Cari Blog Ini

Moratorium Penerimaan CPNS Sumatera Utara Menunggu Keputusan Menpan

Written By Juwita on Saturday, July 23, 2011 | 1:04 AM

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) masih menunggu surat edaran dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), terkait moratorium calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Hal tersebut diungkapkan Kabid Pengadaan dan Pembinaan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sumatera Utara, Kaiman Turnip, di ruang kerjanya, hari ini. "Kita tunggu surat Menpan untuk itu. Karena belum tahu, pastinya itu dia bisa. Kalau katanya moratorium, kita tidak masalah," ujarnya.

Dia menuturkan, Pemprov Sumut hingga kini masih menunggu surat edaran dari Menpan mengenai moratorium CPNS yang sudah ditetapkan tahun ini tersebut. Menurutnya, jika Menpan menyetujui moratorium CPNS ini, Sumut tidak akan ada masalah. Sebab, penerimaan CPNS di Sumut sebenarnya sudah bagus dengan pertumbuhan nol persen (zero growth).

Saat ini, lanjutnya, pengajuan CPNS di Sumut justru di bawah 0 persen. Sebab, dari sekitar 400 hingga 500 PNS yang diprediksi setiap tahunnya, pengajuan CPNS tidak mencapai jumlah tersebut. "Tahun 2011 ini, yang diusulkan untuk penerimaan CPNS sebanyak 316 formasi. Sementara yang pensiun diprediksi 400-500 orang," bebernya.

Meski pertumbuhan PNS di provinsi baik, bagaimana dengan di kabupaten/kota? Kaiman enggan berkomentar. "Kalau kabupaten kota saya tidak berhak menjawab," ujarnya. Untuk diketahui, berdasarkan data Agustus 2010, jumlah PNS di Pemprov Sumut tercatat sebanyak, 12.383 orang.

Disebutkannya, ke depan, akan ada formulasi untuk penataan PNS. Untuk itu, akan ada sosialisasi pedoman penghitungan jumlah PNS untuk daerah akan diselenggarakan Kemenpan. Sosialisasi ini melibatkan sembilan provinsi, yakni Sumut, Jambi, Sumsel, Bangka Belitung, Riau, Kepri, Sumbar, Aceh, dan Bengkulu dengan narasumber Deputi SDM SDM dan Aparatur Kemenpan, Ramli Naibaho.

Source : Waspada Online Thursday, 21 July 2011 19:50
1:04 AM | 0 comments | Read More

Seperti apa kondisi PNS di Sumut?

Written By Juwita on Wednesday, July 20, 2011 | 11:32 PM

MEDAN - Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho, meminta mapping kepada Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sumut mengenai kondisi pegawai negeri sipil (PNS) di daerah ini. Mapping ini terkait moratorium PNS yang tengah dikaji kementerian terkait.

Gatot menuturkan, sejauh ini pihaknya belum mengambil kebijakan apapun terkait wacana moratorium tersebut karena masih dalam kajian. Dia hanya minta mapping kondisi terkini PNS di Pemprov Sumut. Dikatakannya, dirinya sudah mempertanyakan langsung proses moratorium kepada Dirjen Otonomi Daerah, Djohermansyah Djohan.

Baca selengkapnya »
11:32 PM | 0 comments | Read More

Mentri : 2011 CPNS Distop. Termasuk di Kabupaten Pakpak Bharat..?

MEDAN - Moratorium penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) akhirnya dipastikan berjalan tahun ini. Kepastian ini disampaikan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men PAN-RB), EE Mangindaan.

"Yang pasti satu tahun dulu (moratoriumnya), tapi harus ditata kembali kelembagaannya," ujar Mangindaan di Jakarta, hari ini. Mangindaan melanjutkan, moratorium ini diterapkan karena saat ini belum ada kejelasan Saat berapa kebutuhan personil dari sebuah Kementerian Lembaga.

"Dinasnya berapa, penyuluh pertanian berapa orang. Ini tidak jelas," urainya.
Baca selengkapnya »
10:04 AM | 0 comments | Read More

Rumah Adat Pakpak, Bentuk, Bahan, Arti dan Fungsi

Written By Juwita on Sunday, July 10, 2011 | 1:56 AM

Sangat banyak kekayaan budaya Indonesia, seperti rumah adat, lagu daerah, situs peninggalan bersejarah, pakaian tradisional dan sebagainya. Pada artikel ini Pakpak Bharat Blog memaparkan penjelasan tentang bagaimana Rumah Adat Pakpak. Suku Pakpak adalah satu suku di Sumatera Utara, sebagaimana dengan suku lain, suku Pakpak juga memiliki kekayaan budaya tersebut. Berikut ini adalah gambaran umum Rumah Adat Pakpak bentuk, bahan, arti, fungsi dan perlengkapannya.

Rumah adat Pakpak memiliki bentuk yang khas yang dibuat dari bahan kayu dengan atap dari bahan ijuk. Bentuk desain rumah adat Pakpak selain sebagai wujud seni budaya Pakpak, setiap bentuk desain dari bagian-bagian Rumah Adat Pakpak tersebut memiliki arti tersendiri. Jika diteliti dengan cermat dan diketahui maknanya, maka cukup dengan melihat rumah adat Pakpak akan bisa mendeskripsikan bagaimana Suku Pakpak berbudaya.

Bentuk dan Arti Rumah Adat Pakpak
  1. Bubungan atap : Bentuk melengkung, dalam bahasa Daerah Pakpak-Dairi disebut: "Petarik-tarik Mparas ingenken ndengel", artinya: "Berani memikul resiko yang berat dalam mempertahankan adat istiadat".
  2. Tampuk bubungan yang bersimbolkan "Caban", artinya : "Simbol kepercayaan Puak Pakpak"
  3. Tanduk kerbau yang melekat dibubungan atap, artinya: "Semangat kepahlawanan Puak Pakpak".
  4. Bentuk segitiga pada rumah adat pakpak, artinya menggambarkan susunan adat istiadat Puak Pakpak dalam kekeluargaan yang terbagi atas tiga bahagian atau unsur besar sebagai berikut: (a). SENINA, adalah saudara kandung laki laki, (b). BERRU, adalah saudara kandung perempuan, (c). PUANG", adalah kemanakan. 
  5. Dua buah tiang besar disebelah muka rumah "Binangun", artinya "Kerukunan rumah tangga antara suami istri". 
  6. Satu buah balok besar yang dinamai "Melmellon" yang melekat disamping muka rumah, menggambarkan "Kesatuan dan Persatuan dalam segala bidang pekerjaan melalui musyawarah, atau lebih tepat disebut "Gotong royong".
  7. Ukiran-ukiran yang terdapat pada segitiga muka rumah yang bentuknya bermacam macam corak, dalam bahasa daerah Pakpak  disebut: (a). Perbunga Kupkup, (b). Perbunga kembang, (c). Perbunga Pancur, dan sebagainya yang menggambarkan bahwa puak Pakpak pun berdarah dan berjiwa seni. 
  8. Tangga rumah yang biasanya terdiri dari bilangan ganjil, 3 (tiga), 5 (lima) dan 7 (tujuh), menggambarkan bahwa penghuni rumah itu adalah keturunan raja (marga tanah), sebaliknya yang memakai tangga rumah genap, menandakan bahwa penghuni rumah tersebut bukan keturunan marga tanah (genengen). 
  9. Pintu masuk dari bawah kolong rumah menunjukkan kerendahan hati dan kesiapsiagaan.
Rumah Adat Pakpak di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta
Fungsi Rumah Adat Pakpak :  
  • Penggunaaan rumah adat : Rumah adat adalah tempat permusyawaratan mengenai masalah yang menyangkut kepentingan umum dan tempat mengadakan upacara upacara adat istiadat. 
  •  Pilo-pilo yang digantung dalam segitiga dipermukaan rumah adat menggambarkan adanya hubungan yang harmonis antara masyarakat dan pemimpinnya dan sebagai lambang kebijaksanaan pimpinan dalam mengayomi masyarakatnya.
  • Gambar lidah payung menggambarkan kepercayaan masyarakat kepada pemimpinnya yang senantiasa memberikan bantuan dalammemelihara kesentosaan dan kesejahteraan masyarakat.
  • Isi rumah adat adalah :
    (a). Genderang,
    (b). Garantung,
    (c). Serunai,
    (d). Sordan, labat, taratoa, seruling, semuanya alat alat kesenian daerah.
    (e). Patung panglima atau pahlawan pahlawan, dan
    (f).  Mejan, ditempatkan dihalaman rumah.
     
Penulis : Albiker Sinamo
Dikutip dari : Seminar Adat Istiadat Pakpak,  Dairi, 21 Maret 1970 di Sidikalang.

1:56 AM | 0 comments | Read More

Sebanyak 102 Kabupaten Di Indonesia Masih Tertinggal

Written By Juwita on Monday, July 4, 2011 | 8:41 AM

Sedikitnya 102 kabupaten di Indonesia masih dalam kategori daerah tertinggal, kata Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Helmy Faishal Zaini di Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Jumat.

"Lima diantaranya masuk di Provinsi Jawa Timur (Jatim) meliputi Situbondo, Bondowoso, Bangkalan, Sampang dan Pamekasan," terang Helmy usai ziarah di makam Sunan Cendana (Syeih Zainal Abidin) di Desa Ketetang, Kecamatan Kwanyar, Bangkalan.

Helmy menjelaskan, pihaknya menargetkan dua daerah yang tertinggal di Madura pada beberapa tahun kedepan, statusnya tidak tertinggal lagi. Kedua daerah tersebut Kabupaten Bangkalan dan Pamekasan.

"Kami menargetkan Bangkalan dan Pamekasan akan tidak akan masuk lagi daerah tertinggal setelah beberapa tahun kedepan," ucapnya.

Ia juga menjelaskan, sebanyak 70 persen dari 102 daerah tertinggal di Indonesia, merupakan kawasan Indonesia timur. Tujuannya datang ke Bangkalan kali ini untuk mengetahui beberapa program yang telah dicanangkan sebelumnya.

"Misal, penyediaan air bersih. Disamping itu, kami kesini juga merupakan hasil koordinasi dengan beberapa menteri yang lain dengan tujuan percepatan pembangunan di Madura, pascaoperasional jembatan Suramadu ini," ucapnya.

Menurut Helmy, permasalahan yang dihadapi daerah tertinggal yakni keterbatasan sumber daya manusia (SDM), pendidikan, kesehatan dan pengembangna ekonomi. Salah satu upaya untuk memajukan daerah tertinggal dengan cara memanfaatkan lahan tidur.

"Selama ini permasalahannya adalah krisis air. Jangan gara-gara satu masalah menjadi kendala pada yang lainnya, tapi itu harus dicarikan solusi. Ini merupakan tantangan kita bersama kedepan," paparnya.

Selain ziarah ke makam Sunan Cendana, Menteri PDT juga menghadiri wisuda dan peresmian pengembangan lembaga pendidikan di yayasan Sunan Cendana itu.

Sumber : Antara
8:41 AM | 0 comments | Read More