Cari Blog Ini

Ikatan Pemuda Pemudi Kecamatan STU Julu (IKPPS)

Written By Juwita on Sunday, August 16, 2009 | 9:16 AM

Muda mudi memiliki potensi besar yang berguna jika di berdayakan. Jika pemuda pemudi bersatu dalam suatu wadah organisasi dengan aturan yang jelas maka tujuan positif memberdayakan mudi mudi akan tercapai dengan mudah.

Untuk itu, pada hari Minggu, 16 Agustus 2009 dibentuk Ikatan Pemuda Pemudi Kecamatan STU Julu (IKPPS) sekaligus pengukuhan pengurus.

Pelaksanaan kegiatan ini bertempat di Desa Singgabur. Dihadiri oleh muda mudi perwakilan dari seluruh desa se Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu. Peresmian dan pengukuhan langsung oleh Bapak Wakil Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu. Acara dimeriahkan oleh hiburan muda mudi, berlangsung dengan penuh semangat dan cukup meriah.
9:16 AM | 0 comments | Read More

Pasar/Onan Sebagai Pusat Perbelanjaan di Kabupaten Pakpak Bharat

Written By Juwita on Friday, August 14, 2009 | 7:01 AM

Pasar atau dalam bahasa lokal Pakpak dikenal dengan Onan di Kabupaten Pakpak Bharat sampai saat ini yang ada hanya pasar tradisional. Tidak seperti di kota lain dimana kegiatan pasar berlangsung setiap hari, di kabupaten pakpak bharat pelaksanaannya hanya satu kali dalam satu minggu. Hal ini sudah cukup memenuhi kebutuhan masyarakat.

Jadi jika anda ingin mencari plaza, bioskop, mall atau super market sampai saat ini belum tersedia di kabupaten Pakpak Bharat.

Pengelolaan pasar tradisional menjadi kewenangan pemerintah kabupaten Pakpak Bharat dikelola oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan seksi Pasar. Sementara sampai saat ini fasilitas yang disediakan hanya kios-kios kecil berukuran 4 x 3 m dan balerong.

Pasar/onan tradisional menjadi pusat jual beli antara penjual dan pembeli. Produknya sebatas kebutuhan pokok sehari-hari dan tempat masyarakat menjual hasil taninya kepada penampung (tokeh). Penjual sebagian besar datang dari luar daerah terutama dari Sidikalang kabupaten Dairi. Produk yang djual adalah bahan pakaian, bahan makanan dan barang-barang lain yang belum ada di produksi di kabupaten Pakpak Bharat.

Keadaan sekarang, pasar tradisional yang ada di kabupaten Pakpak Bharat hanya empat pasar di empat kecamatan, yaitu onan Salak di Kecamtan Salak, Onan Singgabur di kecamatan STU Julu, Onan Sibande di kecamatan STU Jehe dan Onan Sukaramai di kecamatan Kerajaan.

1. Pasar Salak
Berada di ibukota kabupaten, Kota Salak. Di banding pasar/onan lain, pasar ini adalah paling besar dan ramai. Penyelenggaraannya dua kali seminggu yaitu setiap hari kamis dan senin. Selain hari kamis dan senin, lokasi pasar salak kembali sepi, hanya ada beberapa warung, tukang pangkas dan kedai-kedai kecil yang beroperasi setiap hari. Masyarakat yang menggunakan pasar ini dari kecamatan salak, kecamatan pergetteng-getteng sengkut, kecamatan tinada, kecamatan siempat rube dan dari kecamatan lain yang ingin berbelanja ke kota Salak.

2. Pasar Singgabur
Berada di desa Singgabur kecamatan STU Julu, beroperasi sekali seminggu setiap hari Rabu.

3. Pasar Sibande
Berada di Sibande ibu kota kecamatan STU Jehe. Beroperasi setap hari Rabu.

4. Pasar Sukaramai
Berada di Sukaramai ibu kota kecamatan Kerajaan. Beroperasi setiap hari Jum'at.

Dari artikel ini, pembaca tentu bisa menyimpulkan keadaan pasar di kabupaten Pakpak Bharat. Bagi yang memiliki minat dan modal, terbuka lebar peluang untuk membuka pusat perbelanjaan yang lebih baik di kabupaten Pakpak Bharat khususnya di kota Salak.

Tentang urusan perijinan di Kabupaten Pakpak Bharat terkenal dengan kemudahannya. Tidak ada yang berusaha mempersulit urusan pendatang yang ingin menanamkan modalnya di daerah ini, baik pemerintah maupun masyarakat.
7:01 AM | 0 comments | Read More

PLTA Berbiaya Rp.500 M Akan Di Bangun Di Kabupaten Pakpak Bharat

Written By Juwita on Monday, August 3, 2009 | 5:01 AM

Investasi Besar mulai masuk ke Kabupaten Pakpak Bharat. Saat ini seorang insvestor dari medan, yaitu direktur PT Pakpak Bharat Bumi Energi, H.Indra utama mulai mengucurkan modal senilai Rp 500 miliard, lebih besar dua kali dari APBD Pakpak Bharat untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang berkapasitas 21 Mega wat (Mw).

Proyek ini diyakini akan melahirkan dan menggerakkan Proyek-proyek lainya dan akan menghidupkan Roda Perekonomian sehingga Kabupaten yang merupakan Pemekaran dari Kabupaten induk/Dairi ini diyakini akan mengalami kemajuan yang sangat pesat.

Jika PLTA tersebut telah beroperasi maka sektor sektor Pembangunan lainnya dan peningkatan taraf hidup masyarakat bakal meningkat,hal ini akan membawa kemajuan Kabupaten Pakpak Bharat, dan diharapkan lebih maju dari Kabupaten Induk/Dairi. Hal ini bisa tercapai jika masyarakat dapat menerima dan mendukung kehadiran investor yang masuk ke daerahnya untuk menanamkan modalnya dan melakukan pembangunan proyek yang berdampak multiplifer effect tersebut.

Prospek itu dikemukakan direktur PT Pakpak Bumi Energi, H Indra utama yang didampingi Direktur Bakkara Bumi Energi Don Mahyudin kepada pers, bahwa minggu kemarin ke dua Perusahaan itu secara bersama-sama mulai menanamkan modal senilai Rp.500 M. Untuk membangun PLTA di Kabupaten Pakpak Bharat.

PLTA yang menghasilkan tenaga 21 Mw ini di bangun di Kecamatan Pergetteng-getteng Sengkut memanfaatkan Sungai Lae ordi (Lae Une).

Kedua direktur Perusahaan yang bergerak dibidang Pembangunan Pembangkit Listrik tersebut telah menghadiri dialog percepatan pembangunan Pakpak Bharat yang diselenggarakan bersama warga setempat bersama Pihak Pemkab yang bertempat dilokasi Lae Une, Kecupak, pada minggu yang lalu, dimana dialog dengan materi pokok pembangunan PLTA. Selain itu H.Indra utama dan Don Mahyudin juga menghadirkan narasumber Bupati Pakpak Bharat, H. Makmur Berasa,SH, Mansehat Manik dari kesatuan marga sulang silima, Mertua Manik dari unsur pemuda, dan Manahan Manik dari unsur masyarakat kecupak 1, Punten Manik dari unsur Sukut Nitalun, Marudin Manik dari unsur Putra Pakpak Bharat dari Perantauan.

Penulis: Belmon Tumangger (Wartawan Harian Gaya Medan)
5:01 AM | 0 comments | Read More

Selamat HUT Ke-VI Kabupaten Pakpak Bharat

Written By Juwita on Tuesday, July 28, 2009 | 1:47 AM

28 Juli 2009.

Tepat 6 tahun lahirnya Kabupaten Pakpak Bharat.
Perayaannya dengan sederhana dilaksanakan di Lapangan Napasengkut kota Salak. Perayaan kali ini memang tidak semeriah tahun lalu. Hanya dilaksanakan dengan resepsi makan "Pelleng" dan lomba kesenian daerah. Dalam undangan
terlihat tokoh-tokoh pemrakarsa pembentukan Kabupaten Pakpak Bharat dan muspida dari Kabupaten Dairi sebagai Kabupaten induk.

Yang terpenting memang makna dibalik perayaan hari jadi Kabupaten Pakpak Bharat sebagai satu media evaluasi keberhasilan pembangunan. Apakah ada kemajuan dalam satu tahun terakhir, atau malah terjadi kemunduran..?

Perayaan HUT Ke-6 Kabupaten Pakpak Bharat kali ini mengambil tema "Dengan semangat hari jadi Kabupaten Pakpak Bharat mari kita tingkatkan etos kerja aparatur pemerintah dan masyarakat" dan sub tema "Persada ukurta, gegohi mengula, pedaoh perubaten, asa ndor kita rebbak nduma".

Semoga, perayaan yang sederhana ini membawa dampak positif untuk kemajuan Kabupaten Pakpak Bharat kedepan.

Mari bersama menyumbangkan sesuatu yang sanggup kita sumbangkan untuk kemajuan Kabupaten Pakpak Bharat.

Njuah-njuah..!!

1:47 AM | 0 comments | Read More

Benarkah Suku Pakpak Kanibal (Pemakan Manusia)..?

Written By Juwita on Friday, July 24, 2009 | 5:19 AM

Benarkah.? Kok bisa.? Bagaimana melakukannya.?

Kalau mendengar suku pakpak, pikiran orang awam mungkin langsung tertuju dengan kepercayaan bahwa suku pakpak pemakan manusia. Kepercayaan ini memang sempat menyebar ke daerah lain, sehingga jika mendengar suku pakpak ada perasaan ngeri atau takut.

Apakah anda percaya ini..?
Saya lahir dan dibesarkan di lingkungan suku pakpak. Semenjak saya lahir belum pernah melihat saudara-saudara saya memakan daging manusia. Namun mengapa mitos ini sampai menyebar..?

Kalau orang yang tau banyak tentang budaya pakpak anda tanya apakah ini benar, maka jawabnya adalah tidak benar, hanya sebatas mitos. Yang mengatakan orang pakpak kanibal hanya orang yang buta tentang budaya pakpak, dan orang yang "bodoh" karena langsung mempercayai mitos tanpa menganalisis kebenarannya.

Suku pakpak mendiami wilayah di propinsi sumatera utara. Wilayahnya berderet di sekitar pegunungan bukit barisan sehingga berladang (mertembak), berburu, mengolah kekayaan hasil hutan, beternak dan berdagang merupakan sumber kehidupan yang cocok. Sumber daya alam yang kaya menjadikan suku pakpak merasa damai mendiami wilayah ini.

Menurut sejarah, perdagangan dilakukan sampai ke daerah lain. Kota Barus merupakan jalur perdagangan yang sangat terkenal saat itu. Para pedagang dari eropa dan arab membeli produk-produk di tempat ini. Produk yang sangat unik, mahal dan langka adalah getah kemenyan yang sampai saat ini masih di budi dayakan oleh masyarakat.

Dari sini bisa di analisis, adakah waktu orang pakpak memakan daging saudaranya sendri karena kelaparan..? Tidakkah cukup kekayaan yang ada membuat hidup mereka sejahtera, kenyang dan damai..?

Saya pernah menjumpai seorang kakek berumur 80 tahun dan menananyakan tentang ini. Beliau Bermarga Tumangger satu marga asli suku pakpak. Beliau merupakan tokoh adat dan budaya yang di akui di daerah tersebut. Menurut beliau, pernah terjadi pertikaian akibat kedatangan perusuh yang ingin menguasai kekayaan suku pakpak. Hingga mereka melakukan perlawanan dan terjadi pertumpahan darah.

Satu diantara pejuang suku yang dijuluki Si Jago Moccak memiliki keterampilan Beladiri Moccak (Moccak = Beladiri Suku Pakpak yang mirip Silat) dan keberanian dan emosi yang tinggi berhasil membunuh musuh dan mengambil jantungnya dan langsung menggigit jantung tersebut (bukan ditelan). Tindakan ini membuat musuh lainnya terkejut dan lari kocar-kacir dalam ketakutan.

Dipihak musuh, ternyata kejadian ini menjadi buah bibir, yang ahirnya menyebar dari mulut kelmulut. Jantung yang malang ini lah menjadi awal mitos orang Pakpak adalah kanibal, pemakan daging manuasia. Padahal, sebenarnya kejadian yang kebetulan tersebut hanya luapan emosi Si Jago Moccak akibat ulah perusuh yang ingin mengusik ketenangan suku pakpak.

Demikian ceritanya. Bagaimana pendapat anda..? Orang yang waras tentu menggunkan logika.. :-)
5:19 AM | 0 comments | Read More