUSMALA BERUTU
2
4
RUDI GULTOM
6
5
DAERAH SOLIN
4
6
WATI BERUTU
8
7
BENIANTO BOANGMANALU
4
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
191
A
44
PARTAI BURUH
12
B
1
DUSAR KARDIMAN BANUREA, SH
159
2
SERTA BERUTU, AMd
11
3
WELDIMAN BOANGMANALU
10
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
192
A. JUMLAH SUARA SAH CALON ANGGOTA DPRD KAB/KOTA
12148
B. JUMLAH SUARA TIDAK SAH CALON ANGGOTA DPRD KAB/KOTA
616
Daerah Pemilihan : Pakpak Bharat II
Terdiri dari :
Kecamatan Kerajaan
Kecamatan Tinada
Kecamatan Siempat Rube
NAMA PARTAI, NOMOR DAN NAMA CALON ANGGOTA DPRD KABUPATEN/KOTA
JUMLAH AKHIR/JUMLAH PINDAHAN
A
1
PARTAI HATI NURANI RAKYAT
41
B
1
SAULI IMRAN PARNINGOTAN HABEAHAN
459
2
REZEKI TUMANGGER
102
3
RIAMIN PANDIANGAN, S.Pd
2
4
WILIATER ABADI PADANG
2
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
606
A
2
PARTAI KARYA PEDULI BANGSA
29
B
1
PARULIAN BANUREA
232
2
SYAHRIANI S.Pd.I
46
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
307
A
3
PARTAI PENGUSAHA DAN PEKERJA INDONESIA
7
B
1
JEPTO KIMBI ANAK AMPUN
79
2
CITRA BOANGMANALU
7
3
RANNI SIMBOLON
14
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
107
A
4
PARTAI PEDULI RAKYAT NASIONAL
9
B
1
HENDRA HABEAHAN
135
2
KAPNA LIMBONG, SE
64
3
DERMA SRYANTI MANIK
13
4
SAHIA SITAKAR
6
5
TAHAN ELPINA IRAWATI SILABAN
6
6
MINARLINA KABEAKAN
3
7
PURBA DOLI BERUTU
5
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
241
A
5
PARTAI GERAKAN INDONESIA RAYA
17
B
1
BESMAN PADANG
155
2
MAHALA MARULI TUA SOLIN
10
3
ORLIANA PADANG
14
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
A
6
PARTAI BARISAN NASIONAL
37
B
1
MARINGAN BOANGMANALU
151
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
188
A
7
PARTAI KEADILAN DAN PERSATUAN INDONESIA
18
B
1
ARSEYANTO MUNGKUR
171
2
JONNER NADEAK,, SH
35
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
224
A
8
PARTAI KEADILAN SEJAHTERA
3
B
1
WAHYUDIN, S.Pd.I
13
2
KADIRUN BERUTU
17
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
33
A
9
PARTAI AMANAT NASIONAL
20
B
1
BAHRIDUN SINAGA, SE
234
2
SUMANTRA SOLIN
54
3
ANNIRIA CIBRO
3
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
311
A
10
PARTAI PERJUANGAN INDONESIA BARU
8
B
1
AMAN HALOMOAN SOLIN
139
2
Ir. JOHANNES BERUTU
89
3
YENTI BOANGMANALU
1
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
237
A
11
PARTAI KEDAULATAN
11
B
1
PERLINDUNGAN HABEAHAN
123
2
JAMILAH SOLIN
2
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
136
A
12
PARTAI PERSATUAN DAERAH
20
B
1
MARINUS PADANG
85
2
ARON SOLIN
7
3
SURIATI BERUTU
1
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
113
A
13
PARTAI KEBANGKITAN BANGSA
16
B
1
ANTONI TINENDUNG
54
2
HALOMOAN BOANGMANALU
138
3
LESTARIA CIBRO
1
4
JIHUR BERUTU
6
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
215
A
14
PARTAI PEMUDA INDONESIA
22
B
1
RAJIUN LIMBONG
305
2
MAHADI LEMBENG
23
3
RUSLIANI TUMANGGER
21
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
371
A
15
PARTAI NASIONAL INDONESIA MARHAENISME
13
B
1
SAHAT PADANG, SH
206
2
EDDY PARNINGOTAN TUMANGGER
57
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
276
A
16
PARTAI DEMOKRASI PEMBARUAN
8
B
1
MAIDO PADANG
110
2
BENGET REAGUNG BANUREA
1
3
ESTERIA BERUTU
7
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
126
A
17
PARTAI KARYA PERJUANGAN
2
B
1
SUYANTI TUMANGGER, S.Pd
223
2
LIBERTI TUMANGGER
10
3
ROMA SARMAWATI SINAMO, SE
8
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
250
A
18
PARTAI MATAHARI BANGSA
4
B
1
RAHDI MAHARAJA
142
2
EVAYANI BR. GINTING
15
5
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
166
A
19
PARTAI PENEGAK DEMOKRASI INDONESIA
7
B
1
ROSIHAN SITAKAR
175
2
DENGAN GIAHTA SOLIN, SP
6
3
TUTI SOLIN
4
4
AGUSTINA LIMBONG
0
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
192
A
20
PARTAI DEMOKRASI KEBANGSAAN
11
B
1
JON MERSON CIBRO, SP
126
2
LAMHOT MANIK
1
3
SONDANG MUNTHE
7
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
145
A
21
PARTAI REPUBLIKA NUSANTARA
18
B
1
ANGGIAT BANUREA
263
2
RISMAWATI BANCIN
65
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
346
A
22
PARTAI PELOPOR
17
B
1
JUN SAHATA H. CIBRO
52
2
HABONARAN CIBRO
234
3
FERIANTI RIAH ATE SOLIN
16
4
HENRY MANAHAN SINAMO, SP
1
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
320
A
23
PARTAI GOLONGAN KARYA
25
B
1
Ir. AGUSTINUS MANIK
165
2
ANDRI SAHNI HABEAHAN
135
3
ROHMA LINGGA
21
4
EFENDI SITANGGAN
5
5
BARITA SOLIN
3
6
HENY FITRIYANI
0
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
354
A
24
PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN
35
B
1
RONALD LUBIS
275
2
ERNA BERUTU
4
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
314
A
25
PARTAI DAMAI SEJAHTERA
5
B
1
Pdt. JAMES STEPHENSON TUMANGGER
177
2
St.. RAMSES PADANG
8
3
ROSMAWATI BANUREA
28
4
PENNI PADANG
14
5
FIRMAULI LIMBONG
9
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
241
A
26
PARTAI NASIONAL BENTENG KERAKYATAN INDONESIA
10
B
1
LUKMAN PADANG
307
2
SAHATA MANIK
34
3
NENNI MAKDALENA CIBRO
2
4
EPENDI PADANG
25
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
378
A
27
PARTAI BULAN BINTANG
0
B
1
ZULKARNAIN BERUTU, S.Ag
2
2
LAMRI SOLIN
0
3
MEDIAWATI SOLIN
0
4
HENRI BERUTU
0
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
2
A
28
PARTAI DEMOKRASI INDONESIA PERJUANGAN
14
B
1
Drs. OBERLIN MANIK, MM
24
2
TOGATOROP SINAMO
199
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
A
29
PARTAI BINTANG REFORMASI
7
B
1
ASLIM PADANG
71
2
RISNA SOLIN
8
3
TOGA YUNUNG BANCIN
13
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
99
A
30
PARTAI PATRIOT
31
B
1
NURAIDA MANIK
226
2
ALFADIAN CIBRO
26
3
TONI BERUTU
17
4
SRI EKO WAHYU PERTIWI
15
5
PERCA BANUREA
12
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
327
A
31
PARTAI DEMOKRAT
17
B
1
OSLAN SINAMO, S.Sos
103
2
LUKNER HABEAHAN
81
3
ROULI MALAU
3
4
TAUFIK AKBAR BERUTU
0
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
204
A
32
PARTAI KASIH DEMOKRASI INDONESIA
14
B
1
ALAM PADANG
267
2
LUKKAS PADANG
2
3
TINNEN BANCIN
17
4
ENIA PUTRI SOHNY NSODIPTA BANUREA
20
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
320
A
33
PARTAI INDONESIA SEJAHTERA
2
B
1
MAWARDI TUMANGGOR
69
2
TOKO PADANG
142
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
213
A
34
PARTAI KEBANGKITAN NASIONAL ULAMA
0
B
1
0
2
0
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
0
A
41
PARTAI MERDEKA
1
B
1
SOMOK SOLIN
0
2
AQIRUN SITAKAR
2
3
SANTY BR. PADANG
1
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
A
42
PARTAI PERSATUAN NAHDLATUL UMMAH INDONESIA
0
B
1
0
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
0
A
43
PARTAI SERIKAT INDONESIA
6
B
1
MARINDA BANUREA
150
2
LOMO HABEAHAN
60
3
ASDA LINDA TUMANGGER
2
4
WERLITO YUSRIN PADANG
7
5
MARTHA BERUTU
3
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
228
A
44
PARTAI BURUH
2
B
1
Dra. HERULINA BERUTU
59
2
CHAIRULMINUDDIN SINAMO
21
3
TAJO LIMBONG
5
4
REWISDAM LIMBONG
10
JUMLAH PEROLEHAN SUARA (A+B)
A. JUMLAH SUARA SAH CALON ANGGOTA DPRD KAB/KOTA
8124
B. JUMLAH SUARA TIDAK SAH CALON ANGGOTA DPRD KAB/KOTA
Written By Juwita on Wednesday, April 1, 2009 | 6:34 AM
Satu lagi rahmat Tuhan ada disini. Air Terjun Lae Une. Berada di Kecupak, sekitar 7 Km dari Kota Salak ibu kota Kabupaten Pakpak Bharat. Jika suatu hari anda berkunjung ke Salak, jangan lupa untuk singgah ke tempat ini. Air terjun ini cukup terkenal sebagai objek wisata lokal di Kabupaten Pakpak Bharat.
Air Terjun Lae Une
Kabupaten Pakpak Bharat mulai membenahi pembangunan objek wisata air terjun lae une. Saat ini jalan menuju lokasi telah dibangun, kendaraan roda dua dan empat telah bisa masuk sampai ke tepian sungai. Selain itu pondok-pondok sederhana tempat beristirahat santai sambil menikmati pemandangan Lae Une telah dibangun. Masih sederhana tapi cukup menyenangkan.
Air Terjun Lae Une
Sampai saat ini pengunjung bebas masuk ke lokasi Lae Une tanpa dikenakan pungutan retribusi. Keindahan Air Terjun Lae Une, walau belum mendapat penataan dan fasilitas yang memadai mampu mengundang kekaguman setiap orang yang melihatnya. kesejukanya dapat membuat orang terelena berlama lama di lae une,bahkan tanpa mandi merupakan sebuah kerugian yang besar apa bila berkunjung objek wisata ini.
Keindahanya membuat kita lupa kalo punya hutang. alangkah indahnya ciptaan tuhan, khususnya lae une yang diberikan kepada manusai, agar manusia selalu ingat kepada sang pencipta.Jika telah berkunjung ke tempat ini, kunjungi juga objek wisata lain di kabupaten Pakpak Bharat seperti Air Terjun Simbilulu, Delleng Simpon dan Eluh Bru Tinambunen. Jarak antara tempat wisata ini tidak terlalu jauh, dalam satu hari anda bisa mengunjunginya.
Written By Juwita on Tuesday, March 10, 2009 | 4:50 AM
Bupati Pakpak Bharat H Makmur Berasa melalui Kepala Kantor Kepegawaian Jalil Angkat SH mengatakan, Kabupaten Pakpak Bharat pada Tahun Anggaran 2009 ini akan menerima Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemkab Pakpak Bharat.
Hal itu dikemukakan Jalil Angkat kepada SIB di Aula Pemkab Pakpak Bharat menjelang pelaksanaan halal bihalal, Kamis (1/10). Jalil mengakuinya untuk Kabupaten Pakpak Bharat hingga saat ini belum ada kepastian kapan diadakan penerimaan maupun pendaftaran CPNS, karena belum ada surat dari Menpan. “Namun mungkin minggu depan kami sudah rapat di kantor BKD Propinsi mudah-mudahan selesai rapat sudah ada kepastian kapan dimulai,” katanya.
Menjawab pertanyaan SIB seputar formasi dan kelulusan apa saja yang diterima, Jalil mengatakan melihat kondisi dan masyarakat Pakpak Bharat yang masih banyak tamatan tingkat SLTA, Pemkab Pakpak Bharat dalam hal ini Bupati Bharat TA 2009 menerima tamatan SLTA/Sederajat. Namun belum ada kepastian karena tergantung dari keputusan Menpan. Mudah-mudahan usul Bupati dapat diterima sehingga putra-putri Pakpak yang tamatan SLTA maupun sederajat dapat melamar menjadi CPNS. Dan formasi yang diusulkan sebanyak 526 orang terdiri dari teknis 292 orang, guru 144 orang dan kesehatan 90 orang.
Dikatakan Jalil Angkat, sesuai petunjuk dan saran Bupati perihal penerimaan CPNS TA 2009, Bupati menekankan agar jangan percaya kepada siapapun yang mengatakan bahwa bisa ataupun mampu mengurus meluluskan maupun membantu agar lulus CPNS. Bupati mengharapkan agar masyarakat yang merasa dirinya berminat untuk melamar nanti agar giat belajar dan tetap mencari dokumen materi soal-soal yang menyangkut penerimaan CPNS. (Brt/m) Sumber : Harian SIB