Cari Blog Ini

Ini Dia Perangkap Pakpak (Togong-togong)

Written By Juwita on Monday, August 22, 2011 | 1:56 AM




Contoh Sambil - Togong-togong Pakpak
Sekilas Tentang Togong-togong
Dalam kebudayaan Pakpak, Togong-togong adalah alat perangkap atau jebakan atau jerat. Dalam hal ini perangkap yang dimaksud adalah cara untuk menangkap hewan liar sebagai sumber makanan, karena ada juga togong-togong untuk menjebak musuh misalnya pada saat perang.

Togong-togong telah dikenal sejak jaman nenek moyang Pakpak, belum bisa dipastikan kapan keterampilan ini ditemukan nenek moyang Pakpak. Tapi diperkirakan togong-togong ini diciptakan pada jaman berburu dan mengumpulkan makanan, sebagai alat utama memenuhi kebutuhan hidup dengan berburu. Jadi togong-togong ini adalah satu cara melakukan perburuan untuk menagkap hewan-hewan tertentu yang di inginkan.

Pembuatan togong-togong dilakukan dengan keterampilan khusus, sedemikian rupa dan sederhana tapi mampu menjerat mangsa tak berkutik saat sasaran masuk kedalam togong-togong.

Sampai saat ini, togong-togong dalam masyarakat Pakpak di tempat-tempat tertentu masih tetap dibudayakan, walaupun penggunaannya hanya tergolong kecil karena kemajuan system sosial ekonomi pertanian dan peternakan ditambah jumlah hewan buruan yang semakin sedikit dan berkurangnya lahan hutan.

Jenis Togong-togong Pakpak
Jenis togong-togong yang diciptakan dalam kebudayaan Pakpak beranekaragam tergantung dengan sasaran penggunaan togong-togong tersebut digunakan untuk menangkap hewan buruan yang bagaimana. Apakah burung, hewan besar seperti balkih, renggarung atau bedu, jenis ikan, ular, babi hutan dan sebagainya. Setidaknya jenis togong-togong yang diciptakan masyarakat Pakpak antara lain :
  1. Togong-togong untuk jenis burung : Sambil, Cahar, Cahar Lae, Jebbak, Banto, Jerrat, Mengaci, Tanggal-tanggal;

  2. Untuk jenis hewan berkaki empat : Geddung, Sambil, Aring;

  3. Untuk jenis ikan : Bubu, Kail, Sulangat, Durung.

Mungkin masih ada yang lain yang anda tahu, silahkan ditambahkan pada form komentar dibawah.

0 comments:

Post a Comment