Cari Blog Ini

Rumah Adat Pakpak "Menangis" di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta

Written By Juwita on Thursday, October 21, 2010 | 11:37 AM

Pembaca pernah ke Taman Mini Indonesia Indah..? Atau mau berkunjung kesana..? Sempatkan menikmati kekayaan budaya nusantara seperti melihat jejeran rumah adat nusantara dari sabang sampai merauke.

Hari Minggu, 17 Oktober 2010 saya berkesampatan ke TMII sekedar untuk wisata membuang kepenatan. Saya kagum atas penataan yang menarik dan unik, taman yang dari namanya katanya "mini" ternyata menyimpan "kemegahan" terutama dengan mempertontonkan budaya Indonesia.

Saat kunjungan pertama ini ke TMII, sebagai putra Sumatera Utara, tujuan utama saya adalah mengunjungi "rumah saya" di paviliun Sumatera Utara". Alangkah terkejut bercampur sedih saat tiba disana. Bagaimana tidak, dari berbagai paviliun rumah adat mewakili Sumatera Utara, yang paling "menyedihkan" adalah Rumah Adat Pakpak sebagai rumah adat nenek moyangku. 

Perasaan terkejut, sedih bercampur kasihan pada diri sendiri melihat keadaan rumah adat Pakpak ini seperti tak bertuan "miskin" inovasi. Sungguh kontras dengan rumah adat dari daerah lain yang ditata rapi dan menarik. Seperti dari Nias, Simalungun, Toba dan Melayu (Deli), mereka menunjukkan kreatifitas seperti penjaga stand yang siap sedia memberikan informasi budaya dan semua tentang daerah/sukunya, sekaligus menawarkan berbagai cendramata hasil kekayaan budaya daerahnya sebagai kenang-kenagan. Juga dengan mempertontonkan kesenian daerah berupa tari-tarian dan karya seni lainnya.

Namun untuk stand Pakpak, yang ada hanya bagunan rumah adat tak bertuan. Saat itu tidak ada penjaga stand. Rumah adat Pakpak kebanggaanku tutup terkunci rapat. Keadaannya memang tidak seperti yang saya bayangkan. Kolong rumah menjadi gudang penyimpanan tiang-tiang bekas diselimuti debu-debu. Halaman depan, belakang dan samping paviliun ditumbuhi rumput-rumput liar yang tumbuh subur.

Yang membuat kening berkerut adalah dari ukuran rumah adat Pakpak yang sangat kecil, jauh berbeda dengan rumah adat daerah lain disamping kiri kanan dan depannya. Sungguh kontras perbandingan ukurannya.

Dari segi bahan yang digunakan juga tidak sepenuhnya menunjukkan keaslian rumah adat Pakpak. Seperti tangga yang terbuat dari semen bukan kayu, atap bukan terbuat dari ijuk, dan hiasan ornamen Pakpak pada bangunan dilukis yang seharusnya di ukir.

Satu lagi yang menjadi pertanyaan bagi saya dari nama rumah adat ini. Dari keterangan yang tertulis dalam prasasti pendirian yang ditandatangani Bupati Dairi Bpk. Dr.M.Tumanggor tanggal 27 April 2002, tertulis "Rumah Adat Pakpak Dairi (Sapo Jojong)". Apa tidak seharusnya tertulis hanya "Rumah Adat Pakpak..?"
Hal ini tentu bisa menjadi bahan salah penafsiran dan bahan pertanyaan bagi pengunjung yang ingin tau tentang Suku Pakpak. Tentu akan membingungkan tentang "Suku Pakpak" dengan "Suku Pakpak Dairi".

Inilah penilaian saya sebagai pengunjung. Saya tidak tau apa latar belakang kejanggalan dan kekurangan-kekurangan tersebut. Apa memang seharusnya begitu?
Harapan kita, alangkah baiknya jika Rumah Adat ini diperhatikan, ditata dengan menarik, dirawat dan dijaga seperti yang dilakukan daerah/suku lain. Dan terpenting adalah rumah adat Pakpak dibuat sesuai dengan kondisi asli. Baik dari segi bahan, desain, dan sebagainya. Harus dilibatkan partua yang mengerti adat dan budaya Pakpak.

Penataan disemua lini perlu diperhatikan, ini penting karena rumah adat ini akan menjadi contoh mewakili Suku Pakpak, terutama dari sisi budayanya. Jika ini tetap dibiarkan, mau tidak mau saat berkunjung ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII), maka "Orang Pakpak Akan Malu Melihat Rumahnya Sendiri".

Siapa yang bertanggung jawab? Adalah kita semua suku Pakpak. Terutama Pemerintah sebagai perpanjangan tangan masyarakat Pakpak.

Njuah-Njuah.
11:37 AM | 0 comments | Read More

Kirim Tulisan Anda

Written By Juwita on Friday, July 30, 2010 | 7:31 AM

Pakpak Bharat Blog memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk memuat suatu tulisan, karya ilmiah, karangan fiksi, opini, cerita, lirik lagu/syair/puisi, nasehat, ide dan gagasan atau apa saja yang layak dimuat untuk dibaca khalayak ramai pada halaman ini.

Tulisan anda akan segera dimuat pada halaman Pakpak Bharat Blog dengan persyaratan :
  1. Topik tulisan berhubungan dengan Pakpak Bharat atau Budaya Suku Pakpak secara umum atau topik lain yang bisa dikaitkan secara langsung atau tidak langsung dengan Pakpak;
  2. Tulisan asli karya sendiri, bukan hasil plagiat dari karya orang lain/sumber lain;
  3. Tulisan tidak mengandung SARA, pornografi, melawan hukum, provokasi atau bertentangan dengan etika;
Silahkan mengirimkan karya anda melalui email ke alamat :

admin@pakpakbharatblog.co.cc

Sertakan juga identitas lengkap anda sebagai kontak dengan Admin dengan menyebutkan :
Nama Jelas, Alamat dan Nomor Telephone/Handphone



Terimakasih, Liasate, Njuah-Njuah !
7:31 AM | 0 comments | Read More

Kunjungan Kerja DPRDSU Menjelang Akhir Jabatan Bupati Pakpak Bharat H. Makmur Berasa

Written By Juwita on Sunday, June 27, 2010 | 4:30 AM

Kunjungan Reses DPRDSU 2010, Komisi B Dapil X Kabupaten Tanah Karo, Dairi dan Pakpak Bharat Kamis kemarin (24/6) ditandai penyerahan cendramata berupa Oles kepada Bupati Pakpak Bharat H. Makmur Berasa,SH sebagai penghargaan sehubungan masa kerja periode beliau akan berakhir Agustus 2010. Kegiatan itu berlangsung diruang rapat Setdakab Pakpak Bharat Komplek Panorama Indah Sindeka Salak.
Penghargaan itu langsung diserahkan politisi partai Golkar Richard Eddy M Lingga,SE dan Dermawan Sembiring dari partai PDS disaksikan oleh para pimpinan SKPD dan Asisten I Drs H.Tiki Angkat.
Seusai pemaparan (Ekspos) Bupati Pakpak Bharat sesuai visi/misi pembangunan yang menargetkan terwujudnya masyarakat sejahtera, beriman, berpendidikan, berkeadilan, didukung tata pemerintahan yang bersih sebagaimana tertera pada misi pemerintahan delapan item.
Untuk itu harap Bupati H.Makmur BerasaSH, mohon perhatian kiranya wakil rakyat dari DPRD Provsu turut andil memperjuangkan peningkatan anggaran pembangunan daerah ini dimasa mendatang melalui bagi hasil pajak. Untuk lanjutan laju pembangunan Pakpak Bharat, imbuhnya.
Bupati Pakpak Bharat menyempatkan membeberkan permasalahan pemerintahan dan pembangunan yang perlu difasilitasi Pemprovsu pada TA 2010/2011 sebanyak 11 point salahsatunya paling urgen kata beliau adalah penetapan RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) defenitiv dari Provsu sebagai acuan, bahkan perihal ini sambung Bupati, telah dibahas pada rapat BKPRD Nopember 2009 silam.
Lainlagi perlunya penetapan kawasan hutan lanjut Bupati sekaitan hasil refisi SK Menhut No.44/2005, belum ada penjelasan. Untuk itu tambahnya, sekali lagi diharapkan proaktifnya pihak Pemprovsu agar memfasilitasi usul refisi kawasan hutan dimaksud dengan cakupan luas mencapai 41.148 hektar, sebagai upaya pengembangan lahan pertanian plus peningkatan aktivitas masyarakat guna meningkatkan perekonomian.
Dan tak kalah pentingnya perlu penambahan rumah kompos di tiga titik, seperti untuk kec. Kerajaan, Siempat Rube dan STU Jehe. Belum lagi rintihan masyarakat, yang mendambakan perbaikan daerah irigasi Lae Garut/Lae Ordi yang terbengkalai. Ujarnya mengakhiri.
Dipenghujung acara, kedua politisi menyampaikan ucapan selamat/ terimakasihnya kepada Bupati H. Makmur Berasa,SH atas prestasinya di kabupaten pemekaran itu. Menurut Richard Edy M Lingga "Partuanta i telah berhasil mengukir kemajuan diberbagai hal, sebagai catatan sejarah bagi masyarakat." Pungkas wakil rakyat itu.
4:30 AM | 0 comments | Read More

Sinode Sinunu VI Gereja Kristen Protestan Pakpak Dairi (GKPPD)

Written By Juwita on Sunday, June 20, 2010 | 4:32 AM


Sinode Sinunu VI Gereja Kristen Protestan Pakpak Dairi (GKPPD) dimulai Kamis (17/6) di GKPPD Kuria Salak Resort Salak, Jl. Lae Ordi Salak Kabupaten Pakpak Bharat. Sinode yang berlangsung tanggal 20 Juni 2010 untuk menetapkan program kerja GKPPD Periode 2010-2015 dan memilih pimpinan pusat GKPPD Periode 2010-2015 dengan Tema "Janganlah Kamu Serupa dengan Dunia ini, (Roma 12:2a)", dengan Sub Tema “Melalui Sinode Sinunu VI GKPPD mari kita melakukan yang baik dan berkenan kepada Allah, supaya menjadi berkat bagi sesama (Merkiteken Sinode Sinunu VI GKPPD, siulaken mo simerandal, sinikelomoken Tuhanta, asa gabe pasu-pasu mi sikulilingta).


Menurut keterangan dari salah satu fungsionaris Pimpinan Pusat GKPPD, Rabu (16/6), Sinode Sinunu ini diikuti sekitar 265 peserta yang terdiri dari para pendeta, diakonis, bibelvrow, pengurus harian resort, majelis pusat dan utusan masing-masing seksi resort. “Proses pendaftaran peserta dimulai hari Rabu tanggal 16 Juni 2010 sedangkan acara pembukaan Sinode 17 Juni 2010, sesuai jadwal acara, pemilihan pengurus pimpinan (Bishop, Sekjen dan kelengkapan kepengurusan lainnya) akan dilakukan pada 19 Juni 2010 sedangkan pelantikan pada hari Minggu 20 Juni 2010.

Sejumlah pembicara atau narasumber akan tampil pada sesi pendalaman tema, subtema dan topik lainnya yakni Pdt. Dr. Binsar Nainggolan (Kadep Marturia HKBP), Pdt. Mangara Sinamo, STh (Pendeta Resort Jakarta) dan Dr Sabam Malau (Akademisi) dari Universitas HKBP Nomensen.

Terdapat beberapa nama yang disebut-sebut mungkin maju dalam pemilihan pimpinan GKPPD antara lain Pdt. Elias J. Solin, STh (Bishop periode 2005-2010), Pdt David Berutu, STh (Sekjen periode 2005-2010) dan Pdt E Lingga. Nama-nama calon pimpinan yang akan maju tersebut akan diusulkan oleh rapat pendeta dan selanjutnya jika tidak tercapai aklamasi, pemilihan dilakukan dengan suara terbanyak (voting).
Bishop GKPPD Pdt Elias J. Solin, STh menuturkan, GKPPD sebelum ini dikenal sebagai HKBP Simarkata Pakpak. Secara ‘de facto’ sebenarnya GKPPD telah mulai berdiri sekitar tahun 1991, namun secara resmi berdiri pada tanggal 25 Agustus 1995. Saat ini GKPPD terdiri dari 19 resort dan 142 kuria yang tersebar di tanah air. (T14/y)

Setelah melalui tahapan yang telah ditentukan dalam Jadwal Acara, Sinode Sinunu GKPPD yang berlangsung selama 4 (empat) hari sejak Jumat 16 - 19 Juni 2010, hari ini Sabtu (19/06), berhasil menyelesaikan Agenda Sinode berupa program kerja dan memilih Bishop GKPPD untuk Periode 2010-2015.
dengan hasil perolehan suara sebagai berikut:
1. Pdt. Elias J. Solin, STh memperoleh 99 Suara
2. Pdt. David Berutu, STh memperoleh 76 Suara
3. Pdt. Elson Lingga, STh memperoleh 71 Suara
4. Suara Batal 2 suara.

Secara keseluruhan, proses Sinode Sinunu berjalan sukses. Diharapkan kepada segenap fungsionaris GKPPD yang terpilih dapat mewujudkan pembangunan GKPPD secara menyeluruh dengan mempersatukan segenap potensi (stakeholders) Gereja. Tugas pembangunan Gereja akan menjadi mudah dengan tetap berpegang teguh pada keteladanan kepala Gereja, Yesus Kristus.

Semoga GKKPD mampu menjadi garam dan terang di Masyarakat, Bangsa dan Negara.
Selamat mengabdikan diri bagi Bishop GKPPD, Pdt. Elias J. Solin, STh dan segenap Fungsionaris Pimpinan Pusat GKPPD Periode 2010-2015. Bage ate mo rejeki, Bage tenah mo Sodip. Njuah-njuah.

Alamat:
Gereja Kristen Protestan Pakpak Dairi
Pakpak Dairi Christian Protestant Church
Jl. Air Bersih, Kompleks Centrum GKPPD
22212 Sidikalang, Kab. Dairi, Prov. Sumatera Utara
Indonesia
Telepon/Fax: 0627-22428
E-mail: pstgkppdsdk@yahoo.co.id


4:32 AM | 0 comments | Read More

Habitat Kuskus ditemukan di Pakpak Bharat

Written By Juwita on Saturday, June 5, 2010 | 8:59 PM

Tutupan hutan di Dairi dan Pakpak Bharat dengan luas sekitar 142.000 hektare mengandung kekayaan flora dan fauna. Salah satunya binatang Kuskus, belum lama ini ditemukan warga dari pinggiran hutan Kecamatan STU Julu Kabupaten Pakpak Bharat (foto).

Binatang lucu dan menggemaskan ini masuk dalam jenis hewan yang dilindungi. Masuk dalam ordo Diprotodontia. Pertama kal
i kuskus diteliti oleh Milne dan Edwards tahun 1877. Dari penelitian sebelumnya, habitatnya tersisa di wilayah Papua dan Papua Nugini. Namun dengan adanya penemuan ini ternyata Kuskus juga ditemukan di Kabupaten Pakpak Bharat.

Spesies yang ditemukan warga berwarna coklat. Kuskus yang terdiri dari beberapa genus ini beranekaragam warna. Ada yang putih, cokelat kemerahan hingga cokelat dan abu-abu. Beberapa jenis di antaranya ada yang berwarna tubuh pucat dan berbulu pendek. Walau memiliki banyak genus tapi jumlah kuskus sangat sedikit. Di seluruh dunia hanya terdapat di Papua saja. Beberapa tahun lalu masih bisa dijumpai spesiesnya di Australia, tapi belakangan tak pernah lagi dijumpai, dan terakhir ternyata bisa dijumpai di Pakpak Bharat, Sumatera Utara.

Masuk dalam genus kuskus adalah kuskus sutra (Phalanger sericeus) yang hidup di pegunungan Papua dan bisa ditemukan pada ketinggian 3900 meter. Telinganya pendek, berbulu tebal dan panjang.
Mereka biasa berbagi tempat tinggal dengan sesama kuskus genus lain, yaitu kuskus gunung (Phalanger carmelitae) dan kuskus stein (Phalanger vestitus). Kuskus stein adalah jenis kuskus paling langka. Mereka hidup di Papua. Tubuhnya termasuk paling kecil di antara jenis kuskus lain. Panjang tubuhnya antara 325 sampai 600 milimeter. Dengan ekor sepanjang 250 hingga 600 milimeter, seekor kuskus betina berbobot 1800 gram.

Lalu ada lagi kuskus tutul (Phalanger muculatus) yang merupakan spesies terbesar. Kuskus jantan jenis ini bisa mencapai bobot enam kilogram. Mereka menyukai hidup di dataran rendah, kurang dari 1200 meter di atas permukaan laut di Papua Nugini. Jenis ini memiliki warna tubuh lebih terang yang dikombinasi dengan tutul hitam. Pupil matanya menyerupai kucing. Beberapa ahli zoologi mengusulkan agar kuskus tutul masuk dalam genus Spilocuscus.

Kuskus umumnya menyukai makanan berupa serangga, binatang kecil, hingga telur burung. Bisa bertahan hidup di daerah hutan hujan tropis. Mereka jenis hewan yang suka menyendiri pada waktu memburu makanan. Biasanya mencari makan pada malam hari karena dianggap aman dari incaran musuh.

Hidup dari satu dahan pohon ke pohon yang lain, kuskus juga membangun keluarga seperti manusia. Binatang mamalia yang geraknya lambat ini dapat melahirkan tiga ekor anak sekali melahirkan. Kini mereka terdaftar di IUCN dan CITIES sebagai hewan langka dunia yang dilindungi undang-undang.

Saatnya Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat mengambil tindakan untuk memelihara kelangsungan hidup binatang langka ini dengan melakukan pengawasan dan menindak perburuan liar.
8:59 PM | 0 comments | Read More

Kumpulan Lirik Lagu-Lagu Pakpak

Written By Juwita on Thursday, May 13, 2010 | 9:12 PM

Berikut ini adalah kumpulan lirik Lagu Pakpak yang paling populer. Bagi anda yang ingin belajar lagu Pakpak, semoga kumpulan lirik lagu Pakpak ini bisa membantu. Kami akan berusaha meng update kumpulan lirik lagu ini dengan harapan bisa membantu menyebarluaskan kebudayaan Pakpak kepada siapa saja yang membutuhkan.

Jika lagu yang anda inginkan tidak tersedia, silahkan tinggalkan komentar dengan isi judul lagu Pakpak yang anda inginkan, semoga kami bisa membantu. Kirimkan juga lagu Pakpak favorit anda jika ingin jika ingin ditambahkan pada halaman ini ke email admin@pakpakbharatblog.co.cc.

Liasate,
Njuah-Njuah !

1. Kekelengenku Tanoh Dairi
Cipta : NN

 
Kekelengenku Tanoh Dairi idi
Nggabur ngo tanohna mbellang isi

Lae na pe malum mahan peridinki
Njolmit-njolmit i gembar sapo i

Ntedoh ngo atengku naing balik misi
Mengidah krina silotna isi

Lolo ngo atengku kessa sakat misi
Mi kuta Lebbuh Empung idi

Gambir mbue bagima kemenjen pe
Damar kopi bagima sideban pe
Idi ngono pencarin isi


2. Mike Mo Aku Laus
Voc. Riris Berutu

Mike mo aku laus le Impal ha….
Merembah ukur ceda i karina pemaingmi
Murahna kono merjanji bage murahmu merluap

Keppeken diringki ibaing ko oh….
Bage kalak mangan tebbu diringki ibaing ko
Nggo kessa kerri tenggina, cepah nai i ambongken ko

Ref.
Bage emmas dabuh mi kubang diringki ibang ko
Tung pe nggo kotor idah kono, oda moru hargana
Keppeken kelleng ni atemi pellin bagak rupangki
Oda dekket atengki, dekket mende basangki

Mike mo aku laus mengadu u….
Sakat bamu mo karina sempettangki ale Turang
Lolo kono sendah menengen sindanggelken


3. Sada-sada 

Voc. Dewi Berampu

Sada-sada ngo eluhki merurusen idates kurumki
Kessa mersirang aku engket ko, oh ale Turang

Bage bintang ni dates pas bagi mo kellengki mendahi ko
Melemlem ngo ‘ku akap le Turang songket mi nipingki

Ulang lupaken le Turang, ulang tadingken le Impal
Maseh atemu mo ale Turang mendahiken aku

Dak ‘ku tulusi le Turang sibage rupami ale Turang
Tapi mak dapet aku le Turang pellin kono sambing

Dak ‘ku tulusi le Turang sibage rupami ale Turang
Tapi mak dapet aku le Turang pellin kono sambing

Ulang lupaken le Turang, ulang tadingken le Impal
Maseh atemu mo ale Turang mendahiken aku
Njuah-njuah mo giamken le Turang
ukurmu menadingken diringken
Cayurtua mo ko le Turang, meranak merberru i

Sada-sada ngo eluhki merurusen idates kurumki
Kessa mersirang aku engket ko, oh ale Turang


4. Berngin En

 
Berngin en mak terpeddem matangku
Mernenget ko sambing Turang
Berngin en mak terpeddem matangku
Mernenget ko sambing Turang

Kade ngo ndia dalan ngkelleng atemu
Taba aku le Turang
Kade ngo ndia dalan ngkelleng atemu
Taba aku le Turang

Mbiar aku oda ne ngkelleng atemu
Mbiar aku ilupaken kono aku

Berngin en mak terpeddem matangku
Mernenget ko sambing Turang

Berngin en mak terpeddem matangku
Mernenget ko sambing Turang
Berngin en mak terpeddem matangku
Mernenget ko sambing Turang

Kade ngo ndia dalan ngkelleng atemu
Taba aku le Turang
Kade ngo ndia dalan ngkelleng atemu
Taba aku le Turang

Mbiar aku oda ne ngkelleng atemu
Mbiar aku ilupaken kono aku

Sadike kerogin ko bamu
Ukum pergeluhenta boi ngo kucari
Ukum pergeluhenta boi ngo kucari




5. Cikala Le Pongpong
Cipt. Daulat Padang

Cikala le pongpong oe,
ue merbuah si nangka bari le oe
si manguda bagendari en
dak mengkabari

Mela mo cituk kene turang
ulang ulaken kene male
ulah-ulah nde neidi bagi
ulang mo… dak bagi…

Kade mo lemlem pagemu
pucuk bincoli mo kabir-kabiren
kade mo kelleng ate mu
anak maholi man pabing-abingen

Pong kirpong lepong kirpong...


6. Lae Simenggo
Voc: Trio Simervara

Oh Lae Simenggo, Lae Simenggo simende
Lea pengkailenki, i Perliliten kutangki

Kuta Sikettang, Kesogihen dekket Sienem Kodin i
Merdemu mi Lae Rambe i, lebbuh si Meka Mungkur i

Ref.
Oh Lae Simeggo, diloken mo pengisimi
Asa mrsada roka lako membangun lebbuhna i
Bage sidok ni pemerentah
Mersipekade biding duruna da Nange

Mrsora mo sampuren sini embus angin i delleng
Mella ‘ku enget i Nange puas ngo teddoh ki Nange


7. Mak TeridahVoc. Trio Olichta
Mertahun dekkahna kita sidua sada arih, sada rananta
Mernenget janjimi, mernenget ranami soh ngo i mi tendiku

Kusohken bamu kellengki Turang ulang ne mobah ukurmi
Kusohken bamu diringki Turang ulang duaken kellengmi

Kumerna kadengo ku kellengi ko ale Turang tampuk pusuhku
Keppe bagen pemahan mi Turang i tadingken ko ngo diringki

Mella oda pahe ukurmi oh Turang ulang bage menjemak reba-reba
Kelleng atengki midah ko oh Turang simak teradah digan pe
9:12 PM | 2 comments | Read More

Hasil Perolehan Suara sah Pemilukada Kabupaten Pakpak Bharat Tahun 2010

<Segera Update>

Berikut hasil rekapitulasi perolehan suara sah tiap pasangan calon kepala daerah/wakil kepala daerah Kabupaten Pakpak Bharat periode 2010-2015.

1. Remigo Yolando Berutu,MBA dan Ir. Maju Ilyas Padang :
- (00.00%)
2. Ahmad Padang dan Renti Ares Br. Manik:
- (00.00%)
3. Dr. Tahim Solin,M.Kes dan H. Safrizal Banurea, SH:
- (00.00%)
4. Dinar Marhaeni dan Makner Banurea, SP:
- (00.00%)
5. Ir. H. oji Manik dan St. Lubis Tumangger,S.S.Sos:
- (00.00%)
6. dr. Erison Banureah dan Drs. H. Letce Berutu:
- (00.00%)
Jumlah suara sah keseluruhan:
- (100.00%)

Sumber: KPU Kab. Pakpak Bharat

2:12 AM | 0 comments | Read More

Logistik Pemilu Kada 100% Standby di KPU Kabupaten Pakpak Bharat

Written By Juwita on Wednesday, May 5, 2010 | 9:42 PM

Dalam acara Bimbingan Teknis Distribusi Logisti Pemilu Kada Kabupaten Pakpak Bharat hari Kamis 6 Mei 2010 bertempat di Gedung Serbaguna Salak, KPU menyatakan logistik untuk pemilihan umum kepala daerah kabupaten Pakpak Bharat 100% telah rampung dan standby serta siap di distribusikan pada min-1 H (11 Mei 2010) ke setiap PPS untuk selanjutnya didistribusikan ke KPPS pada hari H.

Logistik tersebut adalah kelengkapan-kelengkapan dalam penyelenggaraan pemilukada termasuk didalamnya surat suara yang telah dicetak dengan jumlah sesuai DPT ditambah surat suara cadangan.

Dalam kesempatan itu KPU juga menyatakan, sampai saat ini (6 Mei 2010) jumlah kandidat yang menjadi pasangan calon kepala daerah hanya 6 kandidat.

Menyinggung isu yang berkembang bahwa jadwal pilkada kab.Pakpak Bharat akan diundur KPU juga menegaskan bahwa ini hanya isu, belum ada perubahan jadwal sesuai tahapan pemilukada sampai hari ini, bahwa pelaksanaannya ditetapkan tanggal 12 Mei 2010. Diharakan masyarakat tidak mempercayai isu-isu yang tidak bertanggung jawab. Jika memang ada perubahan tahapan pilkada, maka akan diumumkan oleh KPU secara resmi.

9:42 PM | 0 comments | Read More

Panggilan Kerja CPNSD Kabupaten Pakpak Bharat Formasi 2009

Written By Juwita on Friday, April 23, 2010 | 1:11 AM



Berdasarkan Pengumuman Bupati Pakpak Bharat Nomor 800/5076/KKD/XII/2009 tanggal 07 Desember tentang Penetapan Kelulusan Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) Formasi Tahun 2009, bahwa kepada nama-nama yang lulus dan diterima sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah diminta kehadirannya untuk menerima Surat Keputusan Pengangkatan menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah Kabupaten Pakpak Bharat pada:


Hari..............: Selasa
Tanggal ........: 27 April 2010
Pukul............: 07.30 WIB s.d. Selesai
Tempat.........: Lapangan Apel Sekretariat Daerat Kabupaten Pakpak Bharat


Perlu diberitahun bahwa sejak nama-nama yang lulus dan diterima sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah menerima Surat Keputusan Pengangkatan menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah Kabupaten Pakpak Bharat sudah berdomisili di lingkungan Kabupaten Pakpak Bharat.

Catatan:
1. Pakaian Hitam Putih
2. Pada saat pengambilan Surat Keputusan Pengangkatan menjadi CPNSD Kabupaten Pakpak Bharat supaya membawa masing-masing 5 (lima) pokok Trembesi.

Terima Kasih,

Dikutip sesuai dengan Surat Bupati Pakpak Bharat No. 800/326/KKD/IV/2010 tanggal 22 April 2010 Perihal Panggilan Kerja CPNSD Kabupaten Pakpak Bharat Formasi 2009



1:11 AM | 0 comments | Read More

Rakoor Bupati Pakpak Bharat dengan Kepala SKPD

Written By Juwita on Monday, April 19, 2010 | 2:27 AM


Bupati H. Makmur Berasa,SH pimpin rakor antar SKPD (Satuan Kerja Perangkat daerah).Sekabupaten Pakpak Bharat, Rabu kemarin (14/4). Bertempat di Aula Pemkab, komplek Panorama Indah Sindeka Salak. Beliau didampingi, Wabup Ir.Remigo Y Berutu,MBA dan Sekdakab Drs. Gandi Wartha Manik,SE.ME. Adapun, rapat koordinasi itu berlangsung dengan lima (5) kesimpulan.

Demikian, siaran pers resmi keprotokolan Humas Setda Pakpak Bharat. kendati rapat intern tersebut sifatnya tertutup. Namun, untuk memenuhi azas keterbukaan sehingga dipublikasikan, ujar salah satu petugas ke-Humasan. Seraya menyatakan bahwa ketentuan siaran pers dimaksud. Atas perintah Setdakab Pakpak Bharat. Hal itu, juga diamini Kahumas Seslian Sinamo,SPd.

Pada point pertama terdapat, setiap SKPD c/q sejajaran Pemkab Pakpak Bharat. Ditugaskan, agar melaksanakan intensitasnya sesuai program. Dimana, tema pembangunan kedepan telah diluncurkan berdasarkan pemberitahuan tertanggal 07 Februari 2010, papar KDH Bupati H. Makmur Berasa,SH.

Dalam Rakoor, dibahas kesiapan penyelenggaraan Pemilu Kada Mei 2010. Diharapkan segenap komponen dan unsur pemerintahan dari kalagan PNS supaya mematuhi rambu-rambu, hukum maupun perundang-undangan, imbuh Bupati sembari berikrar, bagi setiap oknum yang terlibat pelanggaran akan dikenai sanksi hukum berdasarkan perundang-undangan yang ada. Ditambah bagi PNS, diganjar PP 30/1980.

Sementara kepada pimpinan SKPD lanjut dia yang tidak komit dan berkemampuan akan target dipersilahkan mundur. Pada kesempatan itu (diending ke-V) mengemuka tema pembangunan, desa Sibongkaras/Kuta Tinggi kecamatan Salak kabupaten Pakpak Bharat. Prioritas pelaksanaan-TMMD (Tentara Manunggal Masuk Desa), pada Oktober 2010. Demikian juga, pembangunan jalan Lagan/Sibagindar. Menyangkut izin, diharapkan pejabat terkait Plt. Kadis Kehutanan Pertambangan dan Lingkungan Hidup Pakpak Bharat Ir.Sujarwo kiranya segera mengkoordinasikan, jajarannya dengan Kementerian Kehutanan RI dan Hankam. Maupun, Pangdam I Bukit Barisan, serta Dandim 0206/ Dairi/Pakpak Bharat tutupnya.



2:27 AM | 0 comments | Read More

Guru Harus Netral Dalam Pilkada Kabupaten Pakpak Bharat 2010-2015


"Jangan korbankan ikatan keluarga, karier dan, demokrasi gara-gara. Mendukung salah satu calon Bupati/Wabup Pakpak Bharat 2010/2015. Anda itu aparatur abdi negara, abdi masyarakat, bukan abdi Cabup. Lihat institusi TNI/Polri, dicabut haknya tidak ikut memilih. Masih mending PNS, masih dilibatkan pada Pemilu Kada 2010.

Perlu dipahami, ketentuan Pemilu telah ditetapkan oleh pemerintah. Jurdil, Umum, Bebas dan Rahasia, untuk itu tentukan pilihan berdasarkan nurani, bukan, atas tekanan maupun iming iming itu pembodohan. Berdemokrasi adalah hak individu, merupakan azas yang tidak boleh diperwakilkan. Pesta demokrasi telah 65 tahun, kita rasakan di Republik yang kita cintai ini.

Dengan demikian, melalui aksi pencerahan perdana cipta Pemilu Kada Damai Pakpak Bharat, guru yang dijuluki Pahlawan Tanpa Tanda Jasa harus netral. Jangan salahkan saya, bila bertindak agak represif terhadap oknum yang tetap tidak mengindahkan ketentuan diatas, siap siap menerima sanksi. Hal itu juga berlaku kepada para Camat, Kades, Honorer serta aparatur lainnya di jajaran Pemkab Pakpak Bharat.

Saya merasa risih dan terusik, akan informasi yang menyatakan adanya segelintir oknum PNS dijajaran pendidikan tidak indevendent. Ditengarai oknum tersebut berperan ganda, turut nimbrung untuk memenangkan salah satu Cabup/Cawabup. Anehnya, padahal kriteria Pemilu Kada telah dipahami para calon sebelumnya, tetapi.......... Nah, untuk itu Kadis Pendidikan, Pengawas harus proaktif dan lebih peka. Dunia pendidikan merupakan masa depan Pakpak Bharat” kata Bupati Pakpak Bharat H. Makmur Berasa,SH didampingi Kadisdik Tuppak Banurea,SH Melanjutkan paparan Kadisdik di awal pembukaan sosialisasi Pilkada damai di lingkungan pendidikan. Bertopikkan guru harus netral.

Kegiatan itu dihadiri ratusan Guru/Kasek. Dari 52 desa, yang ada di 8 kecamatan se-Kabupaten Pakpak Bharat. Kepada mereka secara lisan Bupati memerintahkan, supaya materi kegiatan disosialisasikan kepada guru lainnya. Demikian pesan Bupati seraya menutup kegiatan (Kamis 15/4/2010) di Aula Pemkab Sindeka Salak.
(Pers)



1:59 AM | 0 comments | Read More

Harapan: Pilkada Yang Santun

Pemilihan Kepala Daerah tidak sesuatu hal yang baru bagi masyarakat Pakpak Bharat dan Indonesia tentunnya. Pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden yang lalu, secara umum dapat dikatakan bahwa pemilihan tersebut berjalan lancar dan damai sehingga dapat mengangkat citra positif Bangsa Indonesia sebagai negara memilih langsung pemimpinnya melalui sistem pemilihan umum secara langsung. Meskipun terdapat konflik di beberapa kasus namun konflik tersebut tidak terlalu berarti.

Tapi ternyata kondisi Pilkada berbeda dengan kondisi Pemilu Nasional yang lalu, dibeberapa daerah sudah muncul berbagai macam konflik dengan bermacam-macam persoalan, ada yang marah karena tidak lulusnya calon mereka dalam penjaringan di KPUD dan ada konflik yang muncul akibat konflik internal partai politik. Hal tersebut sudah diprediksikan sebelumnya karena ruang gerak wilayah politik juga akan berpengaruh pada intensitas suhu politik.

Harus dipahami bahwa setiap tahapan pemilihan kepala daerah secara langsung memiliki titik-titik rawan yang bisa diambil langkah pencegahan (preventif) sebelum konflik terlanjur menjadi lebar dan meruncing bahkan tidak terkendali. 

Pertama, pada tahap penjaringan calon. Pada tahap ini seperti yang telah terjadi di beberapa daerah, konflik muncul karena KPUD tidak meluluskan salah satu kandidat.

Kedua, Tahap kampanye, pada tahap ini adalah wilayah yang paling rawan. Kampanye harus tetap berada pada kerangka visi dan misi masing-masing kandidat dan justru bukan pada Black Campaign yang akan memancing saling serang antar kelompok pendukung kandidat. Seharusnya para kandidat menjadi contoh teladan membangun politik yang damai dan santun bukan malah membangun dan menularkan emosi yang buruk kepada massanya dan masyarakat.

Ketiga, Pada tahap pemungutan dan perhitungan suara, Pemilu nasional yang lalu memberi pelajaran kepada kita bahwa sangat mungkin terjadi manipulasi hasil penghitungan suara, dan bagi pihak yang tidak puas dan merasa dirugikan tentu akan bereaksi pada tahap ini. Pada tahapan ini kinerja Panwaslu akan dipertaruhkan untuk mengawasi kinerja KPPS dan PPS disamping optimalisasi para saksi masing-masing kandidat. Dan yang terakhir,

Keempat, pada saat pengumuman hasil pengitungan suara. Banyak orang tidak bisa menghargai kemenangan orang lain dan mengakui kekalahan diri sendiri sebagai introspeksi diri dimasa depan. Pada fase setelah pemilihan ini sangat mungkin terjadi mobilisasi massa kandidat karena kalah dalam pemilihan dan tidak bisa menerima kekalahan itu.

Semua kerawanan pada tahap-tahap diatas sebenarnya tidak akan menimbulkan konflik yang meruncing apalagi konflik antar massa (bentrok fisik) apabila para aktor politik yang dalam hal ini elite politik memulai membangun kekuatan politiknya dengan cara-cara yang santun, etis dan tidak mencedarai hak-hak orang lain karena pada akhirnya yang akan dirugikan dari konflik tersebut adalah masyarakat banyak, karena Pilkada adalah entry point bagi perubahan masyarakat Pakpak Bharat yang sudah hampir 7 (tujuh) tahun dimekarkan dari Kabupaten Dairi.

Dalam Pilkada ini elite politik bisa menjadi sumber konflik politik dan bisa pula meminimalisir konflik. Karena yang membangun isu dan opini publik dilakukan oleh para elite, apabila isu tersebut mendidik dan tidak memecah belah masyarakat maka konflik akan terelakkan tetapi sebaliknya apabila para elite politik mengesampingkan politik santun dan mengedapankan keinginannya untuk berkuasa dengan menggunakan segala cara maka mereka akan memanfaatkan kelompok massa sebagai pressure politik.

Semestinya politik pada Pilkada di Pakpak Bharat jangan sampai dijadikan sebagai ajang mempertontonkan kemahiran berfitnah, menjelek-jelekakan orang lain sehingga visi dan misi yang seharusnya dijadikan pegangan masyarakat dalam memilih pemimpinnya hanya menjadi sampah yang tidak berarti.

Berbagai konflik yang telah dan akan muncul jelas didasari perbedaan kepentingan (interests) yang dibawa masing-masing kandidat. Konflik ini yang harus dikelola agar kepentingan masyarakat tidak terganggu. Sumber konflik pada setiap Pilkada disetiap daerah bisa dikarenakan adanya konflik yang dibangun sebelum Pilkada digelar, artinya pihak yang berkonflik memang memiliki sejarah selalu berbeda kepentingan antara kelompok yang satu dengan lainnya.

Kemenangan pada Pilkada dianggap sebagai simbol kemenangan satu kelompok yang selama ini bertikai. Kalau memang ini terjadi maka perasaan dendam dan tidak senang mendominasi kepentingan bukan kepentingan bersama. Selain itu, yang sangat bisa merangsang timbulnya konflik ditengah-tengah masyarakat adalah kompetisi politik lokal yang tidak sehat seperti dengan menggunakan politik uang, cara–cara diluar susila dan sikap arogan.

Sikap arogan biasanya ditunjukkan dengan pendekatan-pendekatan premanisme untuk menakuti kelompok lain. Sikap premanisme ini akan diikuti oleh perasaan bahwa kelompoknya yang paling kuat, paling hebat, mau menang sendiri dan setiap permasalahan akan diselesaikan dengan cara premanisme bukan dengan tindakan-tindakan yang rasional melainkan emosional. Kita berharap konflik atas nama etnik, agama, daerah dan darah tidak perlu terjadi di wilayah Pakpak Bharat karena Budaya Pakpak memiliki sifat terbuka (opennes) dan toleran serta menghargai pluralitas. Sejarah Melayu Kepulauan Riau telah mencatat bahwa masyarakat Melayu bisa hidup berdampingan dengan etnis lain dengan saling mengambil manfaat antara yang satu dengan lainnya.

Dan menurut hemat saya, konflik bisa terbuka dengan lebar kalau perangkat nilai-nilai yang luhur seperti etika dan budaya politik tidak dikedepankan. Melayu dikenal dengan konsep politiknya yang sangat santun. Santun dalam berbahasa, sopan dalam bersikap, tidak menfitnah orang lain dan mendidik rakyat untuk cerdas, Raja alim raja disembah, raja lalim raja disanggah adalah pepatah yang mengajak rakyatnya untuk kritis terhadap pemimpin dan karena memang, yang utama adalah budaya melayu berdiri dengan ruh nilai-nilai Islam, dalam Islam memanggil seseorang dengan panggilan yang buruk saja tidak diperbolehkan.

Konfik politik yang terjadi pada Pilkada ini tidak akan terjadi atau bisa dikelola dengan baik kalau semua pihak berada dalam frame budaya politik santun. Politik santun harus bisa diinstitusionalisasikan secara formal seperti dengan dengan pernyataan bersama antar kandidat untuk menyepakati kode etik dan pernyataan siap menang dan siap kalah dan yang penting secara kultur atau budaya
Oleh : T. Manik, SE
12:06 AM | 0 comments | Read More

Alat Musik Tradisional Pakpak

Written By Juwita on Sunday, April 18, 2010 | 10:45 PM


Pada masyarakat Pakpak terdapat ensambel musik yang dikenal dengan Genderang Sisibah (drum-chime), yaitu sembilan buah gendang satu sisi yang diletakkan dalam satu rak yang dipukul dengan menggunakan stik (pemukul). Genderang ini dipakai untuk mengiringi upacara-upacara adat yang ada di Pakpak, melus bulung bulu, melus bulung sempula, dan melus bulung simburnaik. Didalam ensambel ini juga terdapat alat musik kalondang (xylophone), lobat (aerofon, recorder), kecapi dan gong.
Lobat dan serdam (end-blown flute) adalah merupakan solo instrumen juga walaupun terkadang dipakai juga  dalam ensambel musik. Lobat biasa juga ditiup seseorang yang melakukan kegiatan merkemenjen (menyadap getah kemenyan) serta bernyanyi tentang keluh kesah kehidupannya. Nyanyian ini disebut dengan odhong-odhong.

Odhong-odhong dinyanyikan diatas pohon,
atau nyanyian rimba. Serdam biasanya dipakai seseorang untuk melepaskan lelah ketika mermakan (menggembalakan ternak dipadang rumput).

Disamping alat musik tersebut juga ada ensambel musik genderang si pitu, yang terdiri dari 7 buah gendang (drum set) yang diletakkan pada satu rak. Permainan  kalondang biasanya dimainkan dengan melodi yang sama dengan vokal dengan pukulan gendang yang variatif. Sejauh ini tradisi musik Pakpak belum banyak  mengalami perubahan-perubahan.

10:45 PM | 0 comments | Read More

Nyanyian Sunyi Dari Tanoh Pakpak

Written By Juwita on Wednesday, April 14, 2010 | 1:29 AM

Jika naik kendaraan dari Medan, sepanjang 153 kilometer menuju tanah Dairi dan Pakpak Bharat, Anda akan menikmati jalan turun-naik, melintasi indahnya pemandangan Tanah Karo, menikmati birunya Danau Toba dan genitnya bibir danau di tepian Silalahi, serta awan tipis yang menyelimuti hijaunya anak-anak gunung yang bertumpukan di kiri jalan.

Umpamakan perjalanan Anda menuju tanah Dairi dan Pakpak Bharat itu untuk menghadiri jamuan makan, maka apa yang tersaji di perjalanan tadi adalah santapan selamat datang. Seterusnya, di tanah Dairi dan Pakpak Bharat, Anda akan disajikan berbagai ragam santapan utama. Salah satu pilihannya adalah musik. Seperti juga di tanah Batak lainnya, musik-musik tradisional yang akan ditemui bisa dipastikan tidak banyak berbeda. Namun, kalau masuk lebih jauh lagi, Anda akan tercengang dan dijamin menggeleng-gelengkan kepala, karena kagum pada apa yang Anda dengar dan saksikan.

Ada dua jenis nyanyian orang Pakpak yang tidak lazim terdengar. Disebut tidak lazim, karena kedua nyanyian itu hanya dikumandangkan di tempat yang sangat khusus. Dua-duanya dinyanyikan di tempat yang sunyi. Yang pertama disebut tangis milangi (tangis menghitung), dinyanyikan di tempat mana hati semua orang dalam keadaan sunyi hati. Persisnya di tempat orang meninggal dunia. Dan satu lagi, Odong-Odong, yang dinyanyikan di tempat yang benar-benar sunyi. Di tengah hutan rimba raya, di mana penyanyinya berada di atas pohon kemenyan, menumpahkan semua kerinduan dan seluruh harapan yang mengalir di nadinya.

Jangan tanya bagaimana Tangis Milangi atau Odong-Odong itu ada. Dengan segala kekhasannya, dia sudah ada dan menjadi milik orang Pakpak secara turun temurun. Jangan pula tanyakan siapa penciptanya, sebab sejak dia muncul dengan patron yang konvensional, tidak ada yang mencatat nama penciptanya. Tapi, sebut saja dia ciptaan NN (No Name) sebagaimana lazimnya perlakukan kepada karya musik yang tidak diketahui nama penciptanya. Apalagi, yang pakem hanyalah lagunya, sementara liriknya selalu berubah-ubah, tergantung siapa yang menyanyikan dan perasaan apa yang berkecamuk di dalam hatinya saat itu.

TANGIS MILANGI

Tangis Milangi dapatkita dengar pada saat ada kemalangan (meninggal). Ketika seseorang meninggal dunia, ada pihak-pihak yang mempersembahkan Tangis Milangi itu sebagai komunikasi terakhir, sebelum jenazah dimakamkan. Biasanya, yang mempersembahkan tangis milangi itu adalah kaum perempuan, ibu-ibu. Durasi Tangis Milangi tidak ditentukan. Tergantung panjang pendeknya kehidupan dijalani orang yang meninggal dunia. Atau tergantung panjang pendeknya pengetahuan yang ber-Tangis Milangi tentang orang yang meninggal dunia.

Tangis Milangi dimasukkan ke dalam golongan nyanyian, karena Tangis Milangi itu memang dinyanyikan (tangisan yang memenuhi semua unsur yang dibutuhkan oleh nyanyian), dan sebagai cirri khasnya yang lain adalah, selalu dinyanyikan dengan nada minor.

Kepeken berngini rebbak deng kita kirana
Naing mangan pelleng nimu katemu
Ndor aku meddem asa ndungo siceggen
Asa giam ndor kubahan pengidoenmi
Nggo kessa cihur ceggen ari
Ndungo ko Pa, ninggu
Enggo ko keppe laus, Bapa
Uuuuuuuuu

Padahal tadi malam kita masih bersama ngobrol
Katamu ingin makan pelleng
Saya cepat tidur agar bangun pagi
Biar cepat saya kerjakan apa yang kau minta
Begitu pagi hari terang
Bangun, Pak, kataku
Ternyata engkau sudah pergi, Bapak
Uuuuuu (bagian ini disebut derru-derru/menangis jerit-jeritan)

Lirik di atas adalah salah satu yang dibuat secara bebas. Begitu bebasnya lirik Tangis Milangi itu, tanpa ada batasan apa-apa seperti juga durasinya. Bahkan, kadang-kadang sesuai yang rahasiapun disisipkan di sana, misalnya bicara tentang sesuatu yang belum terselesaikan dengan orang yang meninggal dunia (hutang piutang misalnya).
Tangis Milangi, sudah ada sejak dulu. Sehingga, bagi orang Pakpak, kematian tanpa ada Tangis Milangi, dianggap seperti sesuatu yang belum sempurna. Pilu mendengarnya, tapi kadang-kadang mendengar lirik yang dikarang pada saat itu juga, dalam hati bisa geli. Atau kita juga bisa geli, karena bisa mendadak yang tengah menangis milangi berhenti dan mengatakan kepada orang di sebelahnya, ¨Giliranmu sekarang!¨ Atau sebaliknya, ketika bagian Uuuuuuuu (meraung-raung), tiba-tiba saja dia pingsan.

ODONG-ODONG

Walaupun masyarakat Pakpak terkenal dengan kebun kopi, berkebun nilam, dan mencari getah kemenyan, dan tiga-tiganya berasa di tempat sepi, Odong-Odong lebih dikenal milik perkemenjen (pencari getah kemenyan) di hutan belantara. Sampai sekarang, perkemenjen masih terus melakukan pekerjaannya dengan pola dan cara yang sama. Seperti orang mau mergeraha (berperang), perkemenjen akan diberangkatkan oleh keluarga, dilengkapi dengan segala kebutuhan berhari-hari tinggal di hutan, termasuk perlengkapan ,perangnya, berupa golok, congkil (alat untuk mencongkel getah kemenyan).

Perkemenjen selalu laki-laki. Persoalannya, medan yang dihadapi selalu cukup ekstrem, masuk hutan sendirian atau berdua, yang tentu saja bisa tiba-tiba berhadapan bukan hanya cuaca, tapi segala sesuatu yang hidup di hutan, termasuk binatang buas. Setelah memasuki hutan belantara, biasanya mereka akan membuat semacam saung (dalam bahasa Pakpak disebut sapo-sapo/rumah-rumahan) tempat mereka menginap dan berteduh kalau hujan tiba-tiba turun. Tinggal di hutan bisa berhari-hari, bahkan bisa dalam hitungan minggu. Tergantung jumlah getah kemenyan yang dikumpulkan.

Bisa dibayangkan, sendirian, jauh dari keluarga, masak sendiri, tidur sendiri. Yang pasti temannya hanya ada satu: sunyi. Terutama saat perkemenjen memanjat pohon kemenyan di siang hari. Di bawah terik matahari perkemenjen berusaha agar getah kemenyan keluar dan mengental. Angin sepoi-sepoi, ada nyanyian burung dan desir angin meniup daun-daunan penambah rasa sunyi. Bayangan wajah anak dan istri tentu langsung menggelayut di benak. Saat itulah biasanya perkemenjem menumpahkan rasa sunyi dan semua harapannya ke dalam lagu yang disebut Odong-Odong.
Seperti juga Tangis Milangi, Odong-Odong tidak dibatasi durasi, tidak dibatasi lirik. Tergantung yang ber-Odong-Odong mau berhenti kapan, dan mau membuat liriknya seperti apa.

Otang kabang-kabang mi urang Julu ko lebbe manuk-manuk
Pesoh mo giam teddoh ni ate mendahi si buyung
I tengah rambah en ngo bapana merkemenjen
Giam burju-burju ia sikkola
Barang mi juma mendengani inangna
Odong-odong-odonggggggg (ditingkahi dengan legato yang meliuk-liuk)

Terbang ke urang Julu (ke daerah hulu) lah kau burung
Sampaikan rindu hati kepada si buyung (anak)
Bapaknya di tengah hutan mencari kemenyan
Mudah-mudahan dia baik-baik sekolah
Atau ke ladang menemani ibunya
Odong..odong..odong..

(contoh lirik bebas Odong-Odong)
Tangis Milangi maupun Odong-Odong adalah sebuah peninggalan nenek moyang orang Pakpak yang sesungguhnya tiada bertara. Yang berhubungan dengan jiwa, dan dibebaskan kepada jiwa siapa saja yang membawakannya. Bisa jadi, itu pula yang membuatnya terus lestari, sebab setiap saat bisa diaktualisasi, disesuaikan dengan kondisi dan keadaan batin yang membawakannya.

*** penulis: Hans Miller Banureah



1:29 AM | 0 comments | Read More

Pendaftaran Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Tahun Ajaran 2010/2011

Written By Juwita on Sunday, April 11, 2010 | 10:27 PM


Kementerian Dalam Negeri pada Tahun Ajaran 2010/2011 membuka kesempatan bagi putera/puteri Warga Negara Republik Indonesia mengikuti pendidikan tinggi kepamongprajaan (Diploma IV) pada Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

A. SYARAT-SYARAT PENDAFTARAN:

1. Warga Negara Republik Indonesia;

a. Lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA)/Madrasah Aliyah (MA) tahun kelulusan 2008, 2009 dan 2010, dengan nilai minimal rata-rata Ijazah/Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) 7,00 yang dibuktikan dengan photocopy Ijazah/STTB yang disahkan oleh Kepala Sekolah;

Bagi pendaftar yang masih duduk di kelas XII pada tahun 2010 dapat mendaftarkan diri dengan menyertakan Surat Keterangan yang menyatakan bahwa yang bersangkutan masih duduk di kelas XII yang ditandatangani/disahkan oleh Kepala Sekolah SMA/MA yang bersangkutan;
b. Lulusan ujian paket C SMA/MA, Usia maksimal 21 tahun per tanggal 1 September 2010, Lulus ujian paket C tahun 2008 dan 2009 dan Nilai rata-rata Ijazah Paket C minimal 7,00 yang dibuktikan dengan photocopy yang disahkan oleh Kepala Dinas Pendidikan setempat.

2. Tinggi badan sekurang-kurangnya 160 cm untuk pria dan 155 cm untuk wanita;
3. Surat Keterangan Catatan Kepolisian dari Kepolisian Tingkat Kabupaten/Kota setempat;
4. Surat Keterangan Berbadan Sehat dari Rumah Sakit Umum Daerah atau Puskesmas setempat;
5. Pendaftaran dilampiri dengan:

a. Surat Pernyataan belum pernah menikah/kawin, hamil/ melahirkan yang diketahui oleh orang tua/wali dan disahkan Kepala Desa/Lurah setempat;
b. Surat Pernyataan sanggup tidak menikah/kawin selama mengikuti pendidikan yang dinyatakan secara tertulis di atas kertas bermaterai Rp. 6.000,00 yang diketahui oleh orang tua/wali;
c. Surat Pernyataan bersedia mengembalikan seluruh biaya selama pendidikan yang telah dikeluarkan pemerintah dikarenakan mengundurkan diri, diberhentikan dengan hormat maupun dengan tidak hormat dan atau melanggar peraturan pendidikan yang dinyatakan secara tertulis di atas kertas bermaterai Rp.6.000,00 yang diketahui oleh orang tua/wali;
d. Surat Pernyataan bersedia mengikuti proses pendidikan di Kampus IPDN Pusat atau Daerah yang dinyatakan secara tertulis di atas kertas bermaterai Rp. 6.000,00; dan
e. Pasphoto berwarna menghadap kedepan dan tidak memakai kacamata, ukuran 3 x 4 cm sebanyak lima lembar.



B. WAKTU DAN TEMPAT PENDAFTARAN
1. Pendaftaran dilaksanakan mulai tanggal 19 April sampai dengan tanggal 23 April 2010;
2. Tempat pendaftaran di Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.

C. JADWAL TES
1. Tes Psikologi pada tanggal 17 Mei sampai dengan tanggal 19 Mei 2010 di Ibukota Provinsi;
2. Tes Kesehatan dan Kesamaptaan pada tanggal 21 Juni sampai dengan tanggal 22 Juni 2010 di Ibukota Provinsi;
3. Tes Akademis pada tanggal 6 Juli 2010 di Ibukota Provinsi;
4. Penentuan akhir (cek administrasi, cek kesehatan, cek kesamaptaan dan wawancara) pada tanggal 28 Juli sampai dengan tanggal 4 Agustus 2010 bertempat di Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat.
5. Khusus Provinsi Papua dan Papua Barat, pelaksanaan Tes Kesehatan, Tes Kesamaptaan, Tes Akademis, cek administrasi, dan wawancara dilaksanakan secara simultan/berurutan, sebagai berikut:

a. Tes Kesehatan dan Kesamaptaan dilaksanakan pada tanggal 21 Juni sampai dengan tanggal 22 Juni 2010;
b. Tes Akademis dilaksanakan pada tanggal 23 Juni 2010;
c. Cek administrasi dan wawancara dilaksanakan pada tanggal 25 Juni sampai dengan tanggal 26 Juni 2010.

D. SISTEM SELEKSI
Pelaksanaan seleksi menggunakan sistem gugur, yaitu peserta dapat mengikuti seleksi tahap berikutnya apabila lulus/memenuhi syarat pada tahap sebelumnya, kecuali bagi peserta yang mendaftar di Provinsi Papua dan Papua Barat berlaku ketentuan sebagaimana tersebut dalam huruf C angka 5 di atas.

NB: Informasi Selengkapnya di http://badandiklat.depdagri.go.id
10:27 PM | 0 comments | Read More

Semangat Kebangsaan dan Patriotisme Suku Pakpak

Kalau kita telusuri lebih jauh maka etnis Pakpak menunjukkan tebalnya semangat kebangsaan dan kepatriotan. Etnis ini mempunyai sifat suka menerima hal-hal yang baru tanpa merusak nilai-nilai yang ada dan cepat mengantisipasi nilai-nilai luhur.

Di samping itu orang Pakpak mempunyai sifat terlalu cepat menyesuaikan diri, sehingga banyak yang terjadi sampai menukar marganya. Menguasai bahasa daerah lainnya sangat cepat sehingga rata-rata bisa menguasai bahasa-bahasa daerah di Indonesia ini, sehingga bahasanya sendiri ditinggalkan. Hal ini dipengaruhi oleh rasa nasionalisme yang tinggi dalam rangka Negara Kesatuan Republik Indonesia, tetapi hal ini banyak dimanfaatkan oleh kelompok lain, sehingga padamnya jati diri orang Pakpak. 

Catatan-catatan buku-buku orientalis Barat juga menyebut orang Pakpak sebagai pemakan orang, namun pada hakekatnya yang dimakan adalah musuh-musuh dalam peperangan (mergraha) jadi bukan kaannibal seperti yang dituduhkan orang Barat tersebut.

Sifat kepatriotannya pun tetap terlihat pada waktu Perang Batak melawan Belanda. Daerah Pakpaklah tempat titik darah penghabisan perjuangan perlawanan Sisingamangaraja XII terhadap Belanda. Banyak panglima orang Pakpak, untuk melindunginya dalam melawan Belanda. Bahwa setelah Sisingamangaraja XII meninggal dunia, perjuangan melawan Belanda terus berlanjut dengan membentuk satuan-satuan gerilya yang disebut “Slimin” sampai tercapainya Kemerdekaan Republik Indonesia.


6:38 PM | 0 comments | Read More

Keberadaan Mejan di Kabupaten Pakpak Bharat

Patung-patung dengan berbagai ukuran itu berdiri di atas sebidang tanah. Kerak-kerak lumut yang melapisi benda-benda itu, menandakan umurnya yang telah mencapai ratusan tahun. Mejan adalah patung-patung yang menyimpan nilai sejarah yang tiada duanya. Sementara bagi orang-orang Pakpak, mejan merupakan kebanggaan dan kemasyuran Suku Pakpak yang mengandung unsur mistik dan budaya. Boleh percaya boleh tidak, di masa lalu mejan dapat bersuara apabila suatu kampung akan mengalami peristiwa.

Mejan merupakan lambang kebesaran suku/marga Pakpak ini timbul tatkala dalam rangkaian perjalanan Inside Sumatera di Kabupaten Pakpak Bharat, kami mengetahui bahwa patung bersejarah yang disebut dengan mejan itu semakin lama semakin berkurang. Kini, di delapan kecamatan di Kabupaten Pakpak Bharat, diperkirakan hanya tersisa ratusan saja. Padahal, sebelumnya, mejan terdapat di setiap kampung pada masing-masing keluarga besar marga tertentu.


6:36 PM | 0 comments | Read More

Kumpulan Umpama Pakpak (Peribahasa/Ungkapan Pakpak)

Written By Juwita on Friday, April 9, 2010 | 2:58 AM

Inti dari umpama Pakpak adalah memberikan nasehat kritik dan saran melalui peribahasa (analogi) yang singkat.dan mudah dipahami.

Silahkan tambahkan pada komentar dibawah agar kami bisa menambah Koleksi Umpama (Peribahasa/ Ungkapan) Pakpak ini dengan harapan Umpama Pakpak semakin lengkap dan tidak akan hilang tertelan jaman. Karena salah satu kekayaan Budaya Pakpak adalah Umpama Pakpak, yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Berikut Umpama Pakpak yang telah terkumpul :
  • UNGKAPAN UMUM :

1. ULANG BAGE URUPEN SITANGIS
Jangan Bagai membantu orang yang sedang menangis.
 Seseorang yang menangis pada saat kemalangan biasanya membuat orang lain juga ikut menangis. Setelah orang menangis yang pertama menjadi diam lalu membiarkan orang lain tersebut terus menangis. Ungkapan ini ditujukan kepada orang yang selalu memerintah orang lain tapi dia sendiri tidak ikut mengerjakan sesuatu, yang seharusnya dikerjakan bersama.

2. MULA ENGGO MERIDI TAPTAP MO
Bila mandi haruslah basah 
Ungkapan ini mengatakan, apabila mengerjakan sesuatu haruslah diselesaikan sampai selesai atau tuntas.

3. NDATES PENANGKIHEN, NDATES MA MULA NDABUH
Tinggi panjatan, tinggi pula jika jatuh Jika kita memanjat lebih tinggi, semakin tinggi juga kita akan jatuh. Semakin tinggi kedudukan seseorang, maka semakin tinggi pula tanggung jawab, tantangan dan resiko yang harus dihadapi.

4. ANTAN SULANGAT MERIO
Sulangat adalah penangkapan ikan khas pakpak yang terbuat dari benang, kawat dan kasa. Ungkapan ini mengatakan agar dalam melakukan segala sesuatu harus diukur dari kemampuan kita atau kita harus mengenal diri kita yang sebenarnya dalam mengerjakan sesuatu atau dalam memutuskan sesuatu yang melibatkan orang banyak

5. TARIK-TARIK MENGRAOK MENJEMPUT PODA
Hendak meraup banyak, mendapat sedikit pun tidak, kiasan ini ditujukan kepada orang tamak, dimana ia mengharapkan hasil banyak, kedudukan yang tinggi, keuntungan, akhirnya tidak mendapatkan sedikitpun hasil.

6. MENGITE BABAH GOLOK I TERUHNA RANJO
Parang dan ranjau adalah tajam sehingga setiap orang takut memijaknya. Ungkapan ini dikatakan kepada orang yang berbuat kesalahan besar yang sulit untuk dimaafkan maupun dibela.

7. IPALKOH SANGKALEN MENGENA PENGGEL
Dipukul talenan telinga terasa Talenan alat atau landasan untuk memotong, mencincang, mengiris sesuatu. Ungkapan ini meminta kita untuk selalu menuruti, was-was dan tanggap terhadap nasehat yang berguna yang diberikan oleh orang yang berpengalaman seperti : orang tua, abang kakak atau pimpinan.

8. LBBE IDEGER ASA NDABUH
Setelah digoyah baru jatuh Dikatakan kepada oaring yang sulit untuk mengerti tentang sesuatu atau pura-pura tidak tahu dan bisa juga dikatakan kepada seseorang yang sangat kikir. Setelah diberi isyarat tertentu atau dijelaskan secara terus terang baru mengerti permasalahan.

9. BAGE PEMAN TENGNGER
Seperti tungguan tenger Tengger adalah sejenis buah kayu yang walaupun telah membusuk tidak jatuh. Ungkapan yang menyatakan tidak adanya kepastian terhadap sesuatu keputusan

10. TERMELA-MELAKAN CINING I ABE
Untuk apa malu bekas luka di wajah Ungkapan ini menyatakan kita harus memberitahu yang sebenarnya. Kiasan ini mengartikan adanya kejujuran atau keterusterangan seseorang terhadap siapa dirinya dan apa yang dilakukannya.

11. MENENCENG BAGE BASI
Memaksa masuk seperti besi Dikatakan kepada orang yang selalu memaksakan kehendaknya kepada orang lain walaupun orang lain tersebut tidak menyukainya.

12. DUA KALI MANGAN MAK DUA KALI MERBORIH
Dua kali makan dua kali cuci tangan Ungkapan ini seberapa kali kita bebrbuat sesuatu, sebegitu juga kita mempertanggung jawabkannya atau menyelesaikannya. Makna lain apabila kita memulai sesuatu tindakan maka kita pula yang harus menyelesaikannya.

  • UNGKAPAN PAKPAK YANG BERKAITAN DENGAN FLORA:

1. ARI-ARIAN BAGI MANGAN I OPIH
Sehari-hari seperti makan di pelepah pinang Kebiasaan seperti layaknya makan diatas pelapah pinang. Pribahasa ini diperuntukkan bagi seseorang yang mau enak sendiri artinya seseorang yang sangat gemar meminta bantuan dari teman atau orang lain tanpa adanya melakukan usaha demi peingkatan diri

2. BAGI GOLINGEN TABU
Seperti gulingan labu Labu karena bulat mudah untuk menggulingkannya. Ungkapan ini dipakai untuk menyebutkan seseorang yang tidak punya pendirian atau tidak percaya diri sehingga nudah untuk diperdayakan orang lain

3. BAGE MENAKA BULUH SIKEDEKNA ITINGKAH
Seperti membelah bambu yang kecil dipijak. Bambu dari pangkal ke pucuk biasanya mempunyai ketebalan yang berbeda, untuk menjaga keseimbangan maka membelah diwali dari pucuk. Ungkapan ini digunakan untuk memperingatkan orang kaya kuat atau orang tua atau tokoh-tokoh adat agar memberi nasehat atau keputusan secara adil bagi anak atau orang yang lebih lemah kedudukannya.

4. BAGI KETUK TANDANG
Ungkapan ini dikatakan kepada seseorang yang terlalu banyak bicara tetapi tidak banyak bertindak. Misalnya seseorang yang sering menasehati orang lain tetapi ia sendiri tidak berbuat seperti isi nasehatnya tersebut. Atau orang yang selalu menggurui orang lain.

5. BAGE TONGKOH IARNGO
Seperti tunggul kayu di tengah semak arngo. Ungkapan ini dikatakan kepada seseorang yang kurang dihargai ditengah-tengah masyarakat pada hal cukup banyak jasa yang diberikannya.

6. BAGI MENANGKIH KEPPENG
Keppeng adalah sejenis pohon hutan yang rasa buahnya asam. Ungkapan ini dikatakan kepada seseorang yang selalu berusaha walaupun kurang berkemampuan dan dia tidak pernah putus asa apa dan bagaimanapun hasil yang diperolehnya.

7. ULANG BEGE TAKUR-TAKUR
Ungkapan ini dikatakan kepada seseorang yang sangat enggan membantu orang lain atau orang yang sangat egoistis. Ungkapan ini biasanya diucapkan pada saat-saat adanya pertemuan desa atau nasehat orang tua terhadap anak-anak agar saling membantu satu sama lainnya.

8. BAGE KIROROH BULUNG LATENG
Ungkapan ini diperuntukkan sebagai nasehat terutama kepada orang muda yang belum berpengalaman supaya tidak sembrono dalam berprilaku atau bertindak. Untuk bertindak perlu dipikirkan terlebih dahulu sebelum melakukannya. Apabila bertindak dengan tidak berhati-hati maka akibatnyaakan fatal dan harus ditanggung sendiri.

9. BAGE NDERU PERSEGE
Ungkapan ini dikatakan kepada seseorang yang seolah-olah baik atau seolah-olah ringan tangan membantu orang lain, tetapi kenyataannya sangat berat tangan atau enggan membantu sesamanya.

10. BAGE KAYU MALEDANG
Ungkapan ini kepada seorang gadis yang berparas cantik, tinggi semampai dan anggun.

11. ULANG BAGE MENCEKEP REBA-REBA
Ungkapan ini dikatakan kepada seseorang yang tidak pernah serius melakukan sesuatu pekerjaan. Akibatnya dia sendiri tidak mendapat hasil malah mungkin akan celaka.

12. BAGE BATANG-BATANG PETINDIH TAN DATES SI TERIDAHNA
ungkapan ini dikatakan kepada seseorang yang suka menonjolkan diri karena kepintarannya berbicara tanpa mengingat adanya orang lain yang lebih berhak. Atau seseorang yang suka mengambil hak orang lain baik untuk berbicara atau mendapatkan sesuatu.

  • UNGKAPAN PAKPAK YANG BERHUBUNGAN DENGAN FAUNA:

1. GAJAH MERUBAT PELANDUK TERKAPIT
Gajah beradu, kancil yang terjepit. Orang besar berkelahi anak kecil ikut menjadi sasaran atau para pimpinan yang berselisih mengakibatkan kesulitan pada rakyat jelata.

2. ULANG BAGI BIAHAT MERDOKAR
Jangan seperti harimau beranak. Harimau beranak suka memangsa, lebih buas, tidak boleh didekati oleh binatang lain. Ungkapan ini dikatakan pada orang yang selalu marah, muka merah, kejam, tidak pandang bulu dan brutal, sifat yang tidak perlu untuk ditiru oleh manusia.

3. ULANG BAGE BERREK KELEGON
Jangan seperti beludru di musim kemarau. Beludru pada musim kemarau biasanya berkumpul pada sisa air di selokan. Ungkapan ini dikatakan kepada seseorang yang tidak mandiri dan tidak percaya diri sehingga selalu harus dibantu orang lain. Juga dikatakan pada orang yang selalu berkumpul tanpa melakukan usaha-usaha untuk peningkatan diri.

4. ULANG BAGE PERDALAN BIANG TONGGAL
Jangan seperti perjalanan anjing jantan. Anjing jantang biasanya kalau berjalan selalu singgah, sehingga lama sampai ketempat tujuan karena selalu memperhatikan anjing betina. Ungkapan ini ditujukan pada anak laki-laki yang menjelang remaja (mulai masa pacaran). Para Pemuda jika pergi kesuatu tempat hendaknya jangan terlalu sering singgah, tetapi harus sampai ketujuan terlebih dahulu baru kemudian direncanakan perjalanan berikutnya.

5. ULANG BAGE RENGKABER
Jangan seperti kalelawar.
Ungkapan ini dikatakan kepada seorang pemuda yang suka keluyuran pada malam hari dan pada waktu siang tidak kemana-mana atau tidak bekerja tetapi tidur atau dirumah saja.

6. MBUE KUNU UKUM BENBEN, SAD APE TAPI RENGGICING
Ungkapan ini dikatakan pada kemampuan manusia yang tidak diukur dari jumlah yang banyak tetapi terutama diukur oleh kepandaian seseorang. Jadi walupun sedikit tetapi mempunyai peran yang cukup berarti bagi masyarakat sebagai suatu hal yang positif.

7. ULANG BAGE OLONG NAGKA
Jangan seperti ulat nangka.
Ulat nangka biasanya berjalan lompat-lompat. Dikatakan kepada orang yang selalu pindah-pindah tempat tinggal dari tempat satu ketempat yang lain atau tidak betah menetap pada suatu tempat. Dapat juga diumpamakan kepada seorang gadis yang centil yang selalu minta diperhatikan.

8. ULANG BAGE MENOLONG BIANG TERKAPIT
Jangan seperti menolong anjing yang sedang terjepit. Ungkapan ini dikatakan misalnya dalam suatu perkara. Apabila ada orang ketiga yang campur tangan untuk menyelesaikan sengketa sering dijadikan sasaran kemarahan pihak yang bertikai. Maksud hati berbuat baik, malah sebaliknya mendapat pukulan, makian maupun hinaan.

9. MULAK NOLA KAMBING I BOANG NAI 
Ungkapan ini menyatakan pemberian tidak boleh ditolak atau rezeki jangan disangkal tetapi harus disyukuri atau dinikmati.

10. I KERUT MENCI EKUR KOCING
Orang besar atau kedudukan tinggi tidaklah kekal adanya, sebaliknya juga bisa terjadi pada orang kecil atau berkedudukan rendah. Malah yang semula kedudukannya rendah akan mengantikan atau mengalahkan yang sebesar atau kedudukan tinggi.

11. NARUH ODA MERNENEH TAPI PEKASTUK
Ungkapan ini dikatakan kepada setiap orang bahwa ternyata dalam kehidupan nyata pasti setiap orang pernah bertengkar atau berselisih pendapat antar sesama dimana saja.

12. BAGE TORANG PEROTOR-OTOR
Seperti musang berjalan beriringan. Ungkapan ini dikatakan kepada suami istri yang apabila bepergian selalu bersama-sama dan setia sekata.
2:58 AM | 0 comments | Read More

Objek Wisata Air Terjun Lae Simbilulu Tinada Kabupaten Pakpak Bharat

Written By Juwita on Wednesday, February 10, 2010 | 10:45 PM

Satu lagi objek wisata lokal di kabupaten Pakpak Bharat yaitu Air Terjun "Sampuren Simbilulu". Letaknya di Kecamatan Tinada Desa Prongil Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara Indonesia.

Jalan menuju lokasi ini masih dalam tahap pembangunan, kedepan objek wisata ini pasti bisa diandalkan karena potensi keindahannya apalagi ditata sedemiakian rupa.
Maju terus Pakpak Bharat…!!

 















  Video Air Terjun Lae Simbilulu Pakpak Bharat :

10:45 PM | 0 comments | Read More

Legenda Objek Wisata Eluh Berru Tinambunen Pakpak Bharat

Ada cerita yang melegenda di masyarakat pakpak, yaitu Cerita Bru Tinambunen dari Pakpak Suak Kelasen. Cerita ini melahirkan legenda berupa mata air yang tidak pernah kering walau musim kemarau berkepanjangan. Diyakini ini adalah bekas air mata Bru Tinambunen saat menagis.

Konon ceritanya mata air tersebut adalah berasal dari seorang wanita Berru Tinambunan yang menangis karena tidak ingin dinikahkan dan melarikan diri ke tempat tersebut. Tangisan yang tidak berhenti tersebut lama-kelamaan menjadi mata air yang diberi nama Eluh Berru Tinambunan (Eluh = Air mata). Bagi siapa yang berkunjung ke sana biasanya akan mencuci muka pada mata air itu sebagai bagian dari penghargaan akan adat-istiadat di lokasi tersebut.

Eluh Berru Tinambunen
Eluh Berru Tinambunen Terletak di kaki "Delleng Simpon" Desa Rumerah Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu. Lokasi eluh bru Tinambunan juga merupakan tapal batas antara Kabupaten Pakpak Bharat dengan Kabupaten Humbang Hasundutan.

Eluh Berru Tinambunan merupakan salah satu prioritas pembangunan objek wisata di Kabupaten Pakpak Bharat yang saat ini mulai diperhatikan oleh pemerintah. Jalan ke kawasan ini adalah jalan propinsi dan telah dibangun dan bisa dilewati kendaraan roda dua atau roda empat. Bagi anda yang tertarik dan penasaran, silahkan berkunjung, masyarakat yang ramah siap mengantar anda ketempat tujuan.
10:14 PM | 0 comments | Read More